Oleh: psikologi2009 | November 6, 2011

PSIKOLOGI: Anda Bukan Manusia Sempurna

PEKERJAAN yang paling mudah yaitu menasehati orang lain. Sebaliknya, pekerjaan yang paling sulit adalah menasehati diri sendiri. Pada saat kita menasehati orang lain, tentu yang kita lihat adalah sisi negatif orang lain. Pada saat yang bersamaan, kita lupa bahwa sesungguhnya kita bukanlah manusia yang sempurna. Lebih konyol lagi kalau ada orang menasehati orang lain yang belum dikenalnya secara pribadi. Apalagi tidak memahami psikologi perilaku.

1.Belajar memahami kekurangan orang lain

Kita harus sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Semua kenalan Andapun pasti bukan manusia sempurna. Bahkan para tokoh agamapun bukan manusia sempurna.

Tiap orang pasti mempunyai kekurangan. Mungkin dia orang yang pelit, cerewet, sombong, sok kaya, suka menghina, suka berhutang tapi tidak mau membayar, suka mencela dan seterusnya.

Kekurangan-kekurangan itu sebaiknya kita pahami dan sedapat mungkin kita melihat sisi positifnya.

2.Belajar mengakui kekurangan diri sendiri

Ini adalah tahap yang paling sulit, apalagi kalau tidak ada kemauan. Banyak orang bodoh tidak mau mengakui kebodohannya, tetapi justru merasa lebih pandai daripada orang lain yang benar-benar pandai. Tidak mau mengakui kemiskinan dan menutupi kemiskinan dengan pakaian yang bagus-bagus. Tidak mau mengakui bahwa dirinya juga sombong, pelit dan kekurangan-kekurangan lain yang ada pada dirinya.

Kuman di seberang tampak

Ada peribahasa mengatakan, kuman di seberang tampak, tetapi gajah di pelupuk mata tidak tampak. Artinya, kesalahan kecil pada orang lain mudah dilihat, tetapi kesalahan yang besar pada dirinya tidak bisa dilihat.

Hukum sosial

Ada yang dilupakan orang, bahwa jika seseorang bisa mengatakan keburukan orang lain, maka sesungguhnya orang lainpun bisa mengatakan keburukan dirinya. Jadi, mengatakan keburukan orang lain sama saja menunjukkan keburukan diri sendiri.

Tak perlu memusuhi

Kalau kita punya kenalan yang kita lihat sisi negatifnya, maka tidak perlu kita musuhi, sebab bukan tidak mungkin suatu saat kita akan membutuhkan kelebihannya. Bukan tak mungkin suatu saat kita membutuhkan pertolongannya.

Yang perlu dihindari

Meskipun demikian ada batas toleransinya. Jika seseorang bersifat merugikan kita, maka tak ada salahnya kita menjaga jarak. Bukan memusuhinya dalam arti tidak bertegur sapa, tetapi berusaha untuk menghindari dan menjauhinya. Misalnya kalau kita punya kenalan yang suka meminjam barang, tetapi kembalinya dalam kondisi rusak dan dia tak mau mengganti rugi.

Lebih bijaksana bersikap diam

Jika di dalam pergaulan ada orang yang tidak kita sukai, lebih baik kita bersikap diam. Yang penting kita tahu bagaimana perilaku orang lain. Tak perlu kita menasehatinya, kecuali memang kita benar-benar sudah mengenalnya secara baik. Menasehatipun tidak perlu dengan kata-kata yang kasar atau kurang pantas, tetapi cukup dengan kalimat bertanya.

Nah, saatnya kita memahami kekurangan orang lain, sekaligus mengakui adanya kekurangan pada diri kita sendiri.

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: