Oleh: psikologi2009 | April 23, 2012

PSIKOLOGI: Ujian Nasional dan Pribadi yang Kurang Pede

TIAP kali menjelang UN (Ujian Nasional), selalu muncul sikap-sikap yang sebenarnya tidak perlu ada. Misalnya munculnya rasa cemas, takut tidak lulus, merasa ada beban yang berat yang akan berakibat munculnya sikap kurang pede. Bahkan, bisa memunculkan sikap-sikap yang tidak rasional.

.
A.Beberapa cara berlogika yang salah tentang UN
1.Kelulusan siswa hanya ditentukan oleh beberapa matapelajaran yang dilakukan lewat UN saja. Hal ini sudah diperbaiki bahwa kelulusan juga ditentukan oleh nilai-nilai ujian sekolah. Tetapi tetap salah andaikan tidak lulus UN tetapi lulus ujian sekolah dianggap juga tidak lulus.

.
2.UN sebagai standar kualitas nasional saat sekarang merupakan kesalahan berlogika sebab berbagai sekolah di Indonesia belum mencapai standar nasional dalam hal fasilitas dan kualitas SDM-nya. Amerika dulu juga menerapkan UN, tetapi berdasarkan hasil evaluasi, UN di Amerikapun dibatalkan.
3.UN di Indonesia lebih bersifat proyek bisnis oleh oknum-oknum pemerintah dan koleganya. Terutama menyangkut bisnis buku pelajaran, biaya cetak soal dan lain-lain. Celah korupsinya terbuka lebar.

.
4.UN sekarang hanya menjadikan siswa sebagai kelinci percobaan.

B.UN bukan beban tetapi bisa menjadi beban
Karena belum adanya standarisasi fasilitas pendidikan dan standarisasi kualitas SDM secara nasional, maka bisa saja UN menjadi beban tidak hanya bagi siswa, tetapi juga para pengajar/pendidik dan orang tua siswa.
C.Munculnya hal-hal yang tidak rasional
Karena hal-hal demikian tersebut di atas, maka muncullah hal-hal yang tidak rasional. Antara lain meminta bantuan dukun, pergi berziarah bukannya mendoakan almarhum diampuni dosanya, tetapi justru meminta bantuan almarhum, berpuasa, meminta pensilnya didoakan paranormal supaya pensilnya bisa menulis jawaban yang benar, ada sekolah yang menebarkan beras yang sudah diberi doa, ditebarkan di halaman sekolah, membaca mantera danhal-hal lainnya yang tidak rasional.

.
D.Tidak cukup berdoa
Berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing boleh-boleh saja. Tetapi tidak boleh ada anggapan bahwa dengan berdoa pasti akan lulus UN. Berdoa sebaiknya dianggap sebagai sugesti saja. Sebab, Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah umat kalau umat itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri.

.
E.Cara belajar yang salah
Yaitu hanya belajar saat satu dua bulan menjelang ujian saja.
E.Kurang pede
Sebenarnya, semua hal yang dilakukan peserta didik maupun pendidik di luar hal-hal yang bersifat proses belajar-mengajar, merupakan sikap kurang pede (percaya diri). Oleh karena itu, cara berlogika yang salah tersebut harus direvisi.

.
F.Perlunya mengubah mindset
Hal-hal di atas merupakan mindset (cara berlogika) yang salah. Hal-hal yang di luar proses belajar-mengajar harus duikembalikan ke proses belajar-mengajar.

.
G.Hal-hal yang perlu dalam hal menghadapi UN
1.Belajar yang optimal. Yaitu belajar tiap hari. Kalau tidak sanggup belajar sendiri, belajar bersama. Bagi yang mampu, bisa mengambil les. Membentuk kelompok belajar di mana ada salah satu anggotanya merupakan siswa yang pandai. Jika menemukan hal-hal yang tidak bisa dijawab, sebaiknya ditanyakan kepada guru yang bersangkutan atau kepada orang yang mengerti.
2.Mencoba mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun yang lalu.
3.Cara belajar yang efektif, yaitu hanya membahasa soal-soal yang sulit.
4.Mengantisipasi soal-soal ujian yang materinya belum diajarkan di sekolah.
5.Bagi siswa yang merasa IQ-nya rendah atau kemampuan otaknya rendah, perlu belajar lebih optimal lagi. Harus mencari teman atau orang lain yang bersedia mengajarinya secara bertahap dan pelan-pelan.
6.Harus pede. Seorang siswa yang rajin belajar secara efektif, otomatis akan mampu menimbulkan sikap pede dan optimis.

.
H.Pengalaman pribadi
Saya (penulis artikel ini) pernah kuliah di 6 (enam) perguruan tinggi sekaligus. Tiap semester menghadapi soal ujian sekitar 30 matakuliah. Sebagian besar (95%) lulus. Yang tidak lulus ujian utama, lulus pada ujian ulangan. Tanpa berdoa. Apa rahasianya? Rahasianya yaitu belajar tiap hari baik materi yang sudah diajarkan maupun materi yang belum diajarkan dan latihan mengerjakan soal-soal yang sulit saja. Jika saya tidak mengerti, saya akan bertanya ke mahasiswa lain yang saya anggap lebih pandai dari saya.

.
Kesimpulan
1.Solusi menghadapi UN yaitu belajar yang efektif. Antara lain belajar tiap hari.
2.Sikap pede (percaya diri)
3.Berdoa tidak merupakan keharusan.
Sumber foto: Osolihin.Wordpress.com

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori