Oleh: psikologi2009 | Juli 16, 2012

PSIKOLOGI: Orang yang Mudah Menyalahkan Pendapat Orang Lain, Biasanya adalah Orang yang Tidak Mengerti Maksud Pendapat Orang Lain

PSIKOLOGI mempunyai laboratorium yang sangat luas, yaitu masyarakat. Sebuah masyarakat terdiri dari berbagai manusia yang mempunyai perbedaan karakter, kepribadian, persepsi, cara berpikir , perilaku dan perbedaan-perbedaan lainnya. Namun, dari sudut psikologi, tentu perilaku mereka sangat menarik untuk dipelajari. Antara lain, kenapa ada orang yang suka atau mudah menyalahkan pendapat orang lain?

Mudah menyalahkan pendapat orang lain

Memang, ada tipe-tipe orang tertentu yang sangat mudah menyalahkan orang lain. Bahkan, apapun pendapat orang lain selalu disalahkan. Tentu, mereka menyalahkan orang lain dari sudut pandangnya sendiri yang dianggap benar. Padahal, apa yang dikatakannya belum tentu benar.

Kenapa mudah menyalahkan pendapat orang lain?

Secara umum, orang mudah menyalahkan pendapat orang lain karena:

1.Tidak memahami pendapat orang lain

2.Salah persepsi

3.Karena minimnya pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang dimiliki

4.Cara berlogika yang keliru

5.Karena faktor subjektivitas

ad.1.Tidak memahami pendapat orang lain

Biasanya, mereka tidak memahami pendapat orang lain karena tidak tahu sudut pandang orang yang berpendapat. Biasanya, mereka juga tidak mengenal apa kompetensi yang berpendapat. Bisa juga karena terlalu tergesa-gesa menangkap pendapat orang lain tanpa dipikirkan lebih mendalam. Juga tidak memahami apa motivasi orang yang berpendapat. Bisa juga karena faktor IQ rendah atau daya tangkap yang memang lemah.Juga, karena tidak mampu memahami alasan orang lain yang tidak dikatakan.Sehingga pendapat orang lain selalu dianggap salah.

Contoh:

Dari sudut psikologi-sosial Si A berpendapat bahwa peci hitam dan jilbab merupakan symbol agama Islam. Namun Si B yang tidak memahami psikologi sosial langsung menyalahkan pendapat Si A.

ad.2.Salah persepsi

Persepsi adalah cara pandang dan cara pikir seseorang terhadap suatu objek pembicaraan yang diproses secara langsung di dalam otak seseorang dari sudut pandang yang sudah ditentukan secara apriori. Clakanya adalah, mereka mengambil posisi yang berbeda dengan orang yang punya pendapat. Sehingga apa yang dipersepsikan selalu salah.

Contoh:
Si A jarang sekali ke luar rumah dan bergaul dengan tetangga-tetangganya karena sibuk membuat artikel, novel, scenario film/sinetron dan lain-lain. Si B yang merupakan tetangga Si A langsung menyalahkan Si A sebagai orang yang introvert dan kuper (kurang pergaulan).

ad.3.Karena minimnya pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang dimiliki

Mereka bisa saja mudah menyalahkan pendapat orang lain karena minimnya pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sehingga mereka sering terjebak pada hal-hal yang mereka sebenarnya tidak punya kompetensi. Tidak didukung landasan pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang relevan sehingga terkesan snob (sok tahu, sok mengerti atau sok pintar).

Contoh:

Si A membuat sebuah kanopi/atap motor dengan pertimbangan dari berbagai sudut ilmu pengetahuan. Si B lantas menyalahkan Si A dan mengatakan kanopi/atap motor melanggar hukum. Si A tentu tidak pernah membaca bahwa menurut UU No.22 Tahun 2009, tidak ada satu pasal atau ayat yang melarang kanopi/atap motor.

ad.4.Cara berlogika yang keliru

Cukup banyak orang mudah menyalahkan pendapat orang lain karena kesalah berlogika. Antara fakta dan proses berpikirnya tidak ada relevansinya. Salah menafsirkan sebuah fakta di dalam proses berpikir. Terjebak pada cara berlogika yang keliru.

Contoh:
Si A membuat kanopi/atap motor sebagai pelindung panas dan hujan. Si B langsung berkomentar, kalau sudah pakai kanopi/atap, buat apa pakai helm? Toh memakai kanopi motor juga tidak akan kena panas ataupun hujan. Tentu, cara berlogika Si B logis, tetapi tidak benar. Karena, ada undang-undang yang mewajibkan pengendara dan pembonceng motor menggunakan helm standar.

ad.5.Karena faktor subjektivitas.

Mereka mudah menyaahkan juga karena faktor subjektivitas. Misalnya, karena tidak suka dengan orang yang punya pendapat. Karena memang punya kepribadian suka ngeyel dan suka memaksakan pendapat. Karena harga diri yang terlalu besar. Ada keinginan pendapatnya selalu dihargai. Ingin dianggap mengerti padahal tidak mengerti.

Contoh:

Si A sebenarnya orang yang pandai dan kreatif. Si B yang tidak pandai dan tidak kreatif benci sekali dan bersikap sirik kepada Si A. Apapapun yang dibuat dan dikatakan Si A, selalu disalahkan.

Bagaimana cara kita menghadapi orang yang suka menyalahkan pendapat kita?

Sedapat mungkin kita memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Kalau masih juga mereka tidak mau menerima pendapat kita, ya biarkan saja mereka bicara sebab tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang tidak mengerti. Mungkin lebih aman kita menghindari berbeda pendapat dengan orang yang demikian.

Bagaimana jika justru Anda yang punya kebiasaan menyalahkan pendapat orang lain?

Mudah jika ada kemauan. Sulit jika tidak ada kemauan. Yaitu, kalau tidak benar-benar ,mengerti, apa salahnya kalau Anda bertanya atau meminta penjelasan. Harus mau belajar berusaha untuk memahami apa maksud orang lain. Mencoba mengerti pendapat orang lain tanpa mengomentari dari sudut yang berbeda. Ada baiknya meminta penjelasan yang lebih rinci beserta alasan-alasannya.

Kesimpulan

1.Orang-orang yang mudah dan suka menyalahkan pendapat kita, 90% disebabkan mereka tak mempunyai kemampuan untuk memahami maksud kita yang berpendapat. bahkan, mereka seringkali cenderung “ngeyel” dan mempertahankan pendapatnya sendiri.

2.Jika kita tidak mengerti : Sebaiknya kita bertanya

Jika kita mengerti : Sebaiknya berpendapat sesuai dengan persepsi orang yang punya pendapat.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

Responses

  1. […] Imadha, (2012: Online), beberapa alasan mengapa seseorang mudah menyalahkan pendapat orang lain antara […]


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: