Oleh: psikologi2009 | April 19, 2011

PSIKOLOGI: Mengenal Perfectionist Positif dan Perfectionist Negatif

PENGERTIAN umum perfectionist yaitu seseorang yang mengejar kesempurnaan. Bisa berkonotasi positif dan bisa berkonotasi negatif. Positif atau negatifnya tergantung pola pikir seseorang itu. Oleh karena itu harus dipahami apa bedanya perfectionist positif dan perfectionist negatif

Contoh perfectionist positif

Si A adalah seorang mahasiswa perfectionist. Dia ingin segalanya sempurna. Bahkan ketika kuliahpun dia belajar mati-matian agar mendapat nilai A. Ternyata dapat nilai B. Diapun menerima kenyataan itu dan tidak merasa kecewa dan kegagalan mencapai nilai A diakui sebagai kesalahannya sendiri.

Lain kali Si A ingin mendapatkan pacar cantik,putih,mulus,cerdas,langsing,minimal tingginya 160cm,suku Jawa, Islam dan mahasiswa. Sesudah berbulan-bulan dia ternyata mendapat pacar cantik,putih,mulus,cerdas,langsing,tinggi minimal 160cm,suka Sunda, Islam dan sekretaris. Si A menerima itu apa adanya dan tidak merasa kecewa dan tidak akan mencari pacar lain sesuai yang ada di kriteria semula.

Kesimpulan

Jadi, perfectionist positif adalah seseorang yang mempunyai standar maksimal kesempurnaan. Namun, kalau tidak tercapai, maka dia akan menerima hasil akhirnya walaupun tidak 100% sesuai yang diidealkan. Apabila gagal, dia ttak menuutupinya ataupun menyalahkan orang lain. Dia berpikir idealistis tapi realistis.

Contoh perfectionist negatif

Si B adalah seorang pria yang terpilih sebagai presiden.Dia punya standar kesempurnaan yang tinggi. Bahkan, sebelum berpidato, dia berputar-putar di depan cermin sekitar satu jam. Dia lihat celana, baju dan pecinya. Harus bersih dan sempurna. Bahkan dia meminta bantuan beberapa orang untuk membantu menyempurnakannya. Begitu, ada celana atau baju yang kurang sempurna, maka diapun marah-marah ke anak buahnya dan meminta celana dan baju lain yang sesuai keinginannya yang harus sesuai standar kesempurnaannya. Dia selalu menyalahkan orang lain.

Si B sebagai seorang presiden, ingin hasil kerjanya dinilai sempurna. Dia tidak mau dikritik atau dikatakan berbohong. Tidak mau dikatakan ingkar janji. Tidak mau dikatakan gagal. Maka diapun terjebak pada cara pikir pencitraan. Mengiklankan melalui televisi hanya hal-hal yang berhasil menurut kriterianya sendiri. Misalnya, angka kemiskinan tidak mengggunakan standar PBB tetapi menggunakan standar kemiskinan yang direkayasa sendiri.Kalau dikatakan ingkar janji, maka membela diri bahwa itu bukan ingkar janji,tetapi target tidak tercapai.

Kesimpulan

Jadi,perfectionis negatif adalah seseorang yang mempunyai standar maksimal kesempurnaan. Namun, kalauu tidak tercapai dia akan menutupinya dan menunjukkan keberhasilan lainnya yang sebenarnya keberhasilan semu. Bahkan kegagalannya dikatakan sebagai kegagalan orang lain. Dia tak mau dikritik. Tak mau dikatakan gagal. Dia akan merasa kecewa kalau segala sesuatunya tidak sempurna. Pola pikirnya idealis tapi tidak realistis. Terjebak pada perilaku pencitraan.

Solusi mengatasi perfectionist negatif

Versi Don Gabor:

1. Tetapkan harapan proporsional yang realistis untuk direalisasikan

2.Utamakan menyelesaikan pekerjaan daripada menyempurnakan pekerjaan

3.Fokus tugas prioritas besar

4. Menetapkan batas waktu maksimum

5. Prioritaskan hasil akhir

6. Mengubah pola pikir dari idealis tidak realistis menjadi idealis tapi realistis

Sumber foto: streetwearxhiphop.com

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Iklan

Responses

  1. thanks infonya gan

  2. terimaksih.

  3. Gw biasanya gk nyaman klo liat Bingkai Foto klo digantung miring, klo udh pas baru gw rasa nyaman, apakah itu salah satu sifat orang Perfectionist???


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: