Oleh: psikologi2009 | Juli 19, 2012

PSIKOLOGI: Jangan Mudah Menyalahkan Status di Facebook

HASIL observasi yang penulis lakukan selama dua tahun menunjukkan bahwa, betapa sangat mudahnya Facebooker menyalahkan pendapat Facebooker lain. Kalau penulis amati, sebenarnya sebuah status adalah benar sebab mereka menulis status berdasarkan titik tolak tertentu. Baru bisa kita katakan salah kalau kita sudah memahami titik tolaknya dan menganalisai titik tolak itu berdasarkan pendekatan keilmuan.

Kenapa mudah menyalahkan status di Facebook?

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mudah menyalahkan status seorang Facebooker.

1.Tidak memahami titik tolak status tersebut

2.Tidak memahami maksud daripada status tersebut

3.Salah mempersepsikan status tersebut

4.Salah mengambil kesimpulan dalam berlogika

5.Terbatasnya pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki

ad.1.Tidak memahami  titik tolak status tersebut

Tiap orang, disadari atau tidak, berpendapat berdasarkan titik total tertentu. Misalnya, dari sudut pandang objektif : agama, hukum, politik, filsafat, ilmu logika, psikologi dan lain-lain. Ada juga sudut pandang subjektif yang tidak ada kaitannya dengan titik tolak tertentu.

Contoh status:

Si A menulis status: “Betapa pentingnya menggunakan kanopi/atap motor.Anti hujan dan anti panas”.Ada uraiannya. Langsung disalahkan. Katanya, kalau hujan ya pakai mantel hujan dan kalau panas pakai topi. Padahal, titik tolaknya adalah kesehatan. Kanopi motor bisa menghindari demam, reumatik, flu, kambuhnya penyakit asma, menghindarkan polusi air dan udara akibat hujan dan menghindari timbulnya penyakit kanker kulit akibat sinar matahari yang terik.

ad2.Tidak memahami maksud daripada status tersebut

Tiap kalimat maupun kata yang ditulis seseorang tentu ada maksudnya. Biasanya secara implisit dan maksudnya tidak tertulis. Banyak yang tak mampu memahami hal-hal yang implisit tersebut sehingga mudah menyalahkan.

Contoh status:

Si A menulis status:” Akan menerbitkan buku berjudul “1.000 Kesalahan Berlogika”. Disalahkan. katanya, semua orang juga bisa berlogika. Jadi, buat apa menerbitkan buku itu. Tentu seseorang itu tidak memahami maksud buku itu. Benar, semua orang bisa berlogika, tetapi merupakan Logika Umum atau Logika Spekulatif. Bisa benar dan bisa salah. Tetapi, banyak salahnya. Sedangkan Logika Akademik atau Logika Ilmiah, tidak mungkin salah karena berdasarkan format-format berlogika yang berlaku sejak jaman Yunani dan berkembang terus hingga sekarang.

ad.3.Salah mempersepsikan status tersebut

Persepsi seorang penulis status, bisa saja berbeda dengan persepsi seorang komentator. Oleh karena adanya perbedaan persepsi, maka bisa dengan mudahnya seseorang menyalahkan sebuah status.

Contoh status:

Si A menulis status:”Si A sudah 6 X pemilu dan 4 X pemilukada golput”.Ada uraiannya. Lantas ada yang menyalahkan. Katanya, golput tidak menghasilkan apa-apa. Golput bukan warganegara yang baik. Golput tidak berhak mengritik pemerintah dan semacamnya. Padahal, menurut undang-undang, memilih adalah hak. Bukan kewajiba. Penyebab golput juga banyak. Lagipula, kriteria warganegara baik bukan golput atau tidak golput. Warganegara yang baik adalah warganegara yang tidak pernah melanggar peraturan perundang-undangan dan norma-norma (sosial, hukum dan agama).

ad.4.Salah mengambil kesimpulan dalam berlogika

Orang mudah menyalahkan status orang lain juga bisa karena proses mengambil kesimpulan yang keliru. Sehingga komentarnyapun cenderung berbeda dan menyalahkan sebuah status.

Contoh status:

Si A membuat status:”Puasanya orang Indonesia adalah puasa hedonis”.Ada uraiannya. Stayusnyapun disalahkan. Katanya, tidak semua orang puasanya hedonis. Banyak juga yang tidak hedonis. Tentu salah mengambil kesimpulan, sebab Si A tidak menulis kata “Semua orang Indonesia” tetapi “Orang Indonesia”. Bagi yang cara berlogikanya benar, tentu tahu bahwa “semua” adalah tidak mungkin.Yang mungkin adalah “sebagian”. Di dalam ilmu logika, kata “semua”,”beberapa”, tentu berbeda. Kalau tidak ada kata “semua” atau “beberapa”, maka diperlukan kecerdasanberlogika.

ad.5.Terbatasnya pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Seseorang dengan mudah menyalahkan status orang lain karena pengetahuan dan atau ilmu pengetahuan yang dimiliki sangat terbatas. Kebetulan, status tersebut bicara tentang hal-hal yang tidak dikuasai seseorang tersebut.

Contoh status:

Si A membuat status :” Peci dan jilbab merupakan simbol agama”.Ada uraiannya. Lantas Facebooker yang tidak memahami psikologi-sosial, langsung menyalahkan. Padahal, apabila Facebooker tersebut memahami psikologi-sosial, maka tidak perlu menyalahkan pendapat orang lain yang belum dipahami secara nyata. Dari sudut pandang psikologi-sosiual, peci dan jilbab memang merupakan simbol agama terutama agama Islam. Konteksnya adalah saat merayakan hari besar Islam, Idul Fitri dan semacamnya. Tentu, peci bisa menjadi simbol apa saja. Tentu, simbol agama (agama Islam) tidak hanya peci saja.

Kesimpulan

1.Tidak mudah untuk memahami maksud status seseorang karena terbatasnya pengetahuan dan ilmu pengetahuan seseorang

2.Perlu mempelajari dengan cermat apa titik tolak, maksud,persepsi,logika, dan pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang digunakan penulis status.

3.Ada baiknya kalau tidak mengerti : bertanya.

4.Untuk memahami status, memang diperlukan juga tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Catatan:

Facebook adalah media sosial, sarana untuk silaturahim. Jadi, menjaga hubungan baik antar Facebooker jauh lebih penting daripada suka menyalahkan, snob (sok tahu,sok mengerti dan sok pintar), suka menggurui atau suka menasehati.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori