Oleh: psikologi2009 | Mei 19, 2011

PSIKOLOGI: Frustasi Sosial Melanda Indonesia

ANDA tentu hampir tiap hari melihat tayangan di televisi perihal bentrokan massal yang kebanyakan bersifat horisontal. Bentrok antarwarga, antarkampung, antargolongan dan antarkelompok sosial lainnya.

Kehilangan kepercayaan

Hal itu sebenarnya merupakan manifestasi rasa frustasi masyarakat yang sudah sampai pada titik kulminasinya. Penyebabnya antara lain, masyarakat tak begitu lagi percaya terhadap proses penegakan hukum sebab mereka melihat hukum bisa diperjualbelikan. Masyarakat tak percaya lagi terhadap institusi penegak hukum terutama polri karena mereka menganggap polri suka melecehkan masyarakat, main tangkap dan main kekuasaan. Penyelesaaian secara hukumpun terkesan berbelit-belit, lama, mahal dan seringkali terasa tidak adil.

Menilai pemerintah tidak mampu

Masyarakat juga melai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah yang tak mampu menurunkan harga sembako atau paling tidak tidak mampu menahan kenaikan harga sembako yang cukup pesat. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah karena banyak kasus besar yang menguap begitu saja.

Kemuakan politik

Masyarakat juga mulai muak dengan sikap para wakil rakyat yang tidak merakyat, tidak aspiratif, menghambur-hamburkan uang rakyat, boros dan hidup bermewah-mewah.

Kekecewaaan ekonomi

Masyarakat juga sangat kecewa karena banyak kebijakan pemerintah yang lebih pro kapitalisme asing daripada pro ekonomi kerakyatan. Masyarakat juga merasakan betapa sulitnya mencari uang di masa sekarang ini. Munculnya mal, plasa, supermarket,square dan pusat bisnis besar lainnya, sangat jelas terasa pengaruhnya terhadap para pengusaha kecil.

Tidak pro rakyat

Begitu juga munculnya kapitalisme asing yang menguasaai perekonomian-perekonomian strategis membuat pengusaha kecil terjepit dan tidak mampu berkembang.

Situasi serba mahal

Pendidikan mahal, kesehatan mahal, sandang pangan mahal, transportasi mahal dan semua hal yang serba mahal itu menjadi bebas ekonomi dan psikologis yang cukup menekan kehidupan masyarakat.

Frustasi sosial

Semua itu mengakibatkan munculnya rasa frustasi sosial. Akibatnya, masyarakat mudah sekali tersinggung untuk hal-hal yang kebanyakan bersifat sepele. Disadari atau tidak, mereka memanifestasikan rasa frustasinya dengan cara-cara yang emosional. Merusak, membakar, melempar, memukul, bentrok antarpelajar,bentrok antarmahasiswa,bentrok antardesa,bentrok antarkelompok,bentrok antara masyarakat dengan aparat penegak hukum.

Faktor kepemimpinan

Kepemimpinan yang lemah, peragu, tidak tegas,hidup mewah,tak peduli rakyat,menutupi kasus-kasus besar,mengobral janji dan tidak berwibawa,akan memicu kemarahan sosial. Jika frustasi sosial itu tak bisa dikendalikan oleh pemerintah, maka bentrok horisontal itu bisa berubah menjadi bentrok vertikal dalam bentuk people power.

Sumber foto: megapolitan.kompas.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: