Oleh: psikologi2009 | Januari 26, 2012

PSIKOLOGI: Sepuluh Perilaku Para Facebooker


WALAPUN jumlah Facebooker ada ratusan juta orang, namun sebenarnya perilaku mereka bisa dikelompokkan menjadi sepuluh perilaku. Perilaku ini sifatnya netral. Artinya, tidak dihubungkan dengan perilaku baik ataupun perilaku buruk. Sebab, baik atau buruknya perilaku ukurannya adalah norma. Sejauh sesuai dengan norma, maka perilaku tersebut baik. Sebaliknya, kalau tidak sesuai norma, maka perilaku tersebut buruk.

Sepuluh perilaku Facebooker

1.Abstract-isme
Yaitu Facebooker yang tidak punya ide yang bagus untuk menulis status. Akhirnya asal ketik dan asal bunyi saja. Tidak jelas apa maksus dan tujuannya.

Contoh:
“Prikitiew…prek-prok…Nggak ada ujan.Nggak ada ojek.Becek.”

2.Alay-isme
Yaitu Facebooker yang membuat nama profil atau username atau kata/kalimat yang neko-neko (aneh-aneh)

Contoh:
Nama : 34mb4n6 klewer-klewer
Kalimat : “@q gpp qoq. Titi DJ @z@,dech…”

3.Critic-isme
Yaitu Facebooker yang suka membuat status atau artikel kritik,

Contoh:
“Wah…Rupa-rupanya Partai Demokrat berubah nama menjadi Partai Demosekarat,ya?”

4.Info-isme
Yaitu Facebooker yang suka menyampaikan informasi kondisi desanya, kotanya, sekolahnya, kampusnya, kantornya dan semacamnya.

Contoh:
“Wah, entar malam ada band ST12 manggung di alun-alun,nih. Nonton,aaah…”

5.Joke-isme
Yaitu Facebooker yang suka bercanda. Selalu berusaha membuat status yang lucu dan menggelitik.

Contoh:
“Malam ini saya mau makan nasi goreng plus kroto goreng. Ditambah lagi sama sate kadal dan bothok tikus. He he he…”

6.Link-isme
Yaitu Facebooker yang suka membuat link/tautan yang di-copy paste dari blog atau website milik diri sendiri maupun milik orang lain.

Contoh:
Menempelkan link “http://wewegombel.com, dll.

7.Narsis-isme
Yaitu Facebooker yang suka memasang foto pribadinya dengan berbagai pose di mana saja dengan pose yang berganti-ganti

Contoh:
Hari ini memasang fotonya sewaktu di depan menara Eifel. Besok pasang fotonya sewaktu di kota Chiang Mai. Besoknya pasang lagi fotonya sewaktu di Hongkong. Dan seterusnya. Dan foto itu selalu ada dirinya.

8.Psikopat-isme
Facebooker yang kegemarannya suka mencela atau menyerang pribadi pembuat status.

Contoh:
“Elu kok sering pasang foto,sih! Narsis banget elu! Emangnye elu yang paling cantik di Facebook,ya?”

9.Religion-isme
Yaitu Facebooker yang suka memuat ayat-ayat suci agamanya. Atau sering menulis hal-hal yang berhubungan dengan agamanya.

Contoh:
Hari ini memuat salah satu ayat Al Baqarah. Besok Al Imron. Besok Al Maidah dan seterusnya. Atau status tentang agamanya sendiri. Status tentang mau shalat Jum’at. Status tentang ponpes. Dll.

10.Snob-isme
Yaitu Facebooker yang bersikap sok. Sok tahu, sok mengerti, sok pintar, sok kaya, sok keren, sok cantik/tampan, sok kaya, sok suci dan sok-sok lainnya. Mereka terkadang juga suka menggurui. Tidak mau mengakui ketidaktahuannya. Tidak mau mengakui kekurangannya.

Contoh:
“Mana mungkin menilai karakter Facebooker dari komen-komennya. Kan, para Facebooker bisa bersandiwara”. Jelas, komen demikian diucapkan Facebooker yang komennya mencerminkan ketidaktahuannya tentang psikologi, terutama psikolinguistik yang tekah berkembang jauh.

Nah, itulah sepuluh perilaku para Facebooker yang merupakan hasil observasi dan analisa bahasa komen  yang merupakan pengembangan dari psikolanguage.

Semoga menambah wawasan Anda.

Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: