Oleh: psikologi2009 | Januari 10, 2012

PSIKOLOGI: Jangan Menganggu Privasi Seseorang


SAYA sering melihat dan bahkan mengalami masih adanya status-status, komentar-komentar atau tanggapan-tanggapan yang sangat menganggu privasi Facebooker. Yang dipersoalkan bukan tulisannya, tetapi siapa yang menulis. Dari sudut psikologi, hal tersebut tidak baik dan bisa melukai harga diri Facebooker dan menyebabkan adanya proses remove atau blokir.

Harus bisa membedakan domain semua, sebagian,beberapa atau tertentu

Domain “semua
Yaitu sebuah kata yang bicara pada umumnya dan tidak menyebut nama siapapun. Kata semua tentu merupakan hasil kesimpulan deduktif yang tidak bisa merupakan hal yang sebenarnya. Hanya merupakan “stereotype”.

Misalnya:
“Semua orang Indonesia sebenarnya malas bekerja. Kalau libur, senangnya bukan main”.

Domain “sebagian
Yaitu sebuah kata yang bicara sebagian dan tidak menyebut nama siapapun. Kata sebagian tentu berarti ada sebagian yang memang demikian dan ada sebagian yang memang tidak demikian.

Misalnya:
“Sekitar 70% anggota DPR adalah pengidap psikopat”.

Domain “beberapa
Yaitu sebuah kata yang biasanya ditujukan sekelompok kecil orang tanpa menyebut nama siapapun. Itu berarti ada sekelompok besar yang tidak demikian dan hanya sekelompok kecil yang demikian.

Misalnya:
“Beberapa anggota KPK pastilah ada yang tidak jujur”

Domain “tertentu”
Yaitu sebuah kata yang bicara pada sekelompok tertentu tanpa menyebut namanya dan itu tidak berlaku untuk kelompok tertentu lainnya.

Misalnya:
“Masyarakat yang tinggal di Kali Ciliwung merupakan masyarakat miskin dan hidupnya jorok. Membuang sampah ke Kali Ciliwung”.

Jadi, selama kata atau kalimat tersebut tidak menyebut nama seseorang atau beberapa nama orang, maka kata atau kalimat tersebut tidak perlu dipersoalkan, sebab itu masuk kategoro “kalimat abstrak” yang merupakan cara berpikir deduktif maupun induktif yang dilakukan melalui proses abstraksi.

Jangan mengganggu privasi seseorang
Tiap orang tentu punya “hak privasi”, walaupun hal tersebut diketahui banyak orang.

Misalnya:
1.Seorang Facebooker yang selalu menampilkan foto-foto pribadinya.
Ya, biarkan saja. Itu hak privasi dia.

2.Seorang Facebooker yang selalu menulis status-status dakwah dan menulis ayat-ayat suci.
Ya,biarkan saja. Itu hak privasi dia.

3.Seorang Facebooker yang selalu berbicara tentang cinta
Ya,biarkan saja. Itu hak privasi dia.

4.Seorang Facebooker yang suka mengeluh dan curhat
Ya,biarkan saja. Itu hak privasi dia.

5.Seorang Facebooker selalu mengritik (menunjukkan kesalahan pemerintah)
Ya, biarkan saja. Itu hak privasi dia.

Boleh komentar,tapi jangan melarang
Jadi, jika Anda membaca status para Facebooker yang bicara tentang apa saja, ya biarkan saja. Suka atau tak suka, Anda tidak berhak melarangnya, kecuali statusnya bernada melanggar hukum atau norma-norma.

Komentar yang tidak baik
Komentar-komentar yang tidak baik di Facebooker, apalagi mempersoalkan penulis status secara negatif, merupakan kondisi psikologis negatif para komentatornya. Antara lain, mungkin penulis komentar sedang stres, negative thinking, snob, tidak memahami masalah atau bahkan sedang mengidap psikopat..

Komentar yang baik
Komentar yang baik di Facebook harus bersifat menyenangkan pembuat status. Jangan sesekali membuat pembuat status tersinggung, harga dirinya terasa dilecehkan, menggurui dan hal-hal lain yang menyangkut hak privasi seseoranf Facebooker. Oleh karena itu, komentar yang baik adalah komentar yang menyenangkan. Misalnya, komentar yang bernada bercanda atau lucu-lucu. Atau cukup klik “Suka”.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: