Oleh: psikologi2009 | Mei 20, 2011

PSIKOLOGI: Mampukah Agama Mengubah Perilaku Manusia?

UMAT beragama yang tidak faham psikologi sering punya anggapan yang keliru, seolah-olah agama merupakan jaminan akan tingkah laku yang baik. bahkan ada anggapan yang lebih keliru lagi yang mengatakan bahwa hukum agama bisa mengubah perilaku manusia.

Cara berlogika dogmatis-pasif

Kenapa anggapan yang keliru itu dimiliki oleh umat beragama. Sebab, meereka beranggapan bahwa semua yang datangnya dari Tuhan, pastilah baik. Inilah cara berlogika yang salah itu. Tapi, kalau dikatakan agama yang diturunkan Tuhan merupakan agama yang baik, maka ini adalah logika yang benar.

Memunculkan anggapan-anggapan yang keliru

Cara berlogika dogmatis-pasif juga menumbuhkan cara berlogika yang keliru juga.

Antara lain:

-Jika ideologi Pancasila atau hukum positif yang sekarang berlaku di Indonesia diganti hukum agama tertentu, tentu masyarakat Indonesia akan berperilaku yang baik.

Indoneesia tidak mungkin menjadi negara agama

Para pendiri Indonesia, yang hampir semuanya adalah tokoh agama, sadar bahwa Indonesia sampai kapanpun tak mungkin menjadi negara agama. Sebab, untuk mendirikan agama ada syarat-syarat tertentu.

Walaupun 80% penduduk Indonesia beragama tertentu, namun tidak mungkin akan menjadi negara agama. Sebab, salah satu syarat mendirikan agama yaitu adanya suatu negara yang bersifat homogen. Sedangkan Indonesia sangat banyak mengandung keanekaragaman agama,budaya,suku,kepercayaan dan keanekaragaman lainnya.

Apakah agama itu?

Banyak umat beragama yang lupa atau tidak tahu bahwa arti agama yaitu pedoman perilaku. Yang namanya pedoman adalah suatu hal yang dijadikan pegangan. Jadi, apakah pedoman itu bisa dilakukan atau tidak, ttergantung manuusianya.

Hubungan antara agama dengan perilaku

Para pakar psikologi sepakat bahwa, hubungan antara agama dan perilaku tidaklah signifikan. Tidak merupakan angka 1 yang positif. Sebab, perilaku manusia ditentukan oleh “freedom” manusia sendiri. Ditentukan oleh “willing” atau ditentukan oleh manusia sendiri. Juga ditentukan oleh cara berlogikanya.

Cara berlogika umat beragama yang keliru

Ada umat beragama berpendapat bahwa, Amerika bersifat menindas agama tertentu. Bahkan ttelah menguasai perekonomian,politik dan suber daya alam Indonesia. Maka, Amerika layak dimusuhi. Bahkan ada aliran agama tertentu yang mengatakan orang Amerika halal untuk dibunuh. Maka lahirlah terorisme. Mereka berjuang bukan lagi demi agama tetapi atas dasar rasa benci. Sebab, memperjuangkan agama ada aturannya sendiri.

Perilaku tak ditentukan agama,tetapi diri sendiri

Jadi, perilaku manusia tidak ditentukan oleh agama,melainkan ditentukan oleh diri sendiri.Bukan berarti agama tidak penting.Penting.Namun,yang menentuukan apakah seseorang bisa melaksanakan pperintah-perintah agama, tergantung manusianya.Tidak tergantung agamanya.

Indonesia negara Pancasila

Banyak umat beragama yang cara berlogikanya dangkal dan sempit. Seolah-olah karena Pancasila dan hukum positiflah,maka masyarakat Indonesia menjadi bermoral buruk. Mereka berlogika bahwa, apabila hukum agama tertentu, maka moralitas bangsa Indonesia akan menjadi baik.

Cara berlogika sempit, bodoh serta minimnya ilmu pengetahuan

Cara berlogika umat beragama tertentu demikian, karena cara berlogikanya sempit. Serta, ilmu pengetahuannya sedikit. Ilmu pengetahuan yang sedikit mengakibatkan umat beragama punya kesimpulan-kesimpulan yang keliru. Mereka melihat kehidupan ini hanya dari sudut agama, tidak ditambah dari sudut ilmu ppengetahuan, teknologi, kesejarahan, sosiologi ,psikologi dan budaya.

Kesimpulan

Dengan demikian, bukan agama atau hukum agama yang menentukan  baik buuruknya moralitas seseorang. Yang menentukan adalah kemauan pribadi.Motivasi pribadi.Semangat pribadi.Kesadaran pribadi. Sebab, manusia mempunyai “freedom” atau kebebasan untuk memilih perbuat baik ataupun tidak baik.Bukan karena agama.Bukan karena hukum agama.

Jadi,judul artikel ini yang bertanya:”Mampukah Agama Mengubah Perilaku Manusia?”,maka jawabannya bukan “iya” atau “tidak”. Tetapi,”tergantung kemauan manusia” sendiri.

Sumber gambar: stridirma.blog.uns.ac.id

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: