Oleh: psikologi2009 | November 17, 2011

PSIKOLOGI: Pengendalian Emosi

TIAP orang pasti punya emosi. Ada emosi positif ada emosi negatif.Emosi positif adalah emosi yang berkonotasi positif. Misalnya, emosi untuk melukis, membuat novel, menyintai seseorang, mengagumi pemandangan, memberikan pujian dan lain-lain. Sedangkan emosi negatif yaitu luapan emosi yang bersifat merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, marah, dendam, iri, curiga dan lain-lain. Di artikel ini, masalah saya batasi pada emosi negatif saja.

Dari sudut reaksinya, ada dua macam emosi

1.Emosi spontanitas

2.Emosi tidak spontanitas

1.Emosi spontanitas

Biasanya dimiliki orang yang berkepribadian reaktif dan berpikiran pendek. Jika ada stimulus dari luar yang dianggapnya merugikan dirinya sendiri, maka muncullah reaksi negatif secara spontan. Reaksi bisa berupa kata-kata ataupun tindakan fisik.

2.Reaksi tidak spontanitas

Biasanya dimiliki orang yang agak rasional. Setelah tahu persoalan maka diapun memberikan reaksi berupa marah. Biasanya bentuknya hanya merupakan kata-kata saja.

Dari sudut efek emosi, ada dua macam efek

1.Efek lama

2.Efek sebentar

1.Efek lama

Pada pribadi yang reaktif atau spontanitas, biasanya emosinya mengendap lama. Dan biasanya akan mengendap berupa rasa dendam. bahkan dendam kesumat. Yang biasanya akan disusul tindakan fisik yang sangat negatif.

3.Efek sebentar

Dimiliki orang yang agak rasional. Sehingga sebentar saja dia mampu melupakan persoalan atau masalah yang dianggap tidak terlalu penting. Tidak ada rasa dendam yang mengendap terlalu lama.

Pengendalian diri

Ada baiknya tiap orang belajar mengendalikan diri dalam arti mengendalikan emosi negatif. Secara cepat harus memahami hakekat dari masalah yang dihadapi.Secara cepat harus berhitung apa untung ruginya. Boleh saja marah, tetapi tak perlu mengucapkan kata-kata kotor apalagi tindakan fisik.

Beberapa latihan pengendalian diri atau pengendalian emosi

1.Berlatih sabar

Tiap ada masalah. Sebaiknya bersabar dan berpikir jernih untuk mencari alternatif solusinya.

2.Jangan berbalas debat

Sementara,belajarlah mengalah.Biarkan orang lain bicara sepuas-puasnya.Jika ada kesempatan, berusahalah memberikan penjelasan-penjelasan yang didukung fakta yang tak terbantahkan.

3.Perlu kehadiran pihak ketiga yang netral

Usahakan adanya pihak ketiga yang netral. Kemudian masing-masing pihak menjelaskan duduk persoalannya sesuai versi masing-masing. Sertakan penalaran atau argumentasi yang kuat yang tidak terbantahkan

4.Cari titik temu

Usahakan mencari titik temu. Jika kita yang salah, akui bahwa kita memang yang salah dan tidak perlu malu atau gengsi untuk meminta maaf. Sebaliknya, kalau pihak lain yang salah, kita tidak perlu membesar-besarkan kesalahannya.

5.Tidak perlu menyimpan dendam

Sesudah itu bersikap biasa-biasa saja. Tidak perlu mendendam. Meskipun demikian, boleh-boleh saja Anda menjaga jarak dengan orang yang pernah merugikan Anda.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

About these ads

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: