Oleh: psikologi2009 | Oktober 1, 2011

PSIKOLOGI: Kenapa Seseorang Bisa Salah Faham?

SEBAGAI Pengamat Perilaku (behaviour observer) sejak 1973, tentu keberadaan Facebook tidak semata-mata untuk keperluan mencari sahabat ataupun mengamalkan ilmu, tetapi juuga saya manfaatkan untuk mengamati perilakunya. Hal itu bisa tercermin dari kalimat-kalimat yang ada pada komen-komennya. Salah satunya yaitu, kenapa Facebooker bisa salah faham terhadap kita? Inilah hasil pengamatan saya selama beberapa bulan ini.

Beberapa penyebab Facebooker bisa salah faham

1.Tidak memahami status Anda

Kalimat yang Anda tulis di status mungkin terlalu pendek atau terlalu panjang sehingga tidak dipahami secara sempurna oleh Facebooker. Celakanya, Facebooker yang belum benar-benar mengerti status Anda tidak mau bertanya, tetapi langsung memberikan komen, padahal komennya keliru (tidak sesuai maksud status Anda)

2.Terbatasnya ilmu dan cara pandang

Bisa juga karena Facebooker tersebut memiliki keterbatasan ilmu pengetahuan atau pengetahuan. Misalnya, kurang fahamnya terhadap psikologi, padahal status Anda bicara tentang psikologi. Akibatnya, Facebooker membuat penilaian secara subjektif tak berdasar referensi. Juga salah mengambil sudut pandang. Misalnya, status Anda bicara tentang ilmu filsafat, tetapi ditanggapi dari sudut ilmu agama. Padahal, pendapatnya keliru.

3.Karena faktor tidak suka (dislike factor)

Bisa saja, kenal atau tidak kenal, Facebooker tersebut tidak suka dengan Anda. Mungkin mengira Anda sombong atau mungkin Facebooker tersebut merasa lebih pandai daripada Anda, maka apapun status yang Anda tulis, selalu dianggap salah.

4.Negative thinking

Hampir sama dengan nomor 3 di atas. Bedanya, negative thinking memang sudah merupakan kepribadiannya. Kepada siapapun Facebooker tersebut selalu bersikap atau berpikir negatif. Apapun pendapat Anda, walaupun itu kompetensi Anda,walaupun pendapat Anda berdasarkan referensi, akan dianggap salah.Padahal, komen dia yang sebenarnya keliru.

5.Kemampuan berlogika yang rendah

Bisa juga salah faham terjadi karena faktor kualitas berlogika yang rendah. Status Anda telah disimpulkan dengan kesimpulan yang keliru. Hal ini terjadi karena pemahaman logika yang rendah dan sempit.

6.Karena faktor GR (gede rasa)

Facebooker bisa salah faham atas status Anda. Anda menulis kalimat yang berlaku umum, tetapi diartikan secara khusus (seolah-olah ditujukan ke Facebooker), padahal Anda tak menulis nama Facebooker siapapun. Misalnya Anda mengatakan banyhak orang Indonesia gila gelar, maka Facebooker tersebut merasa status Anda ditujukan kepada dirinya. Padahal, konteksnya adalah umum, pada umumnya.

7.Disebabkan snob

Snob atau sok tahu,sok pintar dan sok mengerti memang merupakan gejala yang banyak kita jumpai di masyarakat kita, termasuk di Facebook. Tidak mengerti psikologi, seolah-olah mengerti psikologi. Tidak mengerti ilmu filsafat, merasa menguasai ilmu filsafat. Bukan ustadz ttetapi merasa sudah menguasai ilmu agama

8. Cara berpikir dogmatis-pasif

Yaitu cara berpikir yang statis. Tidak berkembang. Tidak mau menerima perbedaan pendapat. Tidak mau menerima teori baru. Oleh karena itu, apapun pendapat Anda yang dianggap keliru, akan dianggap salah. Padahal, seringkali Facebooker menyalahkan Anda tanpa didukung penalaran yang logis dan benar.

9.Ngeyel

Banyak orang yang merasa pendapatnya sendiri yang paling benar. Jika ada pendapat yang berbeda, maka diserangnya pendapat itu. Bahkan yang diserang bukan pendapat Anda, tetapi pribadi Anda. Ketika Anda memberikan penjelasan, mereka tetap ngeyel. Biasanya, mereka adalah Facebooker yang belum mengenal Anda secara pribadi.Timbullah salah faham

10.Psikopat

Salah faham bisa jadi karena Facebooker tersebut seorang psikopat. Psikopat bukanlah penyakit jiwa ataupun kelainan jiwa, mmelainkan kelainan kepribadian. Kepribadian yang buruk memang bisa menimbulkan salah faham. Dia bisa merasa puas secara psikologis (kepuasan yang semu dan negatif) apabila dia bisa menyakiti hati Anda dengan cara memberikan komen-komen yang negatif. Padahal, dia sesungguhnya salah faham.

 

Itulah hasil observasi saya tentang salah faham yang bisa terjadi di mana-mana, termasuk di Facebook.

 

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

(Behavior observer)

Sejak 1973

Iklan

Responses

  1. Jangan terlalu dini mengambil kesimpulan, artikel anda secara tidak sengaja juga bagian dari brainwash, hehehehe, klo bisa sesama pemain di bidang yg sama tetap di jalur kode etik,….trims


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: