Oleh: psikologi2009 | Agustus 31, 2011

PSIKOLOGI: Kenapa Banyak Umat Beragama Melakukan Korupsi?

TIDAK hanya di Indonesia. Di berbagai negara di seluruh dunia, 99,99% pelaku korupsi adalah umat beragama. Kenapa bisa begitu? Apakah tidak ada hubungan antara agama dengan perilaku manusia? Apalah agama tidak efektif lagi memperbaiki perilaku umatnya? Ataukah metode pengajaran agamanya yang keliru?

Apakah agama itu?

Secara umum, agama adalah pedoman perilaku bagi para pengikutnya agar menjalankan semua perintah agamanya dan menjauhi larangan-larangan yang diajarkan agamanya.

Kenapa umat beragama melakukan korupsi?

-Karena agama yang dipahami tidak meresap ke hati

-Karena iman yang lemah

-Karena moral dan watak yang buruk

Apakah korupsi itu?

Korupsi adalah perilaku buruk yang bertujuan mengambil harta/uang yang menjadi milik negara ataupun orang lain.

Kenapa ada korupsi?

-Karena moral yang buruk pelaku korupsi

-Karena manajemen keuangan yang buruk sehingga tercipta peluang korupsi

-Karena manajemen yang lemah

-Karena hukuman yang bisa dibeli atau ditawar-tawar

Watak

Tiap orang punya watak positif maupun negatif. Ada yang banyak negatifnya daripada positifnya. Ada yang banyak positifnya daripada negatifnya.

Bagaimana terciptanya watak

Coba perhatikan. Sekeor kucing melahirkan anak sebanyak lima ekor. Apakah wataknya sama? Ternyata tidak. Ada yang takut manusia, ada yang manja dengan manusia, ada yang pemalu, ada yang galak atau pemarah dst.

Begitu juga manusia. Ketika lahir, ada bayi yang suka tertawa dan ada bayi yang jarang tertawa dan ada bayi yang suka menangis terus menerus. Jadi, ada watak bawaan dan tentunya ada watak yang merupakan pengaruh lingkungan.

Watak terbentuk karena lingkungan

Orang yang hidup di lingkungan orang-orang jahat, probabilitasnya atau kemungkinan turut menjadi jahat cukup besar. Misalnya, seseorang yang semula jujur di kantor, karena semua temannya korupsi, maka ada kemungkinan dia terpengaruh melakukan korupsi pula.

Peranan otak

Kalau mau jujur, kualitas otak manusia tidak sama. Ada yang IQ-nya tinggi, sedang dan rendah. Dan ada otak yang terisi berbagai pengaruh lingkungannya (agama, ilmu pengetahuan, sosial, teknologi, ekonomi dan lain-lain) membuat cara berpikir orang berbeda-beda.

Peranan hati

Hati adalah tempatnya rasa. Sedih, senang, galau, kecewa, marah, munafik, syirik, dengki dan sejuta rasa lainnya.

Hubungan antara otak dan hati

Otak yang bermacam-macam isinya, bisa mempengaruhi suasana hati. Sebaliknya, suasana hati bisa mermpengaruhi otak atau pikiran. Orang yang menerima ajaran agama, ada yang cukup tersimpan di otak saja tetapi tak pernah tersimpan di hati.

Kenapa umat beragama melakukan korupsi?

Dari uraian di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa umat beragama yang melakukan korupsi, rata-rata ajaran agama hanya di simpan di otak, tetapi tidak juga disimpan di hati. Apalagi, otak mudah terpengaruh olah faktor-faktor lingkungan.

Akhirnya korupsipun terjadi

Baginya, agama hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Karena ada peluang korupsi dan hatinya tak menyimpan ajaran agama (imannya lemah), maka pikirannya meng”halal”kan perilaku korupsinya. Walaupun secara fisik seseorang rajin beribadah, namun kalau hatinya atau imannya lemah, maka hal-hal yang negatif bisa saja dilakukannya. Otaknya tak mampu mengendalikan perilaku negatifnya. Baginya hukuman adalah urusan nanti. Masuk nerakapun urusan nanti. Cara berpikirnya pendek.

Pertanyaannya

Kenapa pengajaran agama di Indonesia hanya tersimpan di pikiran tetapi tak tersimpan di hati?

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: