Oleh: psikologi2009 | April 7, 2011

PSIKOLOGI: Apakah Anda Tergolong Orang yang Tidak Siap Berbeda Pendapat?

KETIKA saya masih mahasiswa, di dalam suatu seminar, seorang peserta marah-marah dan membanting botol minuman di mejanya sambil berkata dengan nada keras “ Pokoknya pendapat saya yang benar! Pendapat kamu yang salah!”. Saya Cuma tersenyum dalam hati.

Tidak cuma mahasiswa, mereka yang bergelar sarjana juga banyak yang tidak suka dan tidak mampu berbeda pendapat. Kebanyakan mereka merasa tersinggung kalau pendapatnya tidak diterima.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hal dalamm hal berbeda pendapat, antara lain “etika” berbeda pendapat. Sebab, berbeda pendapat dengan asal berbeda pendapat tentu berbeda.

Berbeda pendapat

Berbeda pendapat harus disertai penalaran dan kalau bisa dengan contoh-contoh nyata.

Misalnya:

Copernicus berbeda pendapat dengan Galileo-Galilei soal pusat perputaran benda-benda angkasa. Masing-masing punya argumentasi dan teori. Serahkan kepada orang lain untuk menilai, teori mana yang benar.

Asal berbeda pendapat

Yaitu berbeda pendapat tapi tidak disertai penalaran dan biasanya tidak disertai contoh-contoh.

Misalnya:

Si A mengatakan tidak setuju pendapat Si B, tetapi tidak disertai alasan.

Reaksi orang yang tak bisa menerima perbedaan pendapat

-Ada yang bersifat pasif atau berdiam diri saja.

-Ada yang bersifat pasif tetapi diam-diam melakukan “pembalasan”

-Ada yang bersikap aktif memberikan penjelasan

-Ada yang bersikap aktif tetapi reaktif dan anarki

Etika berbeda pendapat

Berbeda pendapat adalah hak setiap orang. Namun di dalam berbeda pendapat harus berpegang teguh pada etika : sopan, tidak menggurui, tidak snob (sok tahu, sok mengerti atau sok pintar), tidak langsung mencela, tidak langsung menyalahkan, tidak boleh merasa paling benar sendiri,tidak memaksakan pendapat, tidak apriori dan bertanya apabila tak mengerti maksud daripada lawan bicara.

Bobot beda pendapat terletak pada argumentasi atau penalaran

Anda boleh saja berbeda pendapat dengan orang lain, tetapi harus didukung penalaran.

Misalnya:

Anda boleh berbeda pendapat dengan Ahmadiyah, tetapi harus ada penalarannya. Harus ada referensinya yang kuat. Harus ada alasan-alasan yang kuat. Harus ada dalil-dalil yang bisa dipercaya. bahkan jika perlu harus bisa melakukan persuasi yang meyakinkan.

Media harus sama

Di negara yang sudah maju, berbeda pendapat biasanya dilakukan pada media yang sama.

Contoh:

-Si A tidak setuju buku karangan Si B, maka Si A pun membuat buku yang isinya berbeda dengan buku Si B.

-Si A tidak setuju surat pembaca Si B, maka Si A pun membuat surat pembaca yang isinya berbeda dengan surat pembaca Si B.

-Si A tidak setuju status Facebook  Si B, maka Si A pun membuat komen Facebook yang isinya berbeda dengan status Si B.

-Si A tidak setuju artikel Si B, maka Si A pun membuat artikel yang isinya berbeda dengan artikel Si B.

Kepribadian, tingkat kecerdasan dan tingkat emosionalitas

Namun, dalam kkehidupan sehari-hari, kita sering menemukan banyak orang yang tidak siap berbeda pendapat. hal ini tergantung daripada kualitas masing-masing kepribadian,tingkat kecerdasan dan tingkat emosionalitas seseorang.

Contoh:

Di Facebook saya membuat artikel tentang gelar-gelar sarjana yang salah dan ada argumentasi dan referensinya. Namun, bagi Facebooker yang punya kepribadian pasif, tetap ngotot dan ngeyel memakai gelar sarjana yang salah tanpa didukung penalaran dan referensi maupun dalil-dalil yang kuat.

Kesimpulan

Perbedaan pendapat harus didukung penalaran, contoh, referensi dan dalil yang kuat dan tentu saja harus memahami substansi masalahnya.

Sumber foto: mimpituaku.wordpress.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: