Oleh: psikologi2009 | Juni 28, 2012

PSIKOLOGI: Orang Indonesia Suka Pamer (Show Off)

KALAU kita mau jujur melakukan pengamatan perilaku, sebenarnya banyak orang Indonesia yang suka pamer. Pamer inilah pamer itulah. Motivasinya tentu bermacam-macam. Namun, secara umum, mental pamer atau mental “show off” adalah supaya orang lain tahu.

Definisi pamer

Pamer  di dalam konteks pribadi yaitu, mengatakan sesuatu, menunjukkan sesuatu atau berbuat sesuatu kepada orang lain supaya orang lain tahu dan sekaligus disadari atau tidak, mengharapkan adanya pujian dari orang lain tersebut.

Motivasi pamer

Ada beberapa motivasi pamer, antara lain:

-Mengharapkan pujian supaya orang lain bilang “Wah…hebat…” dan semacamnya

-Supaya dianggap kaya

-Supaya dianggap rajin beribadah

-Supaya dianggap orang suci

-Dll

Contoh 1

Seorang mahasiswa yang sebelumnya tidak pernah punya mobil, suatu saat punya mobil. Ketika berangkat kuliahpun mendadak dia jadi orang baik, yaitu menjemput beberapa orang temannya.Tentu saja teman-temannya berkomentar: “ah, mobil baru, ya?”. Mahasswa tersebut merasa senang mendapat pujian seperti itu.

Contoh 2

Saat pulang mudik lebaran, motivasinya tidak sekadar silaturahim, tetapi juga pamer. Pamer baju baru, pamer Blackberry baru, pamer motor baru, pamer perhiasan baru, Bahkan juga pamer kesuksesan-kesukesannya di Jakarta atau kota besar lainnya.

Contoh 3

Tiap kali menjelang shalat, pasti ada yang suka bilang-bilang ke orang lain “He, saya mau shalat, ya?”. Padahal, tidak bilang-bilang juga tidak apa-apa. Kecuali kala lagi ada tamu yang nonmusli, boleh saja minta izin untuk shalat dulu. Itu lain persoalan.

Contoh 4

Yang paling mencolok adalah, saat akan naik haji, orang satu kampung diberitahu. Bahkan, sat pemberangkatannyapun diantarkan blasan hingga puluhan mobil, bus untuk mengangkut orang satu kampung.

Contoh 5

Tak jarang, seseorang yang baru selesai saja diwisuda S1/S2/S3, langsung bagi-bagi kartu namanya ke semua orang, familinya, tetangganya dan bahkan orang yang tidak dikenalpun diberi kartu nama yang ada gelar dan namanya. Oang yang baru nai hajipun pamer “gela” H/Hj, padahal gelar haji/hajah bukan ajaran Islam dan bukan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana dengan pameran produk?

Tentu, pamean produk (mobil, motor,furniture,komputer, dll) yang diadakan di suatu tempat dan mengundang orang banyak, merupakan pameran yang sah-sah saja, sebab tidak ada hubungannya dengan norma dan etika. Sebenarnya istilah yang benar yaitu “promosi”.

Apakah pamer pribadi tidak boleh?

Dari sudut  norma

Pamer itu boleh-boleh saja, asal yang dipamerkan adalah hal-hal yang baik. Tidak ada larangan sama sekali untuk memamerkan sesuatu yang baik. Itu dari segi norma.

Dari sudut etika

Pamer pribadi sebaiknya tidak usah dilakukan karena tidak etis. Karena pamer pribadi mengandung unsur membanggakan diri, mengandung unsur kesombongan,memandang orang lain di bawah derajatnya, apalagi menghitung-hitung kebaikan pribadi tentu tidak etis. Kalau berlebihan bisa disebut narsistis.

Dari sudut psikologi

Pamer pribadi sebaiknya dihindarkan karena merupakan perilaku kekanak-kanakan (childish behaviour).

Catatan umum:

Sampai sekarang masih banyak orang Indonesia yang suka pamer. Mulai dari pamer gelar sarjana, gelar haji, mobil dan lain-lain

Catatan khusus

Kita harus cerdas untuk membedakan  istilah “pamer”  atau “promosi”.

Harus dilihat motivasinya.

Catatan umum

Sampai sekarang masih banyak orang Indonesia yang suka pamer. Mulai dari pamer gelar sarjana, gelar haji, mobil dan lain-lain

Catatan khusus

Kita harus cerdas untuk membedakan  istilah “pamer”  atau “promosi”.

Harus dilihat motivasinya.

Semoga bermanfaat

 

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: