Oleh: psikologi2009 | Mei 19, 2012

PSIKOLOGI: Lady Gaga dan Sikap Sok Suci Sebagian Bangsa Indonesia

LADY GAGA belum datang ke Indonesia. Jadi belum ada bukti di Indonesia bahwa Lady Gaga melakukan pornografi,pornoaksi,menghina agama ataupun memuja setan dan merusak moral bangsa. Tapi bayang-bayang ketakutan atau bayang-bayang paranoid telah menghinggapi cara pikir sebagian bangsa Indonesia. Muncul berbagai komentar-komentar yang sok moralis dan sok suci. Itulah sebagian sikap buruk sebagian orang Indonesia : reaktif dan tidak rasional. Bahkan jika perlu, membawa-bawa ayat suci untuk pembenaran argumentasinya.

.

A.Reaktif ,tidak rasional dan paranoid

Dari kacamata psikologi, sebagian bangsa Indonesia memang memiliki perilaku reaktif dan tidak rasional. Belum ada bukti di Indonesia, sudah terburu-buru menolak. Berbicara tanpa didukung bukti merupakan kebiasaan yang tidak cerdas. Bukti di luar negeri, di radio,di televisi,di internet semuanya belum terjadi di Indonesia. Dalam arti, belum dilakukan Lady Gaga di Indonesia.

B.Sehubungan dengan Lady Gaga, mana buktinya?

Menurut Garin Nugroho, masyarakat Indonesia adalah masyarakat gosip.Bukan masyarakat data.
1.Pornografi dan pornoaksi

Apakah sudah ada buktinya di Indonesia? Belum ada.

2.Menghina agama

Apakah sudah ada buktinya di Indonesia?Belum ada.

3.Memuja setan

Apakah sudah ada buktinya di Indonesia?Belum ada.

4.Merusak moral bangsa

Apakah sudah ada buktinya di Indonesia?Belum ada.

Jadi,kurang cerdas kalau berbicara tanpa didukung bukti.

C.Tidak setuju Lady Gaga boleh saja

Suara-suara tidak setuju konser Lady Gaga boleh saja. Tetapi kalau kemudian melarang Lady Gaga datan ke Indonesia, itu yang tidak boleh. Lebih tidak boleh lagi kalau juga mengancam. Tidak etis dan tidak cerdas.

D.Berhak datang ke Indonesia

Semua warganegara di dunia ini berhak datang ke Indonesia. Tidak ada undang-undang yang melarang. Kecuali orang-orang yang dicekal negara masing-masing atau buruan interpol. Demikian pula, semua warganegara Indonesia berhak ke negara manapun asal tidak dicekal.

E.Melarang berdasarkan prasangka buruk  tidak dibolehkan

Hukum yang berlaku di Indonesia harus berdasarkan bukti. Menangkap tersangka teroris sekalipun, kalau tanpa bukti, tidak diperbolehkan. Aparat hukum baru bertindak kalau ada barang bukti dan itu terjadi di Indonesia. KPK di dalam menangkap tersangka koruptorpun harus didukung alat bukti dan saksi. Jadi, melarang kedatangan Lady Gaga ke Indonesia jelas tidak ada dasar hukumnya.

F.Suka ber-suudzon

Sebagian bangsa Indonesia memang suka bersuudzon. Selalu berprasangka buruk. Padahal, belum tentu prasangka buruknya akan menjadi kenyataan. Secara psikologis hanya ada rasa ketakutan yang berlebihan.Tidak setuju kedatangan Lady Gaga adalah hak setiap orang. Tetapi harus dengan cara yang rasional :tidak suudzon, tidak sok suci dan tidak perlu dengan cara-cara anarki.

G.Snob (sok suci)

Salah satu perilaku buruk sebagian bangsa Indonesia adalah bersikap snob (sok suci, sok bersih, sok tahu, sok pintar dan sok-sok lainnya).

Misalnya:

1.Seorang menteri mengatakan Lady Gaga tidak layak ke Indonesia karena penampilannya yang pornoaksi. Tetapi dia lupa kalau kementeriannya mendapat predikat sebagai kementrian paling korup di Indonesia.

2.Seorang pejabat mengatakan Lady Gaga tidak bermoral. Tetapi, membiarkan acara dangdut koplo yang lebih amoral dibiarkan saja berlangsung terus menerus.

3.Ormas anarki mengecam rencana kedatangan Lady Gaga, tetapi dengan cara-cara mengancam. Apalagi ormas anarki ini sering bertindak brutal, merusak tempat peribadatan, memukul orang dan sebagainya.

Dari sudut psikologi, orang yang bicara dan perilakunya sok suci, harus di”cermati”. Karena biasanya punya perilaku munafik (dalam arti umum). Orang yang benar-benar suci justru lebih bersikap tenang (dalam arti tidak reaktif) karena dia tahu ada pihak lain yang berwenang untuk melarang atau tidak melarang.

H.Preventif dan antisipasi memang perlu

Bersikap preventif memang perlu.Mencegah masuknya budaya asing yang negatif memang perlu.Tetapi pengalaman menunjukkan pemerintah kita tidak mampu. Lihat saja, pornografi lewat internet, tidak mampu diblokir pemerintah Indonesia.

I.Indonesia tidak punya UU Antipornografi dan UU Anttipornoaksi.

Bagi yang tidak faham hukum harus memahami bahwa, Indonesia tidak memiliki UU Antipornografi. Yang ada adalah UU Pornografi. Artinya, pornografi dan pornoaksi di Indonesia harus didefinisikan dengan jelas. Harus diatur. Misalnya, apakah jika ada orang Papua memakai kteka di Papua bisa dikategorikan pornoaksi? Tentu tidak. pakah jika ada sebagian adat Bali mengadakan acaa ciuman bersama dan amai-ramai termasuk pornoaksi? Tentu tidak.Pornografi atau pornoaksi harus dilihat konteksnya.

J.Solusi terbaik

Dari sudut psikologi, sikap terbaik bagi bangsa Indonesia yaitu, menyaring budaya asing. Yang baik bisa kita terima dan yang tidak baik layak kita tolak. Jadi, boleh saja Lady Gaga, Miyabi atau siapapun juga, termasuk artis-artis Indonesia sendiri, bermain di Indonesia dengan syarat-syarat tertentu. Antara lain, harus sopan,tidak pornoaksi,tidak pornografi,tidak menyinggung SARA dan peraturan-peraturan lainnya.

Apabila syarat-syarat yang ditentukan dilanggar oleh panitia penyelenggara, Lady Gaga dan crew-nya, maka pihak yang berwenang berhak untuk memberi peringatan, menegur dan bahkan menghentikan atau membubarkan pertunjukan tersebut.

Mari kita berpikir secara rasional dan melihat secara objektif bahwa di negara kita sendiri masih banyak kemaksiatan yang harus kita akui secara jujur. Jadi, janganlah kita menjadi bangsa yang sok suci dan munafik. Jadilah bangsa yang cerdas.

Catatan:

Artikel ini bersifat umum.

Tidak ditujukan ke orang-orang tertentu.

Mohon tidak gede rasa (GR)

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: