Oleh: psikologi2009 | Juni 14, 2011

PSIKOLOGI: 70% Pemimpin, Pejabat dan Wakil Rakyat Sakit Jiwa

SECARA fisik, mereka memang sehat wal’afiat. Namun secara psikis, sesungguhnya 70% pemimpin, pejabat dan wakil rakyat sedang mengalami sakit jiwa. Mereka tak mampu lagi berpikir secara rasional. Cara berpikirnya sudah melenceng dari norma-norma agama. Agama hanya formalitas saja. Walaupun rajin shalat atau tempat ibadah lainnya, namun itu hanya merupakan basa-basi rutin saja. Agama dipahami hanya kulit-kulitnya. Sesungguhnya mereka tergolong orang-orang kufur ataupun kafir. Tuhan hanya merupakan kata-kata.

Korupsi

Korupsi dihalalkan.Padahal di dalam semua kita suci, terutama Al Qur’an jelas dikatakan bahwa korupsi iitu haram hukumnya. Namun dilakukan juga. Melanggar ajaran agama, hanya bisa dilakukan rang yang menderita sakit jiwa.

Pungli

Untuk menjadi PNS atau bekerja di instansi-instansi pemerintah, mereka memungut pungli. Baginya, pungli dihalalkan dan diplesetkan menjadi uang jasa. Tidak tahu lagi mana yang baik dan buruk. Tidak tahu lagi mana yang boleh dan tidak boleh. cara berlogika yang tidak jelas ini merupakan indikator orang yang sakit jiwa karena tak mengenal etika moral lagi.

Koruptor sebenarnya mengalami sakit jiwa

Ciri-cirinya:

-Tidak peduli akan perilakunya,

-Tidak merasa bersalah dan cuek

-Antisosial

Hal tersebut merupakan perilaku yang memenuhi kriteria suatu gangguan kepribadian. Orang dengan gangguan kepribadian biasanya tidak merasa ada yang salah dengan diri dan perilakunya. Bahasa psikologisnya, kondisi ini bersifat egosintonik. Lihat saja para koruptor, walau dinyatakan bersalah pun masih mau mangkir dan mengelak serta memohon ampunan.

70% Masyarakatpun sakit jiwa

Jangan lupa, masyarakatpun banyak yang sakit jiwa. Sudah tahu menyuap atau menyogok itu tidak baik dan dilarang agama, tetapi dilakukan juga. Tidak tahu kualitas pimpinan dan wakil rakyat, dipilih juga. Masyarakat juga suka tawuran antarwarga, antarmahasiswa,antarpelajar,antaragama dan kerusuhan-kerusuhan lainnya.

Para ulamapun saling kafir-mengkafirkan. Saling murtad-memurtadkan.Saling sesat-menyesatkan. Padahal, kafir,murtad dan sesat hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Kehidupan masyarakat cenderung hedonistis. Menuhankan uang dan harta. Bahkan survei juga menunjukkan sekitar 62% pelajar laki atau perempuan pernah melakukan hubungan seks bebas tanpa terikat pernikahan.

Sampai sekarang, belum ada solusi yang tepat untuk menanggulangi masalah seperti itu.

Sumber foto: eramuslim.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Responses

  1. PENULIS ADALAH BAGIAN DARI MASYARAKAT.. BERARTI SAMA DONG..


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: