Oleh: psikologi2009 | Mei 16, 2012

PSIKOLOGI: 75% Langsung Berkomentar Padahal Pemahamannya Baru 25%

SERING dalam kehidupan sehari-hari, orang langsung memberikan komentar  terhadap ucapan ataupun tulisan rang lain. Padahal, pemahamannya atas ucapan atau tulisan orang lain baru 25%. Sikap yang demikian tentu kurang baik dan kurang cerdas karena bisa menimbulkan salah persepsi dan bahkan salah faham.

.

Kenapa itu bisa terjadi?

Yang pasti, biasanya itu terjadi pada orang yang tidak sabaran. Selalu ingin cepat-cepat mengomentari. Atau bahwa secara apriori seseorang merasa sudah tahu atau sudah mengerti. Juga terjadi pada orang-orang yang berkepribadian simplistik. Terlalu menggampangkan masalah padahal masalahnya belu dipahami sepenuhnya. Biasanya cara berpikirnya sempit, pendek dan lebih bersifat “present tense”.

Contoh 1:

Ketika seorang mahasiswa bernama A menulis surat pembaca dan mengusulkan agar di Indonesia dibuka Universitas Terbuka (UT), dosennya yang punya gelar MA dan MSc langsung mengritik ide itu melalui surat pembaca juga. Alasannya, bangsa Indonesia belum siap mengadakan dan mengikuti Universitas Terbuka. Ternyata, beberapa tahun kemudian pemerintah Indonesia membuka Universitas terbuka dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak. Bahkan, Universitas terbuka mendapat penilaian sebagai universitas negeri terbaik di Indonesia.

.

Contoh 2:

Ketika Si A menulis surat pembaca dan mengusulkan jalur khusus untuk bus (busway), maka para pembaca ramai-ramai menulis surat pembaca dan mengritik Si A sebagai orang yang tidak mampu berpikir realistis dan tidak mungkin direalisasikan di Indonesia. Terbukti, beberapa tahun kemudian busway direalisasikan di Jakarta. Yaitu, mencontoh busway yang ada di negara Columbia.

.

Contoh 3:

Ketika Si A menulis surat pembaca di Harian Sinar Harapan/Suara Pembaruan di tahun 1995 mengusulkan KTP Nasional lengkap dengan NIK, maka pembaca lainnya memberikan komentar sinis. Katanya jumlah penduduk Indonesia ada ratusan juta orang dan oleh karena itu KTP Nasional yang dilengkapi NIK, sidik jari dan microchip hanya merupakan pemborosan, tidak ada gunanya dan tidak mungkin dilakukan pemerintah Indonesia. Kenyataannya, beberapa tahun kemudian pemerintah membuat KTP Nasional yang akhirnya dikembangkan menjadi E-KTP.

.

Kenali pribadi yang mempunyai kemampuan berpikir futuristik

Banyak orang tidak tahu bahwa ada orang-orang tertentu yang mempunyai kemampuan berpikir futuristik. Mampu membayangkan apa yang sangat mungkin terjadi di kemudian hari. Orang-orang demikian biasanya mempunyai kemampuan ESP (extra sensory perception). Tepatnya semacam “clair voyance”.Orang-orang demikian biasanya cerdas, mempunyai IQ tinggi, pengetahuan banyak, kreatif dan inovatif. Cara berpikirnya lebih bersifat “future tense”.

.

Bagaimana sikap yang bijaksana?

Di dalam menghadapi ucapan atau tulisan orang lain, apalagi kalau kita belum memahami 100%, sungguh bijaksana kalau kita menggali informasi lebih lanjut dengan cara banyak-banyak bertanya. Semakin banyak bertanya, semakin banyak mendapatkan jawaban, semakin banyak pemahaman kita terhadap ucapan, tulisan maupun pikiran ataupun gagasan orang lain.

.

Semoga bermanfaat.

.

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Responses

  1. ANDA TERLALU GAMPANG MEN-JUDGE ORANG LAIN.

  2. Mari kita lihat kalau presiden pujaan anda benar jadi presiden, bagaimana nasib negara Indonesia kelak.


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: