Oleh: psikologi2009 | Agustus 12, 2012

PSIKOLOGI: Kenapa Banyak Orang Tidak atau Belum Menikah?

MUNGKIN Anda belum tahu bahwa selama di Jakarta, penulis pernah mengelola penpals atau sahabat pena. Gara-gara  Harian Kompas saat itu tidak punya iklan khusus penpals, maka dimasukkan dalam kategori iklan baris Kontak Jodoh. Akibatnya, banyak yang mengira itu biro jodoh. Akhirnya, sekalian penulis jadikan biro jodoh. Namanya EXODUS-CLUB. Ternyata peminatnya banyak sekali. Bahkan club penulis sempat bekerja sama dengan Majalah Family (sudah tidak terbit lagi). Acaranya pertemuan, rekreasi dan lain-lain. Anggotanya mencapai ribuan orang.

Saat itu penulis heran, kenapa mereka yang tampan dan cantik, kaya, bergelar sarjana kok sulit mencari jodoh? Berdasarkan pertanyaan tertulis dan jawaban tertulis, jawaban dari mereka ternyata bermacam-macam. Antara lain:

-Pernah patah hati

-Ingin jodoh yang se-level (kalau sarjana ya dapat sarjana,kalau kaya ya ingin dapat yang kaya juga)

-Ingin cowok yang tinggi, ganteng, sarjana dan kaya

-Ingin cewek yan cantik, sarjana, masih perawan

-Ingin yang satu suku

-Ingin dapat bule

-Dan mungkin masih ada ribuan alasan lagi. Jadi, kita tidak bisa memvonis bahwa Si A tidak menikah karena faktor “A”. Sebab, tiap orang punya alasan masing-masing. Ada alasan yang masuk akal dan ada juga alasan yang tidak masuk akal.

Sebenarnya hambatannya dari mana?

Sebenarnya hambatan atau kendalanya ada dua sumber.

1.Hambatan dari faktor intern

2.Hambatan dari faktor ekstern

ad.1.Hambatan dar i faktor intern

Antara lain:

-Kebetulan tergolong tidak tampan atau tidak cantik

-Terlalu perfectionis (ingin yang sempurna 100%)

-Pernah patah hati sehingga sulit percaya kepada lawan jenis

-Trauma yang sangat parah sehingga berniat tidak akan menikah seumur hidup

-Tidak mau berusaha atau usahanya tidak serius

-Memang suka hidup sendiri (solitaire)

-Merasa belum mampu secara ekonomi,merasa belum mampu secara psikologis maupun fisikologis

-Rendah diri atau minder

-Sangat pemalu , takut ditolak tidak mempunyai keberanian ntuk melakuka pendkatan

-Takut mempunyai keturunan cacat

-Dan masih banyak lagi

ad.2.Hambatan dari faktor ekstern

Antara lain:

-Kesibukan kerja yang menyebabkan sedikitnya waktu untuk bersosialisasi

-Tidak disetujui orang tua

-Tidak mau dipaksa orang tua atau tidak mau dijodohkan oleh orang tua

-Faktor lingkungan yang tidak memungkinkan

-Terkena guna-guna (bagi yang percaya)

-Tahu karena ternyata pacarnya punya penyakit berat (asma, jantung, stroke, diabetes berat,dll)

-Faktor adat yang berbeda (misalnya: adanya sistem beli,semua harta benda harus atas nama isteri,dll).

-Faktor perbedaan suku,agama dan bangsa

-Faktor peraturan perundang-undangan

-Percaya bahwa jodoh itu ditentuan Tuhan dan tidak ditentukan diri sendiri

-Dan masih banyak lagi.

Jodoh ditentukan Tuhan

Memang ada pendapat demikian, terutama bagi yang beragama Islam. Bahkan rezeki dan kematianpun ditetapkan Tuhan. Namun masih bisa diperdebatkan, apanya yang ditentukan Tuhan? Waktunya? Tempatnya? Orangnya? Syarat-syaratnya? Atau, apanya?

Ada hubungannya dengan faktor kesempatan,kemampuan dan kemauan.

-Tentu, mencari jodoh harus ada kesempatan. Dan kesempatan sebenarnya bisa disediakan. Misalnya lewat iklan di koran ataupun lewat media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain.

-Faktor kemampuan juga perlu dipehitungkan. Antara lain kemampuan melakukan pendekatan, kemampuan secara biologis,psikologis dan ekonomis.

-Dan terpenting adalah faktor kemauan.

 Kemauan diri sendiri dan kemauan Tuhan

Kata kunci soal jodoh ternyata terletak pada kata “kemauan”. Baik kemauan dari diri sendiri maupun kemauan dari Tuhan.

Gabungan antara freedomisme dan determinisme

Sesungguhnya kehidupan, termasuk mencari jodoh, itu gabungan antara freedomisme dan determinisme. Artinya, manusia berusaha, Tuhan menentukan.

Kesimpulan

1.Ada yang sulit mendapatkan jodoh karena tidak ada kemauan yang serius.

2.Ada yang mempunyai kemauan yang serius tetapi Tuhan belum mengizinkan

Semoga bisa memperluas cakrawala pemikiran Anda

Hariyanto Imadha
Mantan pendiri dan pengelola
EXODUS-CLUB (Single Club)
JAKARTA

Responses

  1. beda agma apakah trmsuk jodoh?

  2. Nusuk banget. Jadi tahu apa yg membuat saya gak nikah2 sampai sekarang, hehe. Nice post..🙂

  3. Ak brusia 40thn blum menikah..kdang da yg mau ak yg mundur..juga sbaliknya lw ak mau,si cwo yg pergi…apa cinta bisa di paksakan

  4. Tulisan yang padat dan menarik, terima kasih telah berbagi. Kebetulan saya juga barusan menulis tentang bagaimana sulitnya memperbaiki rasa kepercayaan pasca pengkhianatan. Bisa dibaca di artikel Mempercayai Lagi Setelah Dikhianati, Bisakah?, pasti bisa memberikan edukasi yang berguna dalam perjalanan romansa. Salam kenal!🙂


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori