Oleh: psikologi2009 | Agustus 15, 2012

PSIKOLOGI: Beberapa Perilaku Buruk Sebagian Umat Islam

ISLAM adalah agama yang paling baik bagi para pemeluknya. Agama lain juga agama yang paling baik bagi para pemeluknya. Mana agama yang terbaik dari semua agama? Itu urusannya Logika Tuhan. Bukan urusannya Logika Manusia. Manusia hanya bisa sok tahu. Meskipun demikian, tidak semua pemeluk agama itu manusia yang baik, termasuk pemeluk agama Islam. Banyak umat Islam yang ibadahnya bagus, tetapi perilakunya buruk.

Beberapa perilaku buruk sebagian umat Islam

1.Suka mengkafirkan

Sejarah membuktikan memang ada sebagian umat Islam yang hobinya mengkafirkan pihak lain, terutama mengkafirkan umat Nasrani dan Yahudi. Padahal menurut ilmu bahasa, dalam Bahasa Arab, kafir artinya orang-orang yang tidak bersyukur. Itu berarti kata kafir berlaku untuk semua umat beragama, termasuk sebagian umat Islam. Contohnya, umat Islam yang korupsi bisa dikatakan sebagai kafir (kufur an ni’mah). Jadi, sebetulnya kalau ada umat Islam bisa mengkafirkan umat nonmuslim, maka umat nonmuslim juga bisa berkata yang sama. Artinya, saling mengkafirkan adalah perbuatan yang banyak mudaratnya. Apalagi kalau mengatasnamakan Islam.

2.Kalau ada pihak yang tidak sealiran, suka merusak

Ada kelompok Islam, kalau ada Islam lain yang dianggap tidak sealiran atau tak sepaham, maka yang dilakukannya adalah merusak tempat peribadatan mereka. Minimal saling menyalahkan.Seolah-olah mereka adalah yang paling Islami. Paling benar.Padahal siapa yang paling Islam sesungguhnya hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Mereka yang ibadahnya bagus belum tentu perilakunya baik. Banyak perbuatan anarki yang mengatasnamakan Islam.

3.Menyebarkan rasa benci

Karena salah menafsikan Al Quran atau kurang memahami maksud ayat-ayat Al Quran atau memahami tejemahan Al Quran secara harafiah atau ada kepentingan politik tertentu, maka seringkali mereka sengaja atau tidak sengaja menebarkan rasa permusuhan terhadap suku lain, agama lain, ras/bangsa lain dan antar golongan lain. Padahal, Tuhan tidak penah mengajarkan agar manusia saling membenci satu sama lain. Dan menebarkan rasa benci itupun atas nama Islam. Lupa, bahwa Islam adalah agama yang “rahmatan lil ‘alamin”.

4.Tidak demokratis

Dengan menggunakan ayat tertentu ( An Nisa 144) yang dipahaminya secara salah, maka menyerukan kepada umat Islam lainnya agar tidak memilih calon pemimpin nonmuslim. Padahal, kriteria calon pemimpin yang baik adalah shiddiq, amanah, tabliq dan fathonah. Apapun agamanya. Kalau ada ayat yang mengatakan pilih pemimpin muslim, itu karena ayat itu turun pada jaman nabi di mana ada persoalan antara Islam,Yahudi dan Nasrani. Artinya, ayat itu hanya berlaku untuk jaman itu atau jaman yang mirip jaman itu. Apalagi, pemimpin negara dan pemimpin agama tentu berbeda persyaratannya, kecuali ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sesungguhnya umat Islam bebas memilih pemimpinnya. Kalau diarahkan (apalagi dihasut), itu perilaku yang tidak demokratis. Toleransi antarumat beragama juga rendah.

5.Mencatut istilah “Islam”

Istilah “Islam” sering dicatut sebagai nama organisasi, terutama partai politik. Azasnyapun Islam. Namun, pada prakteknya mereka ingin berkuasa, dapat jabatan, dapat proyek, ingin menumpuk kekayaan sekaya-kayanya. Jadi, istilah”Islam” hanya digunakan untuk kepentingan pribadi atau golongannya. Tidak demi kepentingan seluruh umat Islam. Sikapnya sok suci dan sok paling Islami.

6.Enggan menerima pendapat yang berbeda

Sebagian umat Islam enggan menerima pendapat yang berbeda walaupun dikatakan oleh pakar ilmu filsafat dan pakar ilmu logika sekalipun. Merasa pendapatnyalah yang paling benar. Padahal, masalah benar atau tidak benar ada ilmunya, yaitu ilmu filsafat dan ilmu logika. Ilmu agama tidak pernah mengajarkan bagaimana cara berpikir benar, melainkan bagaimana berperilaku benar. Kalau ada orang berpendapat berbeda, justru dimusuhinya. Merasa pendapatnya sendiri yang benar, paling benar dan selalu benar. Pendapat orang lain dianggap salah, pasti salah dan selau salah. Wawasan berpikirnya sempit sekali. Konsekuensinya, seumur hidup tetap mempertahankan pendapatna yang salah itu.

7.Percaya mentah-mentah ucapan guru agamanya

Perilaku buruk sebagian (sebagian besar) umat Islam yaitu, menganggap semua ucapan guru agamanya,kiyainya,mubaliqnya,khotibnya,ulamanya atau siapa saja yang layak disebut guru agama sebagai perkataan yang benar, paling benar dan selalu benar. Ditelan mentah-mentah tanpa bisa membedakan sumber ucapannya dari mana. Dari Al Qur’an-kah,hadits-kah,riwayat sahabat nabi-kah atau pendapat pribadi Sang Penceramah agama? Sebab, seringkali penceramah agama menyisipkan pendapat-pendapat pribadinya yang tentu saja dianggap benar oleh siapa saja yang mendengarnya.Padahal pendapatnya belum tentu benar.

8.Ibadahnya baik tetapi logikanya kacau balau

Hampir sebagian besar umat Islam ibadahnya baik. Sayang logikanya kacau balau. Hal ini disebabkan antara lain karena sistem pendidkan nasional yang tidak berbasiskan “logics”. Ilmu logika hanya diajarkan kulit-kulitnya saja. Itupun silogisme.  Bahkan di fakulas filsafat sekalipun, hanya diajarkan pengantar ilmu logika yang merupakan dasar-dasarnya saja. Akibatnya, mereka sering berlogika yang salah. Misalnya menganggap mudik lebaran itu wajib. Memakai baju baru saat lebaran itu wajib. Dan sangat banyak cara berlogika yang salah lainnya.

9.Ibadahnya baik tetapi perilakunya buruk

Ibadahnya memang baik. Tetapi perilakunya buruk. Antara lain membuang sampah sembarangan, tidak tertib berlalu lintas, korupsi,pungli,nepotisme,suka mencela,seribu kali mengucapkan Insya Allah seribu kali ingkar janji,money politic,sombong, suka pamer,basa basi,sok paling Islami, suka mencampuri urusan pribadi orang lain, merasa benar sendiri (enggan menerima pendapat berbeda dari orang lain),ingin gaji besar tetapi malas bekerja,suka pamer dan perilaku buruk lainnya yang tidak penah dihilangkan.

10.Narsis negatif

Narsis memang ada yang positif, yaitu orang yang suka berbicara tentang kesuksesan dirinya dengan tujuan memotivasi orang lain. Tetapi, narsis juga bisa berkonotasi negatif. Misalnya membanggakan gelar sajana ataupun gelar haji/hajahnya. Padahal, banyak di antara mereka yang salah memakai gelar sarjana atau tidak tahu kalau gelar haji/hajah itu bukan ajaran Nab Muhammad SAW dan bukan ajaran Al Qur’an atau bukan ajaran agama Islam. Dan mereka tidak tahu kalau itu termasuk bid’ah.

11.Mempersulit berdirinya tempat beribadah agama lain

Penulis pernah pindah rumah sebanyak 20 kali di Jabodetabek dan Jawa Timur. Tahu benar, boleh dikatakan 70% umat Islam merasa tidak setuju berdirinya tempat peribadatan agama lain, terutama gereja. Atas ketidaksetujuan mereka, maka perijinan untuk mendirikan gerejapun terhambat, bahkan tidak mungkin diberikan ijin. Keberatan sebagian umat Islam itupun tidak didukung penalaran/logika yang benar-benar objektif-rasional. Hanya berdasar rasa tidak suka (dislike) saja.

12.Menghayal berdirinya Negara Islam Indonesia

Sebagian umat Islam punya mimpi adanya Negara Islam Indonesia. Mereka berimajinasi kalau diterapkan hukum Islam, maka Indonesia akan bebas dari korupsi, narkoba dan tindak kriminal lainnya. Mereka lupa bahwa, hukum apapun, kalau dipegang orang brengsek, hasilnya brengsek juga. Mereka lupa bahwa gagasan NII justru membuat NKRI pecah dan Indonesia secara politik menjadi negara yang lemah. Lagipula NII tidak merupakan jaminan munculnya tingkat kesejahteraan dan kemajuan bangsa dan negara. Mereka tak memahami sejarah berdirinya negara Indonesia yang sudah diperhitungkan secara matang oleh “founding fathers” dari berbagai golongan, termasuk golongan Islam sendiri.

Kesimpulan

1.Janganlah kita menilai seseorang dari pakaiannya, gelarnya, jabatannya, pangkatnya, kekayaannya, ibadahnya, qatam Al Qur’annya, pandainya berceramah atau berkotbah, sopan santunnya (yang dibuat-buat), prestasinya, ketenarannya, figurnya, kharismanya, keturunannya, penampilannya, ganteng/cantiknya dan lain-lain. Tetapi, nilailah PERILAKUNYA (perilaku pemikirannya, perilaku ucapannya dan perilaku perbuatannya).

2.Menjadi umat Islam yang cerdas itu sulit. Sebab, kebanyakan agama dipahami atas dasar keyakinan saja. Belajar agama tanpa belajar ilmu logika. Akibatnya, ibadahnya bagus, tetapi logikanya kacau balau. Lebih bersikap reaktif-emosional daripada reaktif-rasional.

Catatan

Artikel ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama Islam ataupun umat Islam secara keseluruhan, tetapi semata-mata memberikan pencerahan. Artikel ini juga merupakan artikel psikologi, bukan artikel agama. Konteksnya adalah perilaku.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Responses

  1. good goood goood jujurlah pd hatimu sendiri.

  2. Ijin kopi paste pak Hariyan Imadha

  3. intinya satu…iman tanpa perbuatan itu nol…

  4. Inilah faktanya seratus persen benar.

  5. Mantap harus menilai sesutu dgn kebenaran yg universal

  6. Agama islam itu yang dinilai ibadah dan taqwanya! Bukan logika nya. Makanya islam ibadahnya bagus tapi tidak pada logika nya. Karena mereka tau bahwa allah melihat seseorang pada ketaqwaan suatu kaum

  7. apaaan

  8. liat2 juga bro.
    kalo logika nya gak dipakek nanti keblinger loh.
    contohnya pemerkosaan yg katanya bagian dari ibadah . itu kalo logika nya jalan pasti gak ada murid pesantren yg mau. tp berhubung logikanya gak jalan jadi korban deh. masihkah bilang gak pakek logika . contoh lain org yg ngaku dapet ilham trs jd nabi baru. kalo logika nya gak jalan pasti setuju ikut aliran itu. semua harus imbang bro.

  9. Mungkin karena penganutnya kebanyakan orng miskin yg ga sekolah jd logika ga jalan… klo yg berpendidikan (ga jaminan juga) lebih mending sedikit.. tergantung didikan ortu juga. ANak sarjana tp ortu otak SD ya hasilnya sama.. fanatik tanpa logika (alias ga pake otak). Tp ga osah di panasin. Didunia islam dah kecoreng namanya koq… tiap ada teroris contoh. PAsti bersorban (yg diartikan muslim). Jd jgn dihina lg sesuatu yg dah hinaa… makin panjang jadinya. Gkan abis.. pinterlah dikitt (bukan berarti gue pinter. Cuman gue bisa mikir ajah.. hehhehe) nb. Gue atheis jd jgn hina agama lain okaii.. hina gue ajah gpp

  10. Setujaaaaaaa bingiit, Emang kebanyakan begitu, kalau begitu susah dibedakan mana setan mana manusianya, Jadi pepatah tentang yg bakal menghancurkan Dunia ini adalah manusia itu sendiri Emang benar bos. Tapi bagi kita-kita yg masih memiliki wahyu tentang solidaritas dan akhlak yg baik. Pertahankan itu. Karna itulah identitas dirimu yg diharapkann oleh Tuhan. Ajarkan yg baik pada anak cucu kita, hindari fanatisme berlebihan,

  11. masyaallah. kalian ini,sebenarnya orang islam tidak pernah mengkafirkan orang lai,lagi pula klo dia sendiri kafir maka haramlah surga baginya .kami sebagai umat muslim tidak pernah membenci agama lain kalo ada yg membenci pun dia orang yg tdk baik

  12. Bodo…

  13. Sebenar.a artikel ini hanya untuk golongan Muslim yang buruk saja,,,
    Kalo kalian ga ngerasa, KP harus marah?

  14. Kebetulan anda tinggal di indonesia jadi yg anda jadikan contoh adalah org indonesia yg mayoritas muslim. Anda pernah tinggal di US (yg mayoritas kristen/katolik) negara yg katanya menjunjung tinggi banget Hak Azasi Manusia? Anda tau bagaima perlakuan mereka terhadap kaum minoritas (black people, asia, imgran/mexican/latinos, gay, khususnya muslim )? Sy menulis seperti ini karena sy pernah tinggal disana dan pernah mengalami diskriminasi dari org2 islamophobia. Intinya, org yg “NGACO” itu akan selalu Ada DIMANAPUN, Ada dalam AGAMA APAPUN.
    Jadi.., lebih baik tak usah menghakimi siapapun agama apapun, don’t be stereotyped juga.
    Gak ada yg betul2 adil di dunia ini, yg bisa sempurna berbuat adil itu hanya Tuhan.
    Jangankan berlaku adil sama orang lain, sama diri sendiri saja kita kadang bisa berbuat nggak adil, ya nggak?🙂
    *just my opinion,,, no hard feelings yah :))

  15. Kok yg disinggung Islam terus sepertinya padahal kan masih ada agama lain di Indonesia :))
    Tapi gpp lah mungkin karena kebetulan anda tinggal di indonesia jadi yg anda jadikan contoh adalah org indonesia yg mayoritas muslim. Oya,, Anda pernah tinggal di US (yg mayoritas kristen/katolik) negara yg katanya menjunjung tinggi banget Hak Azasi Manusia? Anda tau bagaima perlakuan mereka terhadap kaum minoritas (black people, asia, imgran/mexican/latinos, gay, khususnya muslim )? Sy menulis seperti ini karena sy pernah tinggal disana dan pernah mengalami diskriminasi dari org2 islamophobia. Intinya, org yg “ngaco” itu akan selalu Ada Dimanapun, Ada dalam Agama Apapun
    Jadi.., lebih baik tak usah menghakimi siapapun agama apapun, jgn stereotyped juga lah
    Gak ada yg betul2 adil di dunia ini, yg bisa sempurna berbuat adil itu hanya Tuhan.
    Jangankan berlaku adil sama orang lain, sama diri sendiri saja kita kadang bisa berbuat nggak adil, ya nggak?🙂
    *just my opinion,,, no hard feelings yah :))

  16. Benar bnget..Di tempatku anak” islam sukanya lempar rumahku pake batu..saya kristen

  17. islam itu selalu rasis
    merasa paling benar
    dan gak suka sama orang yg agamanya berbeda dari mereka

  18. Saya non muslim. Tapi perlu di ingat tidak semua pemeluk islam itu seperti diatas.Masih ada penganut islam yang toleransi.

  19. Islam buruk? gak ada yang buruk bro semua baik.. dan juga perlu digaris bawahin bahwa teroris itu bukan islam, dalam logika saya di islam tidak diajarkan untuk membunuh broh. Teroris itu musuh kita semua, teroris itu kambing hitam. Intinya ya saling support aja deh jangan menjelek”an toh kita ingin menjadi negara indonesia yang baik kan? sudah sepantasnya kita bersatu bukan tercerai berai wkwk

  20. Semua sama saja yg penting agama tsb mengajarkan, dan meluruskan manusia kpd kebaikan jadi gk usah banyak tengkarlah gara” beda agama walaupun sya agama nasrani sya tetap menghormati agama lain sebaliknya orang lain pasti menghormati agama sya…

  21. hidup di dunia tanpa logika itu akan sulit…terutama untuk dapat berinteraksi dengan semua orang… jangan merasa benar sendiri… manusia itu pasti ada salahnya…


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori