Oleh: psikologi2009 | Februari 6, 2012

PSIKOLOGI: Mengenal Pribadi Snobber

DI dalam pergaulan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, seringkali kita menemui orang-orang yang snob (sok tahu, sok mengerti atau sok pintar). Mereka seringkali memberi komentar negatif terhadap apa yang kita lakukan atau apa yang kita ciptakan, padahal sesungguhnya dia tidak memahami apa substansi yang kita lakukan. Bahkan seringkali nada bicaranya bernada membodoh-bodohkan kita. Jumlah snobber sekitar 25% dari jumlah penduduk suatu negara. Atau sekitar 25% teman-teman Anda di Facebook. Nah, cukup banyak bukan?

Artikel ini saya buat berdasarkan pengalam pribadi dan pengamatan atau observasi selama dua tahun. Pengamatan bisa secara langsung dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya. Meskipun demikian, artikel iini tetap berbasiskan psikologi sebagai keilmuan.

A.Beberapa contoh pribadi snobber

1.Psychology snobber
Yaitu seseorang yang merasa mengerti psikologi, padahal sesungguhnya dia tidak memahami psikologi. Dari komentarnya yang salah bisa diketahui kalau dia tidak faham psikologi.

Contoh:
Ketika saya membuat artikel yang judulnya “ Komentar di Facebook Menunjukkan Kepribadian atau Karakter Facebooker” Maka artikel langsung dibantah dengan mengatakan bahwa kepribadian Facebooker tidak bisa dinilai dari komentarnya di facebook karena Faebooker bisa bersandiwara.

Jelas, dia tak memahami yang namanya body language, oral language, dan terutama writing language. Mereka yang memahami psikologi tentu tahu bahwa oral language, writing language ataupun writing language merupakan “indikator awal” yang masih harus ditindaklanjuti dengan observasi secara langsung atau tidak langsung dan ini butuh waktu dan ketelitian.

2.Canopy for motor snobber
Yaitu seseorang yang merasa mengerti tentang segala hal tentang kanopi/atap motor. padahal, dari komentarnya saja bisa diketahui dia tak faham bagaimana hal-hal yang berhubungan dengan kanopi motor.

Contoh:
Seseorang mengatakan bahwa kanopi motor tidak tahan angin, bisa ditangkap polisi, ribet dan bisa menimbulkan kecelakaan.

Jelas, dia tak faham aerodinami yang merupakan manajemen angin, tak faham Undang-Undang lalu Lintas No.22 Tahun 2009, tidak faham teori produk, tak mengerti estetika produk, dan tidak tahu bahwa kecelakaan lalu lintas 90% disebabkan oleh “human  factor” dan belum ada data dan fakta baik di luar negeri atau dalam negeri di mana kecelakaan disebabkan oleh kanopi motor.

3.Capitalism snobber
Yaitu seseorang yang ngotot bahwa kapitalisme itu perlu. Sebab, tanpa kapital, tidak mungkin ada perusahaan. bahkan yang namanya koperasipun juga membutuhkan kapital. Katanya, kapitalisme tetap diperlukan.

Contoh:
Indonesia perlu banyak investor untuk menggarap sumber daya alam Indonesia. Sebab, SDM Indonesia belum mampu dan tidak mempunyai teknologinya. Oleh karena itu, kehadiran kapitalis sangat diperlukan karena bisa menciptakan lapangan pekeraan.

Jelas, argumentasinya mencerminkan ketidakfahaman arti kata kapitalisme. Pada dasarnya, yang dimaksud kapitalisme yang layak kita tolak adalah, kapitalisme yang menggunakan filsafat “memberi sedikit, tetapi mengambil banyak”. Yaitu, di mana sumber daya alam atau sumber daya ekonomi hanya bisa dinikmati para pemodal besar saja, sedangkan rakyat tidak meningkat tingkat kesejahteraannya.

4.Philosophy snobber
Yaitu seseorang yang merasa mengerti ilmu filsafat, padahal dari caranya berkomentar kelihatan sekali kalai dia tidak memahami ilmu filsafat itu apa. bahkan dengan nada sinis mengatakan bahwa tidak perlu belajar filsafat dan sebab semua orang juga bisa berpikir.

Jelas, argumentyasinya menunjukkan dia tidak memahami ilmu filsafat. Memang, semua orang berpikir. Tetapi, berpikir belum tentu bersilsafat. Berfilsafat adalah berpikir berdasarkan kaidah-kaidah kebenaran yang terdapat di dalam ilmu logika ataupun epistemologi. Ada format-format berpikir tertentu untuk sampai pada tingkat berpikir yang sempurna dan benar.

B. Kenapa seseorang menjadi snobber?
Ada beberapa faktor penyebab. Antara lain tahu sedikit tapi merasa tahu banyak. Belum tahu tapi merasa tahu. Merasa pandai daripada orang lain yang sesungguhnya lebih pandai. Tidak menyadari atau tidak mau mengakui ketidaktahuannya. Ingin dianggap tahu, mengerti dan pintar. Ilmu pengetahuan atau pengetahuannya sedikit. wawasan berpikirnya sempit. Mindset berpikirnya keliru. Proses berlogika yang tidak benar dan lain-lain.

C.Bagaimana cara menghadapi snobber?
Hanya ada dua pilihan.

1.Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Diamkan saja atau biarkan saja dia bicara apa adanya dan sepuas-puasnya. Tapi, cara ini tidak mendidik dan menyebabkan dia akan punya mindset yang keliru selama-lamanya. maka, sebaiknya ambil cara kedua.

2.Beri pengertian dengan argumentasi yang dia bisa pahami.
Gunakan bahasa atau istilah sesuai kemampuan dia. Kalau dia tetap ngotot atau “ngeyel”, maka kita tak perlu ikut ngeyel. Diamkan saja. Mungkin suatu saat dia akan menyadari kesalahannya walaupun dia sulit untuk mengakuinya.

D.Bagaimana caranya supaya kita tidak menjadi seorang snobber?
Ada beberapa pilihan:

1.Kalau tidak mengerti, lebih baik diam.
2.Kalau tidak mengerti, lebih baik bertanya
3.Banyak-banyak membaca buku atau artikel yang relevan

E.Kesimpulan
Sesungguhnya, orang snob adalah orang yang tanpa disadari, menunjukkan kebodohannya sendiri.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: