Oleh: psikologi2009 | Maret 21, 2012

PSIKOLOGI: Apa Beda Pencitraan dan Bukan Pencitraan?

KITA sering mendengar istilah “pencitraan”, terutama istilah “politik pencitraan”. Tetapi kalau kita pikir-pikir, pencitraan iitu yang bagaimana sih? Apa saja unsur-unsur pencitraan? Apa beda pencitraan dan bukan pencitraan. Apakah yang dilakukan Dahlan Iskan dengan cara marah-marah di dekat pintu tol merupakan pencitraan? Apakah apa yang dilakukan SBY selama ini merupakan politik pencitraan? Kalau sudah begini, biasanya kita bingung untuk menjawabnya. Soalnya, tiap orang bisa punya definisi dan persepsi yang berbeda.

Apa sih pengertian pencitraan itu?
Beberapa orang yang saya jumpai menjawab, antara lain:
1.Pencitraan adalah gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi maupun nonpribadi.
2.Penggambaran tentang suatu tokoh atau seseorang dalam situasi dan kondisi tertentu.
3.Persepsi banyak orang tentang ucapan, tindakan dan perilaku seseorang pemimpin.

Definisi pencitraan
Dengan demikian bisa dibuat definisi pencitraan sebagai sebuahgambaran atau persepsi seseorang atau banyak orang terhadap pribadi maupun nonpribadi berkaitan dengan tampilan atau perilaku pribadi maupun nonpribadi dalam kondisi tertentu.

Apa unsur-unsur pencitraan?
Unsur-unsurnya yaitu adanya subjek pencitraan, objek pencitraan dan tujuan pencitraan. Subjek pencitraan: pribadi atau nonpribadi. Objek pencitraan: peristiwa atau kondisi/situasi. Tujuan pencitraan: Memberi gambaran/persepsi yang baik terhadap subjek pencitraan.

Apa beda pencitraan dan bukan pencitraan?
-Pencitraan apabila perilakunya  (yang baik) dipublikasikan, baik sengaja maupun tidak sengaja
-Bukan pencitraan apabila perilakunya (yang baik) tidak dipublikasikan, baik sengaja maupun tidak sengaja.

Ada berapa macam pencitraan?
Pada dasarnya ada dua macam pencitraan:
-Pencitraan yang disengaja
Contoh: Berbicara di hadapan banyak wartawan
-Pencitraan yang tidak disengaja
Contoh: Tanpa sepengetahuannya, perilakunya diberitakan wartawan.

Apakah pencitraan itu salah?
Pencitraan itu sah-sah saja sejauh tidak berlebihan. bahkan di dalam ilmu politik maupun di dalam ilmu pemasaran (marketing/promosi/iklan) pencitraan justru diperlukan. Namun manakala pencitraan dilakukan secara berlebihan, apalagi tidak sesuai dengan kenyataan, makapencitraan itu justru merugikan pribadi atau nonpribadi sebagai subjek pencitraan.

Bagaimana dengan pencitraan SBY?
Sebagai politisi, sah-sah saja SBY sengaja melakukan pencitraan, baik untuk kepentingan jabatannya maupun citra Partai Demokrat. Namun manakala pencitraannya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, maka pencitraan yang diciptakan justru berdampak negatif.

Bagaimana pencitraan Dahlan Iskan?
Disadari atau tidak, Dahlan Iskan juga melakukan pencitraan, sebab unsur-unsur pencitraan dimilikinya. Jadi, kalau ada yang mengatakan Dahlan Iskan melakukan pencitraan, ya sah-sah saja. Yang penting, pencitraan Dahlan Iskan ada tindak lanjutnya (walaupun belum 100% sempurna).

Apa beda pencitraan SBY dan Dahlan Iskan?
-Pencitraan SBY, lebih banyak bersifat curhat di depan umum atau wartawan. Namun, seringkali pencitraannya seringkali tidak ada tindak lanjutnya. Prosesitraannya dipersiapkan.
-Pencitraan Dahlan Iskan berbentuk peristiwa-peristiwa nyata di mana dia selalu diikuti wartawan. Dan perilakunya, ada tindak lanjutnya. Tampaknya, perilakunya terjadi secara kebetulan (kebetulan diktahui wartawan).

Kesimpulan

1.Pencitraan hal yang sah-sah saja sejauh tidak berlebihan.
2.Pencitraan bukanlah perilaku yang tabu untuk dilakukan siapa saja, sejauh itu sesuai dengan fakta dan realita dan ada tindak lanjutnya yang nyata pula.
3.Pencitraan (apabila dipublikasikan). Bukan pencitraan (apabila tidak dipublikasikan).

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: