Oleh: psikologi2009 | Mei 30, 2011

PSIKOLOGI : Kenapa SBY Terkena Fitnah?

FITNAH, semua orang mungkin pernah mengalaminya. Fitnah merupakan berita atau tuduhan yang tidak benar atau dianggap tidak benar yang ditujukan ke seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu. Ada yang semula fitnah, ternyata fitnah itu bisa dibuktikan, maka itu bukan fitnah lagi. Ada juga fitnah yang ditutup-tutupi pihak korban.Pertanyaannya adalah kenapa seseorangg terkena fitnah dan bagaimana cara menghadapi fitnah.

Kenapa SBY terkena fitnah?

Sebagai seorang politisi, maka dunia fitnah memfitnah sebenarnya hal yang biasa terjadi. Bisa terjadi dan mungkin sering terjadi. Seseorang terkena fitnah pada dasarnya karena pelaku fitnah tidak suka dengan orang yang menjadi korban fitnah.

Kenapa seseorang tidak suka terhadap SBY?

Banyak alasan orang tidak suka terhadap SBY. Mungkin SBY dianggap suka mengobral janji, menutupi kasus-kasus besar, melindungi kader PD yang korup, melakukan kecurangan dalam pemilu, menghambur-hamburkan uang negara yang berasal dari rakyat, karena SBY terlalu neolib, menumpuk utang negara terlalu banyak, kurangg perhatian terhadap kasus Lumpur Lapindo, cuek terhadap penderitaan pengungsi Timor Timur dan berbagai alasan lain.

Fakta atau bukan fakta

Kalau ada orang atau sekelompok orang tidak suka terhadap SBY, maka harus dilihat itu fakta atau bukan fakta? Kalau kasus Lumpur Lapindo lima tahun tak terselesaikan secara tuntas, maka itu fakta, maka fakta itu bukanlah fitnah.

Soal SMS yang berasal dari “M.Nazaruddin” (dalam tanda petik)

Bisa jadi SMS itu dilakukan oleh M.Nazaruddin yang kemudian dibantahnya. Bisa jadi SMS itu dibuat orang lain yang bertujuan melakukan fitnah. Bisa jadi apa yang dikatakan SMS itu benar atau bisa juga tidak benar. Tetapi adalah merupakan fakta bahwa SMS itu memang ada.

Apa isi SMS itu?

SMS yangg dianggap fitnah dikirim dari Singapura dari sebuah BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx.

Antara lain:

1.Adanya aliran dana dari kasus Bank Century ke Partai Demokrat

2.Adanya kasus dugaan manipulasi perolehan suara dalam Pemilu 2009 sebanyak sekitar 18 juta suara

3.Adanya hubungan homoseks antara SBY dan Daniel Sparingga.

4.Dll.

Tak cukup hanya membantah

Selama ini saya menilai bahwa cara membantah yang dilakukan SBY kurang tepat. Yaitu, “hanya membantah”. Padahal, yang diinginkan masyarakat adalah “informasi yang sebenarnya”.

Misalnya:

1.Untuk membuktikan ada tidaknya aliran dana dari Bank Century ke Partai Demokrat, maka usul KPK untuk mengadakan verifikasi aliran data melalui proses audit forensik harus didukung. Bahkan kebutuhan dana sekitar Rp 93 M-pun harus disediakan. Nah, masyarakat akan melihat hasil dari audit forensik itu.

Bantahan harus didukung fakta

Jadi, SBY tidak cukup mengatakan “itu tidak benar” tetapi harus mengatakan “inilah yang benar” disertai fakta-fakta dan data-data otentik yang bisa dipercaya masyarakat.

Bagaimana cara menghadapi fitnah?

Cara menghadapi fitnah:

1.Menantang pihak pemfitnah untuk membuktikan tuduhan-tuduhannya.

Contoh:

Mahfud MD pernah menantang:” Silahkan buktikan bahwa di MK ada suap atau korupsi!”

2.Menunjukkan bukti-bukti bahwa fitnah itu tidak benar.

Contoh:

Mahfud MD mendatangi KPK disertai bukti-bukti bahwa fitnah adanya korupsi di MK itu tidak benar.

Nah, dua hal itu tidak dilakukan SBY. Tidak cukup SBY mengatakan “itu tidak benar” sebab masyarakat tentu akan bertanya “lantas, yang benar yang bagaimana?”.

Jadi, harus ada bukti-bukti bahwa fitnah itu tidak benar.

Sekarang bukan zamannya perang kata

Sebab kata bisa diputarbalikkan

Rakyat butuh adanya perang bukti

Sebab bukti merupakan fakta yang tak terbantahkan

Tambahan

Doa berlindung dari fitnah:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

وَشَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ

“Ya Allah, Aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan siksanya, dari fitnah kubur dan siksanya, dari buruknya fitnah kekayaan dan dari buruknya fitnah kemiskinan”.[HR. Bukhari] (Sumber: http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/kumpulan-doa/doa-berlindung-dari-fitnah.html)

Kesimpulan

Kenapa SBY menjadi korban fitnah?

Jika itu benar-benar fitnah, dari sudut psikologi, bisa jadi karena sikap SBY sendiri yang kurang terbuka dan kurang informatif terutama terhadap kasus-kasus besar.

Sumber gambar: pdf-pulse.eu

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: