Oleh: psikologi2009 | Maret 15, 2012

PSIKOLOGI: Menumbuhkan Perilaku Antikorupsi Sejak Usia Kanak-Kanak


KORUPSI bisa terjadi karena berbagai penyebab. Baik penyebab internal maupun eksternal. Meskipun demikian, pribadi yang kuat tidak akan terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh itu. Pribadi yang kuat, pribadi antikorupsi, sebenarnya bisa ditanamkan sejak usia kanak-kanak. Kalau sekarang ini banyak korupsi, itu merupakan indikator bahwa kedua orang tuanya tidak mampu memberikan pendidikan yang baik. Tidak mampu menumbuhkan perilaku anti korupsi.

Artikel ini tidak membahas anak-anak usia balita (bawah lima tahun) dan pengertian kanak-kanak kami batasi pada usia TK dan usia SD.

Apakah perilaku itu?
Perilaku adalah semua tindakan atau tingkah laku seorang individu, baik kecil maupun besar, yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan (oleh indra perasa di kulit, dan bukan yang dirasakan di hati), oleh orang lain atau diri sendiri. jadi perilaku meliputi bicara atau suara, gerakan-gerakan atau aksi-aksi baik berupa gerakan yang beraturan atau tidak beraturan. (Sumber: http://fitrisca.multiply.com/journal/item/4?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem)

Apa penyebab perilaku?
Semua perilaku individu pasti didahului oleh suatu penyebab atau antecedent, baik eksternal maupun internal. penyebab eksternal dapat diperoleh dari individu lain maupun lingkungan sekitarnya. penyebab internal dapat berasal dari sikap atau attitude, dan emosi yang didasari oleh watak dan kepribadian seseorang, setiap perilaku juga akan memberikan suatu akibat atau consequence, baik bagi individu sendiri ataupun pada lingkungannya. (Sumber: http://fitrisca.multiply.com/journal/item/4?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem).

Bagaimana perilaku anak sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK)
Rata-rata anak usia 5 atau 6 tahun sudah mulai aktif  menanyakan arti suatu kata dan mampu menghitung sampai 20 dan mulai mampu mengingat banyak hal. Kemampuan motoriknya mulai berkembang. Pada usia inilah saat yang tepat memberikan pendidikan norma.

Apakah pendidikan norma itu?
Pendidikan norma yaitu menanamkan norma tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang baik dan mana yang tidak baik,dengan alasan yang sederhana atau alasan yang mudah dipahami anak. Namun dalam hal ini pendidik, baik orang tua ataupun guru TK / kedua orang tuatidak boleh menyalahkan atak marah-marah kepada sang anak, melainkan menggunakan bahasa yang persuasif dan mengajarkan penalaran dasar.

Perkembangan Fisik, Motorik, Kognitif, Psikososial

1.Perkembangan fisik
Meliputi  peningkatan berat badan ,panjang badan, tinggi badannya, bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.

2.Perkembangan motorik

a.Anak usia 5 tahun
Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya. Saatnya sang anak mengetahui kata “boleh” dan “tidak boleh”

b.Anak usia 6 tahun
Mampu menguraikan objek-objek tertentu. Saatnya guru TK / kedua orang tua menunjukkan benda-benda “yang baik” dan “yang tidak baik”

c.Anak usia 7 tahun
Mulai munculnya rasa malu. Saatnya guru SD / kedua orang tua menanamkan norma malu kalau tidak belajar, malu kalau mengambil barang milik orang lain

d.Anak usia 8 tahun
Mencari teman secara aktif.  Guru SD / kedua orang tua menanamkan norma bersahabat. Misalnya tidak boleh saling mencela, tidak boleh berkelahi, harus kompak, harus saling menghargai dan semacamnya.

e.Anak usia 9 tahun
Menyukai kelompok dan mode. Saatnya guru SD / kedua orang tua menanamkan sopan santun berpakaian, cara berpakaian yang rapi dan cara berpakaian yang benar. Dan menanamkan rasa jangan iri terhadap pakaian temannya yang lebih bagus dan lebih mahal. Sebab, sifat iri dengki juga bisa merupakan benih-benih korupsi.

f.Anak usia 10 tahun
Adanya keinginan anak untuk menyenangkan dan membantu orang lain Satnya guru SD / kedua orang tua menanamkan norma pengabdian tanpa pamrih. Menanamkan pengertian pentingnya membantu orang lain secara benar dan tanpa meminta imbalan.

3.Perkembangan kognitif
Menurut Jean Piaget, pemikiran anak-anak  usia SD disebut pemikiran operasional konkrit (Concret Operational Thought). Artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek  peristiwa nyata atau konkrit. Saatnya guru SD / kedua orang tua menanamkan norma mau menerima kenyataan atau realita yang dihadapi, yang positif maupun yang negatif, baik yang dilihat, dialami atau berdasar informasi yang diterimanya. Misalnya, kalau memang tidak punya uang, maka fakta itu harus diterima sebagai sebuah kenyataan.

Di dalam usia SD ini anak akan mengalami beberapa perkembangan:

a.Perkembangan Memori
Memiliki kemampuan memori jangka pendek. Namun memori jangka panjang belum begitu berkembang. Oleh karena itu lebih banyak bersikap mengerjakan daripada memikirkan apa akibat yang dikerjakan itu.

b.Perkembangan Pemikiran Kritis
Mulai bisa memahami masalah, menganalisa, mengevaluasi dan mengambil kesimpulan walaupun masih merupakan hal yang sederhana. Saatnya guru SD / kedua orang tua menanamkan norma sebab akibat sebuah perbuatan atau sebuah masalah.

c.Perkembangan Kreativitas
Muncul keinginan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Saatnya guru SD / kedua orang tua mengarahkan kreativitas ke arah yang positif.

d.Perkembangan Bahasa
Kemampuan berbahasa, menyusun kata atau kalimat semakin meningkat. mampu menyusun kalimat-kalimat yang lebih panjang. Mulai mampu membuat peraturan-peraturan ttertulis maupun tidak tertulis alaupun belum sempurna. saatnya guru SD / kedua orang tua mengarahkan ke norma-norma bedrorganisasi yang baik, belajar bersama yang baik..

4.Perkembangan Psikosial
Munculnya semangat kompetitif maupun kooperatif. Saatnya guru SD / kedua orang tua memberikan pemaham norma-norma kompetitif yang positif dan tentunya juga norma kooperatif yang positif. Perlunya menanamkan norma pemahaman diri sendiri dan hubungan dengan orang lain: sahabat,keluarga,

Sumber inspirasi: http://www.g-excess.com/653/perkembangan-anak-perkembangan-fisik-motorik-kognitif-psikososial/

Tambahan
1.Usia TK
Norma etika : Memahami  norma “boleh” dan “tidak boleh”
Contoh : Mencuri itu tidak boleh
Kata kunci: Korupsi hany bisa dilakukan pencuri
2.Usia SD
Norma agama : Memahami norma berperilaku “baik” dan “tidak baik”
Contoh: Korupsi itu tidak baik karena dilarang Tuhan
Kata kunci: Korupsi hanya bisa dilakukan orang-orang kafir
3.Usia SMP
Norma hukum : Memahami norma berperilaku “tidak” melanggar hukum dan “melanggar hukum”
Contoh: Korupsi itu melanggar hukum
Kata kunci: Korupsi hanya bisa dilakukan orang-orang berjiwa kriminal
4.Usia SMA
Norma psikologis : Memahami norma perilaku “menyimpang” dan perilaku “ tidak menyimpang”
Contoh: Korupsi merupakan perbuatan psikopat
Kata kunci: Korupsi hanya bisa dilakukan pengidap psikopat.
5.Usia perguruan tinggi (PT)
Norma sosial : Memahami norma perilaku “sesuai norma sosial” dan “tidak sesuai norma sosial”.
Contoh: Korupsi merupakan perbuatan yang dibenci masyarakat.
Kata kunci: Korupsi hanya bisa dilakukan orang-orang yang antisosial.

Kesimpulan umum
1.Korupsi bisa terjadi karena pribadi yang kurang kuat
2.Pribadi yang tidak kuat karena kedua orang tuanya tidak bisa mendidik
3.Peranan guru hanya memberitahukan norma , sedangkan peranan orang tua menentukan norma

Kesimpulan khusus
Korupsi terjadi karena kedua orang tuanya tidak bisa mendidik.

Semoga bermanfaat

Digubah oleh:
Hariyanto Imadha
Pecinta psikologi
Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: