Oleh: psikologi2009 | Desember 24, 2011

PSIKOLOGI: Kenapa Ada Seseorang Suka Mencela Kita?

DALAM kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita bertemu dengan seseorang yang suka mencela atau berbuat tidak menyenangkan kita. Bahkan suka menyalahkan kita. Atau bahkan selalu mencari-cari kesalahan kita.

Ada motivasinya

Orang mencela orang lain tentu harus kita lihat dulu konteksnya.

1.Konteks bercanda

2.Konteks serius

ad.1.Konteks bercanda

Tidak masalah. Sebab niatnya memang cuma bercanda. Tetapi ini baru pas kalau diucapkan oleh orang yang sudah mengenal kita. Bahkan sudah lama mengenal kita. Jika itu diucapkan oleh orang yang belum kita kenal, maka motivasinya tergantung dari nada atau intonasi ucapannya. Ada nada sinis, ada nada kritik, ada nada merendahkan kita dan lain-lain.

Hal tersebut semata-mata memang ditujukan untuk bercanda. Namun tujuannya tetap menunjukkan adanya kekurangan pada diri kita. Tujuannya memang baik, tapi diungkapkan dengan cara yang tidak menyakiti perasaan kita.

Contoh:

a-“Ente nggak pernah shalat kok ingin masuk sorga. Memangnya malaikat bisa ente sogok?”

b-“Lu punya gelar banyak, tapi otak lu tetap otak udang. Soalnya gelar-gelar elu dapatnya beli. Hehehe…”

ad.Konteks serius

Bisa dilakukan orang serumah, sekantor, tetangga atau kenalan. Ada orang yang selalu menyalahkan kita padahal belum tentu kita yang salah. bahkan manakala kita benar-benar tidak salah, selalu dikatakan salah.

Hal tersebut seringkali diucapkan orang yang sedang stress, punya masalah atau punya hal-hal negatif yang seringkali ditutup-tutupi. Sebagai pelampiasannya, dia sering menyalahkan atau mencari-cari kesalahan kita.

Contoh:

a-Kita punya tetangga dan punya telepon kabel PT Telkom. Kebetulan kabelnya melewati pohon yang tumbuh di rumah kita. Sewaktu-waktu teleponnya mati. Tetangga yang tidak faham telepon itupun langsung menyalahkan kita. bahkan menyuruh kita untuk menebang pohon kita. padahal, sesudah PT Telkom datang, ternyata kerusakan ada pada pesawat telepon tetangga itu.

b-Kita punya sampah sedikit yang kita buang ke ttempat sampah. Anehnya, sampah tetangga yang biasanya banyak, ternyata dibuang ke tempat sampah kita. Hasilnya, tempat sampah tetangga selalu kosong. Sesudah kita cek ke Ketua RT, ternyata menurut Ketua RT mengatakan bahwa tetangga kita mulai dua bulan yang lalu tidak pernah membayar iuran sampah. Sanksinya, sampah tidak akan diambil petugas sampah.

Kesimpulan

1.Orang yang suka mencela kita tetapi dalam konteks bercanda, biasanya punya motivasi dan tujuan yang baik. Pandai menjaga perasaan orang lain. Biasanya orangnya cerdas.

2.Orang yang suka mencela kita secara serius, biasanya sedang stress, punya masalah dan biasanya punya masa lalu yang negatif (kegagalan, bangkrut dan lain-lain).

3.Apa yang dilakukan tiap orang pada dasarnya ada penyebabnya dan ada tujuannya. Oleh karena itu, marilah kita belajar menganalisa perilaku orang lain dan menemukan kesimpulan tentang motivasi atau latar belakangnya.

Saran

Menghadapi orang yang demikian sebaiknya kita bersifat realistis. Artinya, kita tidak mungkin mengubah watak orang lain. Adanya memang begitu. Bersikap mengalah merupakan langkah terbaik, sebab suatu saat orang tersebut akan mengetahui kesalahannya walaupun tidak mau mengakui kesalahannya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Iklan

Responses

  1. Aq sering drendahkn, hal ini tjadi stlh mnikah. Waktu awal2 dl aq bawa bcanda, tdk pnah aq masukkan dlm hati. Tp suatu ketika ad masalah dg dy, mulai dr itu aq agak menjauh… dy smakin mjadi merendahkan aq. Mulai saat itu jg smua kata2ny menusuk dada (dlm arti yg sbenarny). Aq jg jd sadar kl smua pkataanny tyt dbesar2kan. Stiap mdengar namany dsebut rasany darah naik k otak. Tp aq jg g bs mhindar krn dy bumer. Aq sdh mcoba utk cuek n tdk mhiraukan kata2ny, tdk satupun jg kata2ny aq balas. Dy sll mcoba mmancing amarahq dg mcari phatian anakq, mbuat seolah2 anakq lbh sayang dy. Aq jd gemes krn jengkel jg krn g bs bbuat apapun. Kl sudah bgitu ap yg hrs dlakukan?


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: