Oleh: psikologi2009 | April 13, 2012

PSIKOLOGI: Geng Motor Sebuah Tinjauan

PADA masa remaja, adalah masa di mana remaja mulai mencari identitas dirinya. Ingin mencari “siapakah aku”. Manifestasinya tentu bermacam-macam. Ada yang positif dan ada yang negatif tergantung kualitas pertimbangan rasionalitas dan dorongan emosionalitas masing-masing.

Ketidakpastian

Dalam mencari identitas diri, seringkali remaja mengalami ketidakpastian dan kebelumtahuannya untuk menjadi pribadi yang bagaimana. Bahkan boleh dikatakan mengalami ketidakpastian jati diri atau kepribadian.

Pengaruh lingkungan

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian tulah, remaja sangat mudah terpengaruh oleh lingkungannya, terutama lingkungan pergaulan sehari-hari. Dan secara kebetulan lingkungan persahabatannya adalah dari golongan yang se-tipe.

Mengarah ke perilaku negatif

Pilihan-pilhannya lebih banyak bertumpu pada emosionalitas daripada rasionalitas. Oleh karena itu mudah terjebak pada hal-hal yang negatif.

Rasa ingin tahu dan mencoba

Rasa ingin tahu dan ingin mencoba, menyebabkan remaja mudah mencoba hal-hal yang negatif. Mulai dari seks bebas, narkoba dan semacamnya.

MPOL  yang salah arah

Sebagai remaja, merekapun disadari atau tidak selalu berperilaku MPOL (mencari perhatian orang lain). Misalnya, berpakaian aneh atau berpenampilan yang dianggapnya unik atau mengikuti mode yang hanya cocok untuk dirinya.

Heroik yang salah kaprah

Sesuai dengan darah mudanya, maka penyalurannya terkadang hal-hal yang dianggapnya berani dan menantang. Antara lain kebut-kebutan, tawuran dan semacamnya. Bahkan, karena ingin dianggap heroik, mereka akan melakukan apa saja, terlepas benar atau tidak benar.

Rasa bangga yang tidak pada tempatnya

Mereka yang tlah berbuat brutal dan anarki merasa senang an bangga. Apalagi kalau menjadi buah pembicaraan banyak oang. Tentu, sebuah rasa bangga yang tidak pada tempatnya.

Soldaritas kelompok yang keblinger

Rasa senasib-sepenanggungan di keleompok mereka, menyebabkan timbulkan rasa solidaritas. Benar atau tidak, tidak masalah. Yang penting mereka harus kompak dan solid. Jika ada salah satu atau beberapa anggota komunitas mereka merasa terganggu atau diganggu, maka semua seakan-akan wajib membela. Jika mereka tidak teganggu, justru sebaliknya mengganggu atau memprovokasi komnitas lain yang biasanya sejenis.

Mengabaikan norma-norma

Jika hal-hal yang negatif tersebut di atas dibiarkan oleh kedua orang tuanya, maka akan menjelma menjadi perilaku brutal dan anarki yang merupakan akumulasi dari semua perilaku negatif tersebut. Semua norma, baik norma sosial, norma hukum ataupun norma agama dianggap tidak penting lagi.

Geng motor

Munculnya geng motor merupakan akumulasi kesemua faktor di atas ditambah teknologi moderen berupa motor. Kenapa harus motor? Karena dengan menggunakan motor mereka mempunyai mobilitas yang tinggi. Mampu bergerak cepat. Bahkan dengan menggunakan helm, mereka merasa aman karena identitasnya sulit dikenali.

Kenapa muncul geng motor?

Sudah pasti karena kurangnya faktor pendidikan norma-norma moral dan etika sejak dini, baik di sekolah dan terutama di rumah. Juga, tidak tegasnya penegakan hukum dari para penegak hukum. Juga, terlalu mudahnya mendapatkan SIM C yang selama ini tidak penah melalui tes psikologi, termasuk tes yang mengukur tingkat emosionalitas seseorang. Asal bayar mahal, dijamin dapat SIM. Ts tertulis hanya basa-basi saja.

Solusi

Solusinya sudah jelas, yaitu:

1.Kedua orang tua atau walinya harus punya rasa tanggung jawab untuk mendidik para remaja asuhannya.

2.Perlunya penegakan hukum yang tegas dari para penegak hukum. Jika perlu, motor ditahan selama satu bulan hingga tiga bulan. Pihak kepolisian juga harus punya unit gerak cepat bermotor  dalam jumlah yang memadai yang begitu mendapat informasi dari masyarakat, langsung bergerak cepat menuju ke tempat kejadian.

3.Untuk mendapatkan SIM seharusnya ada tes yang berhubungan dengan tingkat emosionalitas seseorang. Harus ada batasan umur yang jelas.

Semoga mendapatkan perhatian semua pihak.

Hariyanto Imadha

Facebooker & blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori