Oleh: psikologi2009 | Juni 3, 2012

PSIKOLOGI: Moral Baik Moral Tidak Baik Anda yang Menentukan

BANGSA Indonesia sedang mengalami krisis moral. Itulah kata yang sering kita dalam percakapan sehari-hari. Hal ini sehubungan dengan banyaknya kasus korupsi dan kasus-kasus amoral yang terjadi di negeri ini. Tetapi masalahnya adalah, ada sebagian orang yang bersikap sok moralis, tidak tahu definisi moral, tidak tahu bedanya moral dan etika,tidak tahu apa penyebab kerusakan moral bahkan dengan mudah menyalahkan pihak lain sebagai pihak penyebab kerusakan moral. Jadi, kerusakan moral tidak ditentukan oleh Lady Gaga, Miyabi dan semacamnya, tetapi ditentukan oleh diri sendiri.

Apakah moral itu?
Banyak definisi moral. Namun, di dalam kontek psikologi, moral adalah perilaku individu atau kelompok berdasarkan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum maupun norma agama. yaitu, hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Apakah etika itu?

Orang sering bias pengertian moral dan etika. Etika adalah pedoman perilaku individu atau kelompok berdasarkan pertimbangan hal-hal yang baik dan hal-hal yang tidak baik.

Apakah moral yang baik itu?
Moral yang baik yaitu perilaku individu atau kelompok sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum maupun norma agama sekaligus sesuai dengan etika.

Contoh moral yang baik

-Tidak korupsi

-Tidak mencuri

-Tidak menipu

-Tidak berzinah

-Tidak berjudi

-Tidak terlibat narkoba

-Dll

Apakah contoh moral yang tidak baik itu?
-Korupsi

-Mencuri

-Menipu

-Berzinah

-Tidak berjudi

-Terlibat narkoba

-Dll

Kenapa seseorang atak sekelompok orang berbuat amoral?
Ada seseorang atau sekelompok orang berbuat amoral. Penyebabnya banyak. Namun bisa dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor ekstern dan faktor inter

Faktor ekstern

-Faktor budaya asing lewat berbagai media massa

-Faktor pengaruh orang lain

-Faktor kesulitan ekonomi

-Dll

Faktor intern

-Faktir pribadi yang lemah

-Faktor keimanan atau agama yang lemah

-Faktor pengendalian diri yang lemah

Apakah beda faktor ekstern dan faktor intern

Faktor ekstern lebih bersifat mempengaruhi

Faktor intern lebih bersifat menentukan

Bagaimana cara menilai perilaku seseorang?
Menilai perilaku seseorang tidak bisa dari hartanya, penampilannya, gelar sarjananya, gelar hajinya, ucapannya, tulisannya, pakaiannya, ceramahnya, kotbahnya, pangkatnya, janji-janjinya, visi misinya, program kerjanya, jabatannya dan segala predikat yang menempel pada pribadi seseorang atau sekelompok orang. Perilaku seseorang harus dilihat dari perilaku yang sesungguhnya dikaitkan dengan norma dan etika yang berlaku

Beberapa contoh krisis moral di balik tampilan yang baik

-Ustad Cabuli Santriwati

Sumber: http://erensdh.wordpress.com/2010/03/24/ustad-cabuli-santriwati-ponpes-dirusak-warga/#more-2700

-Dugaan Pelecehan Oleh Oknum Anggota DPRK Abdya

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/10/26/dugaan-pelecehan-oleh-oknum-anggota-dprk-abdya

-Korupsi, yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat: pelajar, mahasiswa, pejabat, pemimpin, wakil rakyat, menteri dan siapa saja.

 Bukti bahwa kerusakan moral ditentukan oleh diri sendiri

-Hampir semua orang tahu bahwa Gang Dolly merupakan komplek PSK terbesar di ASEAN. Apakah masyarakat sekitarnya otomatis rusak moral semuanya? Tentu tidak. Ada yang terpengaruh dan moralnya rusak tetapi ada yang tidak terpengaruh. Terpengaruh atau tidak terpengaruh ditentukan oleh pribadi masing-masing. Toh, warga di sekitar Gang Dolly banyak yang bermoral baik.

-Apakah semua PNS bermental korup? Ternyata, ada yang bermental korup dan ada yang tidak bermental korup (walaupun ada kesempatan untuk korup). Bukti bahwa korup atau tidak korup ditentukan oleh pribadi masing-masing.

-Kampung Ambon, Jakarta, terkenal sebagai kampung narkoba. Namun kenyataannya, tidak semua warga Kampung Ambon adalah pengedar ataupun pengguna narkoba.

Faktor pengaruh negatif memang harus dihilangkan

Faktor-faktor negatif yang berasal dari ekstern memang harus dihilangkan. Namun harus berdasarkan bukti-bukti yang nyata. Tidak boleh berdasarkan opini, prasangka buruk ataupun suudzon. Misalnya, menangkap para bandar dan pengedar narkoba berdasarkan bukti. Menangkap pelajar/mahasiswa yang terbukti berzinah di hotel dan tertangkap basah. Mengadili pelaku korupsi berdasarkan bukti dan saksi yang kuat. Jadi, kata kuncinya adalah : bukti.

Kesimpulan

1.Bahwa, faktor ekstern merupakan faktor pengaruh saja. Bisa pengaruh baik dan bisa pengaruh tidak baik.

2.Bahwa,faktor intern atau faktor pribadilah yang menentukan apakah seseorang akan memilih pengaruh ekstern yang baik atau yang tidak baik tersebut.

3.Menolak pengaruh ekstern yang tidak baik haruslah berdasarkan bukti-bukti yang terjadi di negara Indonesia. Tidak bisa hanya berdasarkan opini, prasangka buruk ataupun bersuudzon.

4.Banyak orang berpredikat baik : pelajar, mahasiswa, ulama, pendeta, ustadz, pemimpin, menteri, bergelar sarjana, bergelar haji, tetapi bermoral tidak baik.

5.Untuk mencegah pengaruh tidak baik, maka harus berdasarkan/dibuat syarat-syarat,kondisi-kondisi,peraturan-peraturan dan bahkan undang-undang yang mengaturnya.

6.Banyaknya kerusakan moral di Indonesia, tidak hanya mencerminkan lemahnya kualitas pengajaran agama, juga karena buruknya sistem pendidikan di Indonesia. Sebab, pendidikan moral hanya bisa dilakukan melalui agama dan pendidikan.

Kesimpulan khusus

Moral baik atau moral tidak baik, ditentukan oleh pribadi masing-masing. Tidak ditentukan oleh faktor ekstern karena faktor ekstern tidak bersifat menentukan.

Semoga bisa memperluas cara berpikir Anda.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: