Oleh: psikologi2009 | Mei 13, 2011

PSIKOLOGI: Kenapa Seseorang Menjadi Seorang Snob (Sok)?

SNOB (baca:nob) adalah merupakan sikap sok. Ada beberapa macam sikap snob. Antara lain: . The Name Snob, Kennedy-it is Snob,Auto-Phobia Snob, Shopping Secrets Snob, Bling Bias Snob, Food Fears, Label Mania Snob, Gift Gripes Snob, Supermarket Snobbing Snob, Pet Peeves Snob dan Knowing All Snob

Knowing All About Snob

Yaitu, sikap sok tahu,sok mengerti segala hal. Padahal, sesungguhnya tidak mengerti apa-apa. Sbob jenis ini paling banyak di Indonesia.

Contoh

1.Ketika Si A membeli acrylic untuk bahan kanopi motor, maka datanglah Si B. Si B bicara kalau bikin kanopi motor harus memperhitungkan aerodinamika,ergonomi,antropometri dan istilah-istilah lainnya. Namun ketika Si A tanya, bagaimanacara mengukur aerodinamika,ergonomi,antropometri dan lain-lain, ternyata Si B tak mampu menjawab. Si B yang bukan sarjana teknik tidak tahu kalau Si adalah sarjana teknik yang sangat faham dunia aerodinamika,ergonomi,anttropometri dan lain-lainnya.

2.Si A suka sekali membuat artikel-artikel tentang ilmu logika. Tentu, sebagai pakar ilmu logika, artikel-artikelnya didukung referensi yang bisa dipertanggungjawabkan,walaupun dia tak pernah menulis sumber referensinya.Apalagi, Si A adalah sarjana filsafat yang pernah memperrdalam ilmu logika selama 10 tahun.

Kenapa seseorang menjadi seorang snob

Yang lebih penting kiita ketahui adalah, kenapa seseorang menjadi snob atau sok tahu segalanya?

Penyebabnya tentu banyak. Diantaranya:

-Ingin dianggap tahu (padahal tahunya hanya kira-kira)

-Ingin dianggap pandai (padahal tidak memahami persoalan)

-Sebagai kompensasi (karena pernah mengalami kegagalan,misalnya di bidang studi)

-Ingin dianggap hebat (padahal tidak ada apa-apanya)

-Tahu sedikit,ttetapi merasa tahu banyak (padahal tahunya memang sedikit)

-Ingin dihargai orang lain (tetapi caranya salah)

-Sikap yang apriori (belum mempelajari masalahnya,tetapi langsung komentar)

-Tergesa-gesa menarik kesimpulan (baru mengerti sedikit,langsung menarik keesimpulan)

-Ilmupengetahuan yang dikuasainya sedikt

-Memang IQ-nya di bawah rata-rata (under average)

-Dan masih ada beberapa penyebab lainnya.

Bukan snob

1.Tahu sedikit,tetapi mendalam

Contoh:

Presiden SBY,pernah membuat disertasi tentang Ekonomi Pertanian,padahal beliau bukan sarjana ekonomi. Bukan snob, walaupun ruang lingkupnya kecil (ekonomi pertanian,aspek tertentu) namun pembahasannya mendalam.

2.Teknik menggubah

Contoh:

Membuat artikel dengan cara menggubah karya orang lain juuga bukan snob,asal gubahannya substansinya sama dengan naskah aslinya. Hanya kata dan kalimatnya saja yang berbeda,tetapi maksud dan inti persoalannya sama.

3.Sebuah komentar dan analisa

Sebuah artikel komentar dan analisa, biasanya didahului kutipan dari artikel yang dibuat orang lain. Kemudian diberi komentar beerdasarkan analiisa yang didukung penalaran-penalaran yang logis dan benar.

Solusi

Bagaimana cara supaya kita tak terjebak pada sikap snob?

1.Baca dulu artikelnya

Sebelum kita berbicara atau membuat sebuah artikel,misalnya tentang psikologi, maka perlu kita baca dulu beberapa referensi. Kemudian kita tulis sesuai dengan gaya bahasa dan gaya tulisan kita sendiri. Namun, kita betul-betul faham apa yang kita tulis walaupun hanya satu aspek kecil saja.

2.Bersikap diam

Daripada berpendapat tetapi salah, baik ddiam saja. Tak usah memberikan komentar atau tanggapan yang kiita tak yakin kebenarannya. Lebih baik kita jujur menjawab “Tidak tahu” daripada menjawab tetapii salah.

3.Bertanya

Bertanya buukanlah tanda orang bodoh. Bertanya justru merupakan sikap yang sportif apabila kita memang nyata-nyata belum atau tidak mengerti. Tidak usah malu jika peertanyaan kita ditertawakan orang lain. Sebab, dengan bbertanya kepada orang yang kompeten atau ahlinya, justru biisa menambah wawasan berpikir kita.

4.Mau menerima perbedaan pendapat

Jika adda orang berbeda pendapat,jangan llangsung kita terima atau kita tolak. Hharus kita pelajari dulu benar tidaknya. Jika kita sudah yakin benar atau tidak benar, bolehlah kita memberikan komentar atau tanggapan.

5.Banyak-banyaklah membaca buku,koran,majalah,dll

Memiliki banyak ilmu pengetahuan memang perlu. Tidak pperlu dipaksakan, ttetapi harus dijadikan hobi membaca banyak buku,koran,majalah dan lain-lain. Dengan demikian kita akan memiliki wawasan berpikir yang cukup luas. kalau kaya harta bisa habiis, maka kaya ilmu tak mungkin akan habis. bahkan akan bertambah terus.

Semoga bermanfaat

Sumber foto: : experimentaltheology.blogspot.com

Hariyanto Imadha

Pecinta Psikologi

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: