Oleh: psikologi2009 | Januari 3, 2012

PSIKOLOGI: Kekerasan Merupakan Manifestasi Kebodohan

MANUSIA diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Sempurna dalam arti, manusia dibekali otak yang cerdas bila dibandingkan mahluk lain, terutama hewan. Meskipun demikian, manusia juga dibekali emosi. Otak dan emosi saling berinteraksi. manakala otak berpikiran negatif, maka emosipun bersifat negatif, bahkan lebih negatif. Energi otak justru bisa berpindah ke emosi.

Mahluk rasional

Manusia sesungguhnya mahluk yang rasional. mampu berpikir rasional. mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. mana yang baik dan mana yang buruk. Bisa membedakan. Namun, berpikir baik ataupun buruk dikendalikan oleh motivasi masing-masing. Tergantung ego masing-masing.

Mahluk emosional

Emosi bisa dalam arti yang baik, yaitu berupa cinta, rasa kagum, rasa gembira, keinginan untuk melukis, membuat lagu yang indah dan semacamnya. Namun, emosi juga bisa berkonotasi negatif. Yaitu, rasa marah, iri, cemburu, benci, keinginan untuk merusak, keinginan untuk menghancurkan dan semacamnya.

Faktor lingkungan

Salah teori psikologi mengatakan bahwa, lingkungan lebih mempengaruhi perilaku manusia daripada faktor bawaan atau keturunan. Jika lingkungannya buruk, maka perilakunyapun bisa buruk. Jika lingkungannya baik, maka bisa jadi seseorang akan memiliki perilaku baik.

Tergantung pengendalian diri

Namun, sesungguhnya, baik buruknya perilaku manusia tergantung pengendalian diri masing-masing orang. Artinya, walaupun rajin shalat dan sudah naik haji, tetapi kalau pengendalian dirinya lemah, bisa saja seseorang melakukan korupsi. Sebaliknya, seseorang bisa saja berperilaku baik karena mempunyai perilaku yang baik. Walaupun situasi lingkungannya buruk, tetapi karena pengendalian dirinya baik, maka seseorang tidak akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.

Ada hubungannya dengan kualitas otak

Ternyata, pengendalian diri tergantung dan ditentukan kualitas otak. Otak yang kuat dan cerdas dan biasanya mempunyai pengendalian diri yang kuat. Otak akan mengendalikan emosi dan bukan emosi yang menguasai otak.

Kekerasan merupakan cermin kebodohan

Dengan demikian, maka jelaslah, hanya otak yang cerdas yang mampu menyelesaikan persoalan atau masalah secara bijak. mampu melakukan negosiasi secara efektif, mampu melakukan komunikasi yang optimal, mampu mencari dan menemukan titik temu dan mampu membuat keputusan yang bersifat “:win win solution”

Kesimpulan

Dengan demikian, semua perilaku kekerasan, anarki, merusak, menyakiti fisik orang lain bahkan tindakan brutal, merupakan cermin manusia-manusia yang bodoh, tolol atau dungu. Sebab, otaknya dikuasai emosi. Otaknya tak mampu mengendalikan emosi. Dengan kata lain, kualitas otaknya rendah,IQ-nya rendah, bodoh, tolol atau dungu.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: