Oleh: psikologi2009 | November 25, 2011

PSIKOLOGI: Asal Beda Pendapat dan Beda Pendapat

BERBEDA pendapat itu bisa indah dan bisa tidak indah. Bisa indah kalau kedua belah pihak tahu tata cara berbeda pendapat. Tidak indah kalau kedua belah pihak tahu tata cara berbeda pendapat. Namun harus dibedakan antara “asal beda pendapat” dan “beda pendapat”.

Asal beda pendapat

Pasti dimulai dengan sebuah pendapat. Tanpa memahami maksud daripada pendapat itu, langsung saja dikomentari dengan komentar yang tidak relevan. Si A bicara dalam konteks A tetapi Si B berkomentar dalam konteks B

Contoh

Si A berpendapat bahwa sebaiknya pemilu dilaksanakan secara online. Si A adalah seorang programmer profesional yang bekerja pada sebuah perusahaan konsultan manajemen yang menjadi pelanggan pemerintah terutama dalam hal yang berhubungan dengan manajemen dan komputerisasi dan bidang-bidang yang berhubungan dengan manajemen dan komputer.

Si B yang belum mengenal Si A secara pribadi dan belum mengetahui profesi Si A, langsung memberi komentar bahwa pemilu online tidak mungkin karena bahaya adanya hacker dan justru bisa dimanipulasi hacker. Si B adalah sarjana sejarah yang tidak punya pengetahuan yang profesional di bidang manajemen dan komputer.

Tentu, pendapat Si B merupakan “asal beda pendapat” karena tidak didukung ilmu pengtahuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai di bidang manajemen dan komputer.

Beda pendapat

Beda pendapat adalah perbedaan pendapat yang relevan dengan konteksnya serta kompetensi yang dimilikinya. Dengan demikian argumentasinya adalah pada ruang lingkup yang bisa dipercaya.

Contoh

Si A adalah sarjana sastra dan telah menerbitkan beberapa karya novel. Diapun mengomentari novel-novel karya penulis lain yang dianggapnya sebagai novel yang hambar karena tidak membawa pesan apa-apa bahkan tidak ada “something new”.

Si B yang seorang novelis tetapi bukan sarjana sastra berpendapat bahwa, tidak semua novel sebagai novel yang hambar , tidak membawa pesan tertentu serta tidak ada “something new”. Si B pun menyebutkan beberapa nama novelis dan judul-judul novel yang dianggapnya membawakan pesan dan ada “something new”.

Jelas, itulah yang disebut beda pendapat sebab Si A maupun Si B sama-sama punya pengalaman, pengetahuan dan juga punya kompetensi yang sama. Dengan kata lain, Si A dan Si B tahu apa definisi “sastra” maupun “novelis”.

Syarat berbeda pendapat:

1.Memahami masalah

2. Punya kompetensi

3.Di dalam konteks yang sama

4.Sopan

5.Tidak menyinggung perasaan

6.Tidak bersifat menggurui

7.Tidak sinisme

8.Realistis

9.Faktual

10.Rasional

11.Tidak memaksakan pendapat

12.Disertai contoh faktual

13.Jujur

14.Bernada menghargai

10.Didukung penalaran

Kesimpulan

1.Asal beda pendapat dasarnya adalah komentar-komentar yang hanya berdasarkan ilmu kira-kira. Tidak didukung penalaran yang faktual

2.Sedangkan berbeda pendapat didukung oleh pengalaman dan kompetensi yang benar-benar dimiliki. Itupun didukung penalaran yang faktual.

Saran

1.Yang harus kita nilai adalah “benar” dan “tidak benarnya” lawan bicara kita. Kalau benar, harus kita katakan benar. Kalau tidak benar, berikan argumentasi Anda yang realistis, faktual dan masuk akal.

2.Kalau tidak mengerti, lebih baik tidak berkomentar atau bertanya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Facbooker/Blogger

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: