Oleh: psikologi2009 | April 18, 2012

PSIKOLOGI: Jangan Mengaku Pintar Kalau Anda Belum Membuat Artikel di Facebook

KRITERIA pandai itu banyak. Mulai dari IPK (Indek Prestasi Kumulatif), prestasi kerja, prestasi berkarya dan lain-lainnya. Namun secara umum, orang pintar adalah orang yang menguasai bidangnya, baik secara teori maupun praktek. Namun lebih pintar lagi kalau seseorang bisa memecahkan masalah secara optimal.

.
Karya tulis sebagai manifestasi kepintaran
Ternyata nilai IPK yang tinggi belum cukup mencerminkan kepintaran seseorang. Kepintaran yang ada di dalam otak manusia masih harus diterjemahkan dalam bentuk tulisan maupun perbuatan. Dalam bentuk tulisan bisa berupa makalah, skripsi, thesis disertasi ataupun berupa artikel.

.
Artikel
Di dalam sebuah artikel bisa dibaca alur pemikiran si penulis.Bisa dinilai kualitas penalarannya. Bisa dilihat analisanya. Bisa juga diresapi maknanya.Serta bisa dilihat sitimatika uraiannya. Hal tersebut mencerminkan kualitas otak sang penulis.

.
Gelar sarjana bukan jaminan kepintaran seseorang
Dari sudut psikologi, gelar sarjana, belum mencerminkan kepintaran seseorang. Gelar sarjana sebenarnya merupakan tanda kelulusan seseorang dari sebuah jenjang pendidikan untuk sebuah cabang ilmu pengetahuan tertentu. Jadi, sifatnya masih pintar secara teoritis dan belum merupakan pintar dalam kenyataan.

.
Psikologi merasa pintar
Banyak orang merasa pintar tetapi sebenarnya tidak pintar. Biasanya tahu sedikit tetapi merasa tahu banyak. Dalam psikologi hal demikian termasuk kategori “snob” atau “sok”.

.
Hanya bisa mencela
Orang yang merasa pintar, biasanya hanya bisa mencela atau menyalahkan pendapat, teori, karya atau artikel orang lain, tetapi dia sendiri tidak pernah berkarya maupun membuat artikel. Orang yang berkepribadian snob ini cukup banyak kita temukan di dalam kehidupan bermasyarakat.

.
Snob
Snob adalah sikap sok. Sok kaya, sok wibawa, sok cantik, sok mengerti, sok pintar dan sok-sok lainnya. Sikap sok biasanya tidak sesuai dengan fakta dan realita. Misalnya, sok kaya tetapi tidak kaya,sok wibawa tetapi tidak wibawa,sok cantik tetapi tidak cantik dan seterusnya.

.
Snob secara khusus
Yaitu sikap sok tahu dalam bidang yang sebetulnya tidak dia pahami. Misalnya, sok tahu ilmu logika, padahal dia cuma membaca buku “Pengantar Ilmu Logika”. Sok tahu psikologi, padahal tahunya hanya sedikit dan tidak mendalam. Sok tahu politik, padahal ketika datang ke bilik suara di TPS, sebetulnya salah memilih, dan lain-lain.

.
Snob karena apriori
Sikap snob atau sok juga bisa karena apriori (salah tafsir, tidak mengerti tetapi tidak mau bertanya,salah persepsi,salah sudut pandang dan kesalahan berlogika).

.
Artikel sebagai manifestasi kepintaran
Maka jelaslah, orang yang pintar mampu memanifestasikan kepintarannya dalam bentuk artikel. Bisa juga dalam bentuk buku. Sebuah artikel tidaklah harus ilmiah 100%. Bisa semi ilmiah atau artikel popular yang menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami orang lain. Sebuah artikel juga tidak harus didukung referensi seperti halnya membuat skripsi,thesis ataupun disertasi. Sebuah artikel bisa saja merupakan pendapat pribadi sejauh didukung oleh penalaran-penalaran yang tidak hanya logis tetapi juga benar. Sebuah artikel bisa saja merupakan sebuah thesa, opini atau apa saja.

.
Cara berbeda pendapat
Di Negara yang maju, berbeda pendapat harus pada sarana yang sama atau pada media yang sama. Contoh:. Kalau ingin membantah sebuah surat pembaca, harus membuat surat pembaca juga.Kalau ingin mengoreksi sebuah teori, maka harus menggunakan teoi juga (seperti teori Galileo Galilei yang dikoreksi Copernicus). Juga, kalau ingin menunjukkan kesalahan sebuah artikel, juga dalam bentuk artikel juga. Itulah cara berbeda pendapat secara ilmiah dan atau seimbang serta adil.

.
Saran
Jadi, sebaiknya kita jangan terburu-buru menyalahkan artikel orang lain sebelum kita mampu membuat artikel. Sebab, bisa jadi orang yang kita salahkan ternyata lebih pintar dari kita. Oleh karena tu, tidak salah kalau orang yang tidak pintar bisanya cuma menyalahkan, cuma mencela tetapi tidak punya karya apa-apa,tidak punya prestasi apa-apa bahkan tidak mampu membuat sebuah artikelpun.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori