Oleh: psikologi2009 | April 26, 2012

PSIKOLOGI: Menyoal Perilaku Boyband Indonesia

ERA sekarang boleh dikatakan sebagai era boyband dan girlband. Tentu patut disambut baik keberadaan mereka. Apalagi kalau sampai bisa manggung di dunia internasional. Bagi para penggemar musik, terutama para remaja, maka keberadaan boyband merupakan pilihan atau alternatif dari sekian jenis musik, grup atau band yang ada di tanah air.

Namun, keberadaan boyband di Indonesia tak terlepas dari sisi baik dan sisi buruk atas perilaku mereka.

A.Sisi baik

1.Keberadaan boyband merupakan kegiatan yang positif dan bersifat menghibur masyarakat, terutama bagi kalangan remaja.

2.Keberadaan boyband juga menuntut kedisiplinan semua personilnya karena mereka tidak hanya harus bernyanyi, tetapi harus melakukan gerakan-gerakan koreografis.

3.Keberadaan boyband juga menuntut mereka untuk kreatif dalam menciptakan gerakan-gerakan yang harus enak untuk ditonton.

4.Sisi positifnya, mereka bisa punya penghasilan sendiri, walaupun terkadang sebagian harus digunakan untuk biaya-biaya lain-lain.

5.Menuntut adanya kekompakan berkelompok untuk jangka panjang.

B.Sisi buruk

1.Karena mereka menyanyi bersama, maka tidak ketahuan suara siapa yang fals. Kecuali kalau mereka secara bergiliran membawahan lagi secara bergantian.

2.Di dalam acara televisi (mungkin di luar televisi) mereka sering bernyanyi dengan sistem lipsing (lypsinc). Bibirnya seolah-olah bernyanyi, padahal suara nyanyian berasal dari CD/VCD atau semacamnya.

3.Nama-nama grup mereka berbau asing dan terasa tidak nasionalis.

4.Dalam gerakan koreografisnya, seringkali tidak kompak.

5.Mereka mendirikan boyband hanya karena ikut-ikutan sehingga satu dua tahun sudah bubar. Bahkan ada salah satu girlband yang beberapa personilnya berniat keluar karena ingin mendirikan girlband sendiri.

6.Bahkan dalam soal lagu, mereka tak mampu menciptakan lagu sendiri. Melainkan mengambil lagu-lagu yang sudah ada.

7.Kalau membawakan lagu-lagu dalam bahasa Inggeris, terasa aspek-aspek kebahasaannya terasa kurang pas. Terasa kaku dan kurang menjiwai.

8.Tampilan mereka tampak jelek kalau tak memakai pakaian yang seragam. Kalau seragam, kadang-kadang bukan pakaian untuk “show”, tetapi mirip pakaian untuk menghadiri resepsi atau kondangan. Jadi, tidak “fashionable”. Bahkan terkesan norak.

9.Tampilannya terlalu rapi dan wangi, akan terkesan mereka kumpulan kaum gay saja.

10.Tinggi badan mereka juga ada yang kurang seragam. Ada yang tinggi ada yang pendek ada yang kurus ada yang gemuk.

Masih ada beberapa hal lain yang bersifat positif maupun negatif dari perilaku mereka. Perilaku dalam artikel ini adalah di dalam kontek tampilan mereka. Bukan perilaku di dalam kontek kepribadian, moral, etika dan lain-lainnya. Tepatnya, penulis menilainya dari sudut “psikologi tampilan” (appearance psychology).

Selamat untuk boyband/girlband Indonesia semoga jangan cuma ikut-ikutan atau angin-anginan saja.
Semoga sukses.

Hariyanto Imadha
Facebooker & Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori