Oleh: psikologi2009 | Desember 28, 2012

PSIKOLOGI: Ciri-Ciri Facebooker Sirik

FACEBOOK-PsikologiCiriCiriFacebookerSirik

KALAU Anda punya akun di Facebook, pasti suatu saat akan menemukan Facebooker sirik. Komentarnya tidak enak dibaca. Bahkan, mungkin juga Anda juga termasuk dalam kategori itu?. Pertanyaannya adalah, bagaimana ciri-ciri Facebooker sirik dan kenapa seseorang bisa menjadi sirik?

Apakah sirik itu?
Sirik adalah rasa tidak suka terhadap apa saja yang ditulis, dikatakan maupun dikerjakan oleh orang lain tanpa didukung oleh alasan yang jelas. Atau didukung alasan yang tidak rasional dan objektif.

Kenapa seseorang menjadi sirik?

Antara lain karena:

1-Sedang stres

2-Menginginkan perhatian dan pengakuan tetapi caranya salah

3-Merasa lebih bisa yang belum tentu lebih bisa dan suka merendahkan orang lain

4-Rasa rendah diri atau minder

5-Ingin mendapatkan kepuasan psikologis dengan cara mencela orang lain

6-Berkepribadian pendendam dan selalu berbeda pendapat

7-Anti sosial dan menganggap orang lain sebagai orang yang mengganggu kepentingannya

8-Melihat orang lain selalu di pihak yang salah

9-Kurangnya pemahaman tentang psikologi

10-Tipisnya rasa simpati dan empati terhadap orang lain

Beberapa contoh komentar yang ditulis Facebooker sirik

Contoh 1

Ketika Si A menulis status “Saya merasa bersyukur karena bisa membeli motor,mobil,tanah dan rumah tanpa korupsi” Maka Si B yang sedang stres akan memberikan komentar yang bersifat menusuk “Sok suci, lu! Paling-paling lu korupsi juga”. Padahal, Si B lah yang sok suci.

Contoh 2

Ketika Si A yang pakar ilmu logika menulis status ” Belajar agama tanpa didukung belajar ilmu logika maka bisa terjebak pada penafsiran-penafsiran yang keliru “, maka Si B berkomentar “Tanpa belajar agamapun saya bisa memahami agama. Sayapun baca-baca buku-buku tentang ilmu logika”. Padahal, buku-buku yang dibaca Si B cuma pengantar imu logika (cuma kulit-kulitnya saja).

Contoh 3

Ketika Si A memuat foto kanopi motor di Facebook, yang merupakan karya inovasinya dan mendapatkan award, maka Si B pun berkomentar sinis “Oh, ini to kanopi motor yang katanya bermanfaat bagi masyarakat banyak?”. Padahal, Si B tidak pernah punya karya inovasi apapun, apalagi mendapatkan award.

Contoh 4

Ketika Si A mengatakan lulusan 6 (enam) perguruan tinggi, maka Si B pun berkomentar “Jangankan enam perguruan tinggi, kalau saya mau, kuliah di sepuluh perguruan tinggipun saya mampu”. Padahal, Si B lulus S1-pun tidak.

Contoh 5

Ketika Si A memuat desain motor amfibi di Facebook dan motor amfiobi itupun sudah mulai dikerjakan, maka Si B pun memuat desain mobil amfibi di Facebook. Padahal, apa yang dilakukan Si B cuma desain saja dan tidak pernah menjadi kenyataan.

Contoh 6

Apapun yang ditulis Si A dalam statusnya, Si B selalu punya pendapat yang berbeda. Yang penting baginya selalu mencela status Si A.Padahal, pendapatnya yang berbeda seringkali salah dan seringkali tidak memahami apa maksud status Si A.

Contoh 7

Si A suka sekali menulis kritik-kritik sosial di akun FB-nya. Si B merasa terganggu karena merasa semua kritik-kritik tersebut ditujukan kepadanya. Padahal, kritik-kritik yang ditulis Si A bersifat umum dan tidak menyebut nama siapapun juga.

Contoh 8

Si A yang memang memahami banyak ilmu pengetahuan, memang selalu menulis berdasarkan kompetensinya dan tidak mungkin apa yang ditulisnya itu salah. Namun Si B yang sirik selalu melihat apa yang ditulis Si A selalu salah. Pokoknya salah. Selalu dicoba dikoreksinya tanpa punya kompetensi. Selalu bernada menggurui padahal Si B tidak memahami ilmu pengetahuan seperti yang dimiliki Si A. Komentarnya bersifat sok tahu dan sok pintar.

Contoh 9

Si A belajar psikologi lebih dari 30 tahun. Tentu, semua tulisannya berdasarkan referensi ataupun berdasarkan hasil analisa yang rasional. Namun Si B yang kurang faham psikologi selalu nimbrung memberi komentar yang tidak didukung referensi ataupun analisa. Pokoknya asal komen.

Contoh 10

Apapun yang ditulis Si A di Facebook, walaupun itu benar, selalu dikomentari dengan nada-nada tidak simpati maupun empati. Komentarnya selalu bernada kebencian dan merupakan manifestasi ketidak sukaan. Selalu tidak setuju. Selalu menyalahkan. Selalu menilai pribadi pembuat status dengan konotasi negatif, padahal pemahaman psikologinya dangkal. Tidak pernah memberikan apresiasi.

Nah, itulah ciri-ciri Facebooker sirik. Apapun yang kita tulis, yang kita katakan dan kita kerjakan selalu dianggap salah dan menganggap kita sebagai ancaman. Jadi sikap sirik merupakan sikap yang dimiliki Facebooker yang berkepribadian paranoid. Nada komennya selalu berkonotasi negatif.  Suka mencela status orang lain dan lebih suka lagi mencela pembuat status.

Semoga bermanfaat
Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku Kejiwaan
Sejak 1973

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.