Oleh: psikologi2009 | Maret 10, 2011

PSIKOLOGI: SBY Mengalami Konflik Intra Persona (KIP) ?

MALAM, Rabu, 3 Februari 2010, TVOne menyajikan acara bincang-bincang yang dihadiri antara lain Taufik Burhaudin, seorang Pengamat Perilaku (Behaviour Observer) dari Universitas Indonesia menanggapi sikap SBY dalam kaitannya adanya demo yang membawa kerbau.

Pengamat Perilaku itu mengatakan bahwa SBY sebagai seorang pemimpin sebenarnya tidak perlu bersikap seperti itu sebab itu menunjukkan adanya “konflik intra personal atau KIP pada dirinya sendiri” dan seterusnya.

Apakah Konflik Intra Personal itu?

Di sini saya tidak memberikan penilaian apapun terhadap SBY, tetapi saya cenderung menguraikan pengertian “konflik intra personal” atau KIP itu.

Pada dasarnya setiap orang memiliki sikap KIP itu. Artinya, seseorang bisa saja memandang hal-hal yang ada di luar dirinya atau faktor eksternal sebagai sebuah stimulus yang mengganggu dirinya.

Perlu kemampuan mengelola KIP

Apakah stimulus eksternal merupakan gangguan atau tidak, tentu tergantung kemampuan mengelola stimulus itu. Orang yang pandai mengelola stimulus eksternal, tentu tidak akan menganggap itu sebagai sebuah masalah. Begitu pula sebaliknya.

Contoh orang yang tidak mampu mengelola KIP

Ketika Si A membayar ongkos becak, ternyata uang kembaliannya kurang Rp 100. Bagi Si A, itu masalah karena walaupun kurang Rp 100, Si A tetap menganggap itu masalah. Bahkan Si A merasa tersinggung dan marah-marah ke pengemudi becak. Jika tidak marah-marah, maka Si A tidak akan bisa tidur karena ada “pergulatan batin dan pikiran pada dirinya sendiri. Si A menganggap itu masalah. Jadi, ciri khasnya yaitu, selalu curhat.

Contoh orang yang mampu mengelola KIP

Si B dikatakan sebagai anggota Pansus Bank Century yang tidak mengerti hukum dan pertanyaannya dinilai tidak berbobot.

Si B cuma tersenyum saja. Jawaban-jawabannya justru mengundang tawa orang yang mencemoohkan. Kenapa? Si B menganggap caci-maki temannya sebagai bukan masalah.

Lantas, masalah itu apa?

Masalah adalah hal-hal yang bersifat merendahkan harkat martabat seseorang dan menyimpang dari norma etika, moral dan estetika. Meskipun demikian, tiap masalah harus diselesaikan secara bijak dan mandiri dan tidak perlu ada “konflik intra personal” pada dirinya dan tidak perlu curhat kemana-mana.

SBY mengalami Konflik Intra Persona?

Cukup banyak ucapan SBY yang menimbulkan polemik. Antara lain soal keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, rencana reshuffle, batal ke negeri Belanda , gaji  presiden yang sudah tujuh tahun tidak naik dan pernyataan-pernyataan lain yang tidak tegas. Selalu ragu-ragu.

Perlu didampingi psikolog dan psikiater

Walaupun SBY tidak gila, namun beban politik dan beban tugas yang berat, bisa mempengaruhi kondisi psikologis SBY. Oleh karena itu, SBY tidak hanya perlu didampingi dokter pribadi, tetapi juga perlu didampingi psikolog dan psikiater pribadi.

Sumber foto: olahraga.kompasiana.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: