Oleh: psikologi2009 | Februari 10, 2013

PSIKOLOGI: Cara Berbeda Pendapat di Facebook

Image

SEBENARNYA bukan hanya di Facebook. Di mana saja berbeda pendapat ada caranya. Namun dalam praktek, baik di televisi, surat kabar, dalam pergaulan sehari-hari maupun di Facebook, banyak orang yang belum memahami cara berbeda pendapat, walaupun sudah bergelar S1, S2, S3 atau punya predikat Profersor sekalipun. Kenapa bisa begitu? Antara lain kareana pemahamannya tentang Psikologi-Etika boleh dikatakan tidak punya. Berbeda pendapat itu boleh-boleh saja. Tetapi ada caranya. Artikel ini hanya membatasi pada Facebook saja.

Ada berapa macam watak berbeda pendapat?

Sebenarnya secara umum hanya ada dua watak berbeda pendapat.

1.Berbeda pendapat secara frontal

2.Berbeda pendapat berdasarkan psikologi-etika

ad.Berbeda pendapat  secara frontal

Yaitu berbeda pendapat secara langsung (direct statement).

Ciri-cirinya:

-Langsung menyalahkan

Contoh:

Status: Mahfud MD cocok maju sebagai capres pada Pemilu 2014 nanti

Komentar: Nggak cocok! Mahfud MD cocoknya jadi Ketua KPK

Reaksi

Komentar yang frontal biasanya juga ditanggapi secara frontal juga.

Keterangan

Cara berbeda pendapat seperti itu memanifestasikan komentatornya tidak memahami psikologi-etika. Lupa bahwa tiap Facebooker menginginkan pendapatnya dihargai, walaupun pendapatnya salah sekalipun.

Kata-kata yang biasanya dipakai

-Pendapat Anda salah!

-Bukan begitu

-Dan semacamnya

ad.2.Berbeda pendapat berdasarkan psikologi-etika

Yaitu berbeda pendapat secara tidak langsung (indirect statement)

Ciri-cirinya:

-Menyalahkan secara tidak langsung

Contoh:

Status: Mahfud MD cocok maju sebagai capres pada Pemilu 2014 nanti

Komentar: Kalau Prabowo Subianto bagaimana? Soalnya menurut hasil survei, elektabilitas Prabowo cukup tinggi.

Reaksi

Komentar yang tidak bersikap frontal biasanya juga ditanggapi secara tidak frontal juga

Keterangan

Cara berbeda pendapat ini tidak terlalu terasa nuansa “menyalah”kan, walaupun maksudnya sama. Pembuat status juga tetap merasa dihargai karena tidak disalahkan secara frontal.

Kata-kata yang biasanya dipakai

-Maaf

-Menurut pendapat saya,lho

-Dan semacamnya

Psikologi-etika

Berbeda pendapat yang baik harus memenuhi syarat:

- Harus sehalus mungkin (sopan).

-Jangan frontal.

-Kalau bisa berdiplomasi atau berbentuk pertanyaan.

-Jangan terkesan SNOB (sok tahu,sok mengerti,sok pintar).

-Jangan terkesan menggurui.

-Jangan menganggap pembuat status tidak mengerti.

-Jangan membandingkan dengan pendapat orang lain.

-Jangan menyudutkan

-Jangan menyerang pribadi

-Jangan merendahkan martabat pembuat status

-Jangan sinisme, mencela atau menyindir

-Jangan mencampuri urusan pribadi

-Jangan OOT (Out Of Topic) atau jangan menyimpang dari topik yang tertulis di status

-Dan lain-lain

Teori komunikasi dua arah

Pada umumnya teori komunikasi di Facebook mempunyai ciri-ciri:

-Komentar keras, akan ditanggapi keras

-Komentar sopan, akan ditanggapi sopan

-Status serius, harus ditanggapi serius

-Status bercanda, harus ditanggapi secara bercanda pula

Harus membaca status secara netral

Facebooker mempunyai kebebasan menulis, menyanyikan gambar/foto/video apapun, tentang apapun, dengan cara apapun sejauh tidak melanggar norma-norma sosial, hukum maupun agama. Jadi, kalau Anda membaca status yang bersifat umum itu jangan sampai Anda merasa GR (Gede Rasa) seolah-olah tulisan itu ditujukan untuk Anda.

Kekecualian

1.Kecuali Anda mengoreksi salah ketik, salah tulis nama, salah tulis angka tahun, dan kesalahan-kesalahan teknis lainnya.

2.Kecuali kalau Anda sudah mengenal secara langsung, secara pribadi dan sudah akrab, Anda bebas memberi komentar apa saja. Bebas berbeda pendapat. Bebas menulis apa saja asal tidak melanggar norma-borma sosial, hukum mapun agama.

Kesimpulan

Berbeda pendapat itu ada caranya dan ada etikanya.

Saran

Kalau Anda merasa lebih panda dari pembuat status, lebih baik Anda membuat artikel dan dimuat di Facebook atau blog. Kalau merasa lebih pandai tapi cuma  berbentuk komen, murid SD juga bisa.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku Penulisan

Sejak 1973

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: