AGAK terkejut juga ketika saya membaca sebuah komentar yang mengatakan saya membuat organisasi alumni sempalan karena organisasi yang resmi sudah ada. Artinya, buat apa saya membuat blog alumni salah satu SMAN kalau blog resminya sudah ada. Secara implisit, komentar itu menginginkan dan melarang saya membuat blog itu.
Sebagai pengamat tingkah laku sejak 1973, saya mencoba menganalisa kenapa ada seseorang punya sikap seperti itu.
Faktor egosentrik
Akhirnya saya mengambil kesimpulan, alumni tersebut mengalami egosentrik atau “keakuan”. Ingin dianggap dialah yang paling benar dan orang lain salah. Dengan demikian, blognyalah yang benar karena blog resmi. Sedangkan blog saya salah karena bukan blok resmi untuk alumni SMAN tersebut.
Faktor sirik
Lebih dalam, disadari atau tidak, ada faktor like-or-dislike atau faktor tidak suka terhadap apa yang dilakukan orang lain atau tepatnya apa yang saya lakukan. Mungkin, tanpa disadari alumni tersebut merasa tersaingi. Dengan kata lain, dia ingin blognya sebagai “satu-satunya” blog yang boleh ada.
Sikap subjektif
Sebenarnya sikapnya merupakan sikap yang subjektif, karena tak melihat secara rasional apa hakekat blog resmi dan blog tidak resmi atau blog formal dengan blog informal.
Tak melihat fakta
Saya menilai alumni tersebut tidak melihat fakta bahwa di Indonesia atau di negara manapun yang namanya blog tidak resmi pasti ada. Sebab, itu menyangkut kreativitas masing-masing alumni untuk berkumpul di dalam sebuah wadah bernama blog.Apalagi, era demokrasi memungkinkan itu.
Logikanya bagaimana?
Alumni itu menggunakan logika “Kalau sudah ada blog resmi, maka blog tidak resmi tidak boleh”. Alasannya apa? Takut kalau semua alumni bergabung dalam blog tidak resmi? kalau ya, berarti takut bersaing,dong. Lalu alasan apa? Apakah ada peraturan tertulis dari sekolah yang bersangkutan? Jika “ya”,maka itu peraturan aneh, sebab apa yang dilakukan alumni sudah di luar tanggung jawab SMAN tersebut. Melanggar hukum? Hukum yang mana? Melanggar etika? Etikanya siapa dan bagimana bunyinya?
Tidak ada alasan yang kuat
Sesudah saya “perang SMS” dengan alumni tersebut, maka saya mengambil kesimpulan, alumni tersebut tidak punya alasan yang kuat. hanya semata-mata tidak suka, takut bersaing dan faktor egosentrik. Padahal, egosentrik merupakan salah satu ciri pengidap psikopat.
Blog pribadi
Pada dasarnya, blog tidak resmi merupakan blog pribadi. Bukan blog organisasi. Merupakan ekspresi dari kreativitas seseorang. Dan tiap orang di Indonesia punya hak untuk menyalurkan ekspresinya secara bebas asal tidak melanggar peraturan perundang-undangan.
Pribadi egosentrik
Jelas, dari sudut psikologi, sikap alumni yang tidak suka keberadaan blog tidak resmi atau blog informal atau blog informal merupakan ciri seseorang yang berkepribadian egosentrik.
Sumber gambar: blog.umy.ac.id/flashsite/
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger

















[...] Sumber: http://psikologi2009.wordpress.com/2011/04/10/psikologi-membuat-blog-pribadi-kok-tidak-boleh/ [...]
JAWABAN: Silahkan di-share.
Oleh: PSIKOLOGI: Membuat Blog Pribadi Kok Tidak Boleh? « Hariyanto Imadha: Alumni SMAN 6 Surabaya on April 10, 2011
at 11:22 pm