Oleh: psikologi2009 | Juli 5, 2012

PSIKOLOGI: Kenapa Sudah Disumpah Kok Masih Korupsi?

PERTANYAAN “Kenapa sudah disumpah kok masih korupsi” atau “Rajin beribadah kok masih korupsi?” dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya adalh pertanyaan yang menarik. Soalnya, orang punya asumsi, orang yang disumpah di bawah kitab suci, pasti punya rasa takut melakukan korupsi. Kenyataannya tidak demikian. Sebagian besar koruptor adalah orang-orang yang punya, bahkan rajin beribadah. Namun, korupsi jalan terus. Juga, suka berbohong jika di pengadilan.

Teori perilaku

Banyak teori perilaku. Ada yang mengatakan bahwa “enirontment has more effects than heredity” atau faktor lingkungan lebih berpengaruh daripada faktor keturunan. Artinya, sewaktu lahir,merupakan manusia baik-baik. namun dalam pekembangannya, manusia bisa terpengaruh lingkungan,naik lingkungan positif maupun negatif.

Teori persepsi

Ada persepsi, bahwa hidup kaya merupakan hidup yang menyenangkan. Bisa foya-foya dan bersikap hedonistis. Persepsi demikian bisa mempengaruhi seseorang untuk mendapat kekayaan dengan berbagai cara, baik cara positif maupun cara negatif.

Teori perilaku

Teori perilaku mengatakan, kalau ingin menilai perilaku seseorang, maka jangan dilihat dari gelar sarjananya, gelar hajinya, pangkatnya, jabatannya, kekayaannya, prestasinya, keahliannya, kepandaiannya, ibadahnya, ataupun agamanya. Tetapi, nilailah perilakunya berdasarkan norma-norma (norma sosial, norma hukum dan norma agama).

Apakah agama itu?

Agama adalah pedoman berperilaku baik dan ditulis dalam kitab suci masing-masing agama. karena agama adalah pedoman, maka agama tidak menentukan perilaku manusia. Yang menentukan perilaku manusia adalah manusia itu sendiri.

Apakah sumpah di bawah kitab suci itu?
Sumpah di bawah kitab suci adalah sebuah simbolisme, di mana dengan bersumpah, diharapkan manusia takut berbuat tidak baik, termasuk korupsi atau berbohong di pengadilan.

Kenapa sudah disumpah kok masih korupsi

Berdasarkan berbagai teori perilaku, maka perilaku korupsi ditentukan oleh manusianya sendiri. Tidak ditentukan agamanya, sumpahnya ataupun janjinya. dalam posisi hidup di dunia, maka banyak orang ingin hidup kaya karena hidup kaya dianggap sebagai orang sukses. Oleh karena itu banyak orang ingin kaya secepatnya dengan berbagai cara, termasuk korupsi.

Kenapa korupsi terjadi?

Karena adanya faktor “3-K”, yaitu (k)esempatan,(k)emampuan dan (k)emauan. karena adanya ketiga faktor itu, maka terjadilah praktek-praktek korupsi itu.

Kenapa agama terlupakan?

Manusia bisa lupa. Kalau keinginan kaya raya secara mendadak tak terbendungkan lagi, maka faktor agama baginya bisa dikesampingkan. Tidak ada rasa dosa ini dosa itu. Urusan belakang. Yang penting kaya dulu. walaupun rajin beribadah, namun hanya ibadah fisik saja. Bukan ibadah jasmani rohani.

Kenapa berbohong di pengadilan?

dari sudut hukum, bohong merupakan fakta hukum yang diakui secara hukum. Dengan berbohong maka diharapkan bisa meloloskan diri dari vonis berupa hukuman. Sebab, jika mengaku, maka bisa dipastikan seseorang akan dihukum. Baginya, berbohong tidak apa-apa asal semua harta kekayaannya selamat. Apalagi bebas dari hukuman. Apalagi, hukum di Indonesia bisa dibeli. para penegak hukum juga bisa dibeli. Begitulah cara berpikirnya.

Emosionalitas  lebih besar daripada rasionalitas

dari berbagai teori perilaku, bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang sudah disumpah tetap korupsi dan berbohong di pengadilan karena pada diri seseorang “zona emosionalitas” lebih kuat daripada “zona rasionalitas”.

Ciri-ciri pengidap psikopat

Bisa ditarik kesimpuan secara khusus, bahwa para pelaku korupsi sesungguhnya adalah pribadi-pribadi pengidap psikopat. Tak perduli apa kata orang. Tak perduli kata agama. Baginya, sumpah di bawah kitab suci hanya formalitas belaka. Hanya merupakankegiatan “ceremonial” yang baginya tak punya makna.

Seberapa banyak pengidap psikopat?

Hasil penelitian atau survei menunjukkan:

1.Dalam skala luas (misalnya s-Indonesia) maka 1 dari 1000 penduduk adalah pengidap psikopat.

2.Dalam sekala sempit (di Facebook,Twitter,RT,di lembaga eksekutif,yudikatif dan legislatif) maka 1 dari 8 orang adalah pengidap psikopat.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: