Oleh: psikologi2009 | April 6, 2011

PSIKOLOGI: Ujian Nasional Bisa Menciptakan Masyarakat Tidak Rasional

UJIAN Nasional sampai hari ini masih dianggap momok atau hantu yang menakutkan bagi sebagian siswa. Masalahnya, UN masih merupakan penentu kelulusan dan tidak sekadar penentu kualitas pendidikan nasional saja.

Karena UN masih dianggap menakutkan, maka sebelum mengikuti UN-pun banyak siswa yang mengalami stres. Sebagai manifestasinya, maka muncul reaksi-reaksi yang disadari atau tidak disadari mengarah ke hal-hal yang tidak rasional.

Misalnya, ada sekolahan di mana banyak siswanya yang menyerahkan pensil ke ulama untuk didoakan agar dengan menggunakan pensil itu mereka bisa lulus. Ada yang menebarkan beras yang sudah didoakan di halaman rumah atau sekolah agar dimudahkan di dalam mengerjakan soal-soal UN.

Bahkan ada yang berpuasa Senin-Kamis atau ke paranormal. Ada juga yang tiba rajin shalat padahal sebelumnya jarang atau tidak pernah shalat. Padahal yang menentukan lulus tidaknya UN bukan Tuhan, bukan nabi, bukan malaikat,bukan orang tua, tetapi ditentukan oleh diri sendiri.

Walaupun shalat 1.000 rakaat, kalau tidak lulus UN ya tetap tidak lulus. Seharusnya pemerintah mengubah UN dari UN yang menakutkan menjadi UN yang menenteramkan. Misalnya, menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) sejak SD hingga SMA atau sederajat. Kelulusan ditentukan oleh gabungan antara nilai (indek Prestasi Kumulatif) IPK yang diperoleh selama masa belajar ditambah nilai hasil UN.

Sebelum UN sebaiknya perlu diadakan pengarahan yang sifatnya menumbuhkan sikap pede (percaya diri) antara lain belajar optimal baik belajar sendiri atau kelompok. Harus ditanamkan pengertian bahwa yang menentukan lulus tidaknya siswa adalah siswa itu sendiri.

Sumber foto: izaskia.wordpress.com

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: