Oleh: psikologi2009 | Desember 9, 2012

PSIKOLOGI: Apakah IQ Bisa Naik dan Bisa Turun?

IQ atau Intelligence Quotient adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang dengan metode-metode tertentu.  Pertanyaannya adalah apakah IQ bisa naik dan bisa turun? Pada awalnya ada perdebatan. Ada yang mengatakan IQ itu stabil, ada yang mengatakan IQ bisa naik dan bisa turun. Namun, akhirnya pembuktian secara imiah menunjukkan bahwa IQ bisa naik dan bisa turun.

Apakah tes IQ itu?

Tes IQ adalah merupakan salah satu upaya untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang dengan menggunakan metode tertentu, situasi tertentu dan kondisi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula.

Apakah inteligensi itu?

Baldwin pada tahun 1901 mendefinisikan inteligensi sebagai daya atau kemampuan untuk memahami.

Bagaimana contoh tes IQ

Banyak ragam tes IQ, namun pada intinya sama saja. Salah satu contoh tes IQ bisa Anda lihat di:

http://www.quickiqtest.net/indonesian/

Bagaimana hasil tes IQ

Berdasarkan Skala Stanford-Binet, hasil tes IQ bisa dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut:

IQ-SkalaStanfordBinet

Adakah contoh-contoh IQ orang-orang terkenal di dunia?

Tentunya ada. Bisa dibaca di:

http://www.kids-iq-tests.com/famous2.html

Kenapa IQ bisa berubah?

Ada beberapa penyebab Iq seseorang bisa naik atau turun.

-Faktor kesehatan

-Faktor soal yang berbeda-beda

-Faktor suasana

-Faktor konsentrasi

-Faktor stres

-Faktor soal tes yang sama

-Faktor tingkat kesulitan atau mudahnya soal tes

-Faktor spekulasi

-Faktor usia

-Faktor sedikit banyaknya pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang dimiliki

-Faktor lain-lain

Tes IQ harus berkala?

Karena IQ seseorang bisa naik dan bisa turun, maka sebaiknya dilakukan tes IQ secara berkala. Idealnya sebulan sekali selama satu tahun. Baru diketahui berapa nilai IQ rata-rata seseorang.

Apakah tes IQ tidak cukup satu kali saja?

Ada yang mengatakan cukup ada yang mengatakan tidak cukup.

Cukup satu kali karena tes IQ sebenarnya hanya ingin mendapatkan gambaran seberapa tingkat kecerdasan seseorang. Walaupun hasil tes IQ bisa naik bisa turun, pada umumnya masih berada pada satu kategori, misalnya High Average, naik turunnya berkisar  110 s/d 119.

Tidak cukup satu kali, karena terkadang naik turunnya IQ seseorang bisa keluar dari kategori. Misalnya dari High Average turun ke Average atau normal. Atau naik ke tingkat Superior. Dengan dilakukan tes berkala, maka bisa diketahui berapa IQ rata-ratanya.

Mana yang lebih valid, tes IQ satu kali atau beberapa kali?

Ada yang berpendapat, tentu saja validitas hasil tes IQ yang lebih bisa dipercaya yaitu hasil tes IQ berkala yang diambil nilai rata-ratanya.

Bukan soal naik turunnya hasil tes IQ

Sebenarnya persoalan IQ tidak terletak pada naik turunnya IQ seseorang. Tes IQ sebenarnya ingin mengelompokkan seseorang termasuk dalam kategori:

-di atas rata-rata (sangat faham atau sangat mudah memahami)

-rata-rata  (faham, mudah memahami) ataukah

-di bawah rata-rata (kurang faham, sulit memahami)

Tes IQ cukup satu kali

Dengan demikian, apakah tes IQ dilakukan satu kali atau beberapa kali, naik atau turun, tidaklah begitu penting untuk diperdebatkan karena semuanya tergantung daripada tujuannya yang berbeda-beda. Kalau tujuannya untuk mengukur “pemahaman” seseorang, maka tes IQ cukup satu kali saja. Dengan demikian bisa dilihat apakah seseorang mempunyai tingkat pemahaman yang tinggi, normal ataukah rendah.

Apakah hasil tes  IQ merupakan indikator kepandaian seseorang?

Pandai dan cerdas itu berbeda. Pandai merupakan hasil dari proses belajar. Sedangkan cerdas merupakan tingkat pemahaman seseorang terlepas dari proses belajar. Artinya, orang yang IQ-nya tinggi belum tentu pandai dan orang yang pandai belum tentu IQ-nya tinggi. Namun, pada umumnya orang yang IQ-nya tinggi rata-rata lebih pandai apabila ditunjang proses belajar. Jadi, tes IQ berkali-kali untuk mencari nilai rata-rata IQ bukanlah tujuan yang utama.

Kesimpulan

Tujuan tes IQ adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat pemahaman seseorang.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: