Oleh: psikologi2009 | Juni 24, 2012

PSIKOLOGI: Jangan Pilih Capres,Cagub,Cabup atau Cawali yang Memakai Peci atau Jilbab Hanya Saat Pemilu atau Pemilukada

ILMU pengetahuan pada dasarnya bicara “pada umumnya” atau merupakan hasil sebuah proses deduksi  yang berbentuk generalisasi. Sebab, generalisasi mempunya probabilitas yang jauh lebih tinggi daripada spesialisasi ataupun kekecualian-kekecualian.

Demikian pula psikologi, terutama psikologi perilaku maupun psikologi persepsi.

Apakah psikologi perilaku?

Psikologi perilaku adalah sebuah ilmu yang mempelajari seseorang dari perilakunya. Bukan dari agamanya, ibadahnya, gelar sarjananya, gelar hajinya, rajin ke masjid atau ke gerejanya, pakaiannya, kekayaannya, jabatannya, pangkatnya, penampilannya, prestasinya, karyanya, dan juga bukan dari peci atau jilbabnya. Jadi, menilai perilaku seseorang cukup dari perilakunya.

Kriteria perilaku yang baik

Perilaku yang baik adalah perilaku yang tidak pernah melanggar norma sosial, norma hukum dan norma agama, di masa lalu, di masa sekarang di prediksi perilaku di masa yang akan datang.

Perilaku artifisial

Cukup banyak orang punya perilaku artifisial (dibuat-buat). Antara lain: seolah-olah sopan, seolah-ooah dermawan, seolah-olah pandai,seolah-olah mengerti,seolah-olah tahu,seolah-olah bisa,seolah-olah taat beragama dan beribadah,seolah-olah suci dan seterusnya.

Manifestasi perilaku artifisial

Orang yang berperilaku artifisial banyak caranya. Misalnya, seolah-olah kaya maka diapun memakai mobil mewah. Padahal, banyak orang tidak tahu kalau mobil itu mobi pinjaman atau hasil menyewa. Seolah-olah mampu memutar uang orang lain berkedok koperasi simpan pinjam, padahal uang semua nasabah koperasi dibawa kabur. Seolah-olah memperjuangkan aspirasi rakyat dengan cara mengobral janji-janji sorgawi, padahal setelah terpilih sebagai pemimpin atau wakil rakyat, omong kosong saja. Dan masih banyak perilaku artifisial lainnya.

Perilaku mendadak

Setiap pemilu/pemilukada, banyak calon pemimpin yang berperilaku mendadak. Misalnya: Mendadak pakai peci,mendadak pakai jilbab,mendadak rajin beribadah,mendadak rajin mengunjungi ponpes,mendadak rajin beramal,mendadak sopan santun, mendadak murah senyum kepada semua orang, mendadak rajin berkunjung ke RT/RW,mendadak merakyat,mendadak mengunjungi yayasan yatim piatu,mendadak menyumbang pembangunan masjid, mendadak menjadi dermawan dan sosialwan dan perilaku mendadak-mendadak lainnya.

Apakah psikologi persepsi?

Menoal sedikit tentang psikologi gestalt. Contoh, jika Si A naik motor dan berhenti di pangkalan ojek, maka orang yang belum mengenal Si A akan mengira Si A adalah tukang ojek, padahal bukan. Jika Si A wajahnya mirip penjual sayur, maka orang yang belum mengenal Si A akan mengira Si A adalah penjual sayur itu atau mengira saudaranya penjual sayur itu.

Demikian pula, calon pemimpin yang selama pemilu/pemilukada memakai peci atau jilbab, maka tak jauh-jauh dari psikologi gestalt itu. Yaitu ingin memberrbenar beragama, benar-benar taat beribadah, benar-benar orang baik-baik, benar-benar suci. Jadi, motivasinya adalah ingin membangun kesan atau persepsi sebagai sosok yang meyakinkan banyak orang.

Fakta yang terjadi

Kalau dicermati, ternyata hasil pemilu/pemilukada dari waktu ke waktu, mereka yang tersangkut kasus korupsi ternyata sebagian besar adalah yang berperilaku artifisial tersebut. Termasuk di antaranya yang suka melihat video porno ataupun terlibat kasus perselingkuhan.

Tidak semuanya

Kalimat yang membosankan adalah, orang selalu bilang “Tidak semuanya seperti itu”. Di awal artikel penulis sudah bilang, sebagian besar, pada umumnya dan generalisasi memang demikian. Kekecualian memang ada, tetapi kekecualian yang jumlahnya sedikit tidak perlu kita bicarakan di sini karena kita akan terjebak pada pola pikir OOT (out of topic).

Pelajari perilakunya

Supaya tidak salah memilih pemimpin, maka kita perlu mempelajari perilakunya di masa lalu, di masa sekarang ataupun prediksi di masa yang akan datang. Sebab, bisa saja perilakunya masa lalu baik, tetapi saat pemilu/pemilukada mempraktekkan “money politics”, maka tak perlu calon pemimpin demikian kita pilih.

Jangan terkecoh janji

Setiap pemilu/pemilukada selalu muncul janji-janji sorga yang sekaligus janji-janji jadul. Antara lain: sembako murah, pendidikan dan kesehatan gratis, menciptakan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, pembangunan infra struktur, akan menyelesaikan masalah ini masalah itu. Seolah-olah dia/mereka superman. janji-janji yang jadul seperti itu terbukti banyak omong kosongnya.

Lihat prestasinya di masa lalu

Cara terbaik memang melihat prestasinya di masa lalu. Apa yang telah pernah dilakukannya? Bermanfaatan bagi rakyat? Adakah kemajuan yang signifikan? Memilih calon pemimpin yang banyak prestasinya resikonya lebih sedikit daripada memilih calon pemimpin yang tidak jelas prestasinya. Ingatlah.

Ingatlah

Semakin banyak janji. Semakin banyak gombalnya.

Sekali lagi, artikel ini bicara “pada umumnya” yang jumlahnya sangat banyak dan tidak bicara “kekecualian-kekecualian” yang jumlahnya sangat sedikit.

Kesimpulan

Apakah itu berarti Anda harus memilih calon pemimpin yang tidak berpeci atau tidak berjilbab? Tidak begitu logikanya. Maksud dari artikel ini adalah agar Anda tidak terkecoh dengan perilaku artifisial (perilaku-pura-pura).

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Responses

  1. sbg info skrg pertengahan tahun 2016 tapi dr artikel2 yg saya baca masih relevan. jd kesimpulanny antara bapak bs baca masa dpn bagaimana kondisi sosial perilaku masyarakat atau yg kedua sjk bapak tulis blog yaitu awal tahun 2011-an tdk ada perubahan perilaku malahan makin menjadi2. saat ini sepertiny sedang trend pak perilaku2 yg pernah bapak muat d blog. malahan sy lihat tren nya makin naik alias makin bny org seperti yg bapak tulis, sepertinya malah makin menjadi2 perilaku buruk masyarakat kita ini. terutama org yg jual agama, emang barang dagangan? bahkan skrg bukan cm masuk ranah politik pak. ada perumahan islami dbangun sesuai konsep islam & cm boleh islam, lalu produk2 islami bahkan jualan jasa dengan embel2 islami (bank islami, pengobatan islami, salon/spa islami, dll)


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: