Oleh: psikologi2009 | Juni 25, 2011

PSIKOLOGI: Kenapa Orang Berbohong?

DISADARI atau tidak, hampir tiap hari tiap orang pasti berbohong. Masalahnya, berbohong bermacam-macam sebabnya dan bermacam-macam juga tujuannya sebab semua dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor eksternal dan internal.

Ada dua faktor penyebab kebohongan:

1.Faktor internal

2.Faktor eksternal

ad.1.Faktor internal

Yaitu faktor yang ada dalam diri seseorang.Banyak alasan kenapa seseorang berbohong.

1.Menutupi kelemahan/ketidakmampuan yang ada pada dirinya (minder)

Misalnya:Sebenarnya lulusnya tidak cumlaude, tetapi kemanapun pergi selalu pamer gelar sarjana.

2.Ingin dianggap “wah” oleh orang lain

Misalnya:Pamer mobil bagus seolah-olah milik pribadinya.Padahal mobil pinjam.

Misalnya: Naik haji, tetapi memakai uang hasil korupsi.

3.Sekadar ingin menyenangkan hati orang lain

Misalnya:Memuji orang lain cantik. Padahal sebenarnya kurang cantik.

4.Tidak ingin hal-hal yang bersifat privasi diketahui orang lain

Misalnya:Menjadi anggota Facebook, tetapi Profil diisi data palsu.

5.Sebagai usaha untuk meyakinkan orang lain

Misalnya: Dijamin tidak ada pemadaman listrik bergilir.Ternyyata ada.

6.Menghindarkan diri dari tanggung jawab

Misalnya:Membantah dia yang melakukan suatu perbuatan tertentu.

7.Bertujuan menipu orang lain

Misalnya:Menawari pekerjaan sebagai penjaga toko. Ternyata dijadikan PSK

8.Supaya dihargai orang lain

Misalnya:Mengaku-aku masih ada hubungan famili dengan presiden

9.Memang kebiasaan berbohong

Misalnya: Semacam kelainan kejiwaan

10.Karena punya tujuan tertentu.

Misalnya:Polisi yang menyamar sebagai calon pembeli narkoba.

ad.2.Faktor eksternal

Yaitu faktor yang ada di luar diri seseorang.Banyak alasan kenapa seseorang berbohong.

1.Karena dibayar orang lain untuk berbohong

Misalnya menjadi saksi palsu

2.Melindungi/menyelamatkan diri sendiri atau orang lain dari ancaman seseorang

Misalnya:Mengatakan tidak tahu menahu,padahal sebenarnya tahu

3.Pengaruh pergaulan

Misalnya:Si A suka bohong karena iseng. Si B juga ikut-ikutan bohong.

4.Ingin merasa lebih.

Misalnya, si A bergelar S-2, maka seseorang mengaku bergelar S-3.

5.Karena alasan politik

Misalnya: Sebenarnya jumlah kemiskinan ada 39 juta orang. Namun demi politik pencitraan, dikatakan jumlah kemiskinan Cuma 16 juta orang..

6.Alasan bisnis

Misalnya:Sebenarnya produknya kualitas nomor tiga, tetapi mengakunya kualitas nomor Satu

7.Karena basa-basi

Misalnya: Ketika menghadap presiden, Si A ditanya bagaimana kabarnya. Maka si A menjawab baik. Padahal tidak baik.

8.Karena ingin mendapatkan uang

Misalnya: Acara infotainment yang banyak bohongnya

9.Karena profesi

Misalnya:Deddy Corbuzier bisa mengendarai motor dengan mata tertutup. Padahal ada trik-trik tertentu yang dikuasainya sesuai dengan profesinya.

10.Karena tidak memenuhi persyaratan

Misalnya:Mendaftar sebagai anggota Facebook, karena tidak punya foto, maka dipasangnya foto orang terkenal, foto kartun atau foto apa saja.

Masih banyak sebab dan tujuan orang berbohong. Namun hal-hal di atas adalah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kesimpulan:

Baik atau tidaknya berbohong, tergantung daripada situasi,kondisi,sebab dan tujuannya.

Sumber gambar: filsafat.kompasiana.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: