Oleh: psikologi2009 | Agustus 18, 2012

PSIKOLOGI: Korupsi Hanya Bisa Dilakukan Pengidap Psikopat

KORUPSI kalau dilakukan orang miskin yang kepepet mungkin masih bisa dimaklumi, walaupun tidak berarti itu bisa dibenarkan. Korupsi tetap perbuatan yang tidak baik, siapapun yang melakukannya. Masalahnya adalah, korupsi tidak lagi karena gaji kecil atau kepepet, tetapi sudah menjelma menjadi virus yang sangat mudah menular. Kenapa bisa demikian?

Definisi korupsi menurut psikologi

Korupsi adalah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok).Perilaku pejabat publik (pejabat pemerintahan), yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. (Sumber: http://katamotivasicinta.blogspot.com/2010/01/mengapa-orang-korupsi-analisa-psikologi.html)

Kenapa orang yang rajin ibadah juga korupsi?

Ada tiga hal.

1.Psikologi aliran “behaviouris” mengatakan bahwa perilaku manusia kebanyakan dipengaruhi (tidak ditentukan) oleh faktor-faktor yang ada di luar dirinya. Antara lain sistem pengawasan dari negara yang sangat lemah, sistem hukuman bagi koruptor yang sangat ringan, sistem penegakan hukum yang rapuh, sistem politik yang tidak profesional dan faktor lingkungan lainnya.

2.Di samping faktor sistem yang buruk tersebut pada butir satu di atas, juga karena faktor lingkungan kerja yang memang koruptif di mana korupsi sudah saling keterkaitan antara individu dengan individu lainnya. Saling membenarkan dan saling melindungi demi keuntungan bersama.

3.Faktor kepribadian.

Teori lain tentang penyebab perilaku korupsi

Jack Bologne, berpendapat ada empat penyebab korupsi yang boleh kita sebut sebagai teori “GONE”

1. Greed

2.Opportunity

3.Need

4.Exposes.

 

ad.1.Greed . Merupakan nafsu serakah. Selalu kurang. Tidak puas dengan apa yang dimiliki. Selalu ingin memiliki yang lebih banyak,lebih baik dengan cara apapun.

ad.2.Opportunity. Buruknya manajemen pemerintah maupun perusahaan swasta.Buruknya manajemen akan berakibat buruknya pengawasan sehingga membuka peluang yang sangat lebar untuk melakukan manipulasi data, mark up harga maupun markup kualitas maupun markup jumlah.

3.Need .Sikap konsumerisme.Semua hal dianggap merupakan kebutuhan dan wajib dibeli. Kalau keinginannya belum menjadi kenyataan, perasaannya tidak tenang.

4.Exposes .Hukuman bagi para koruptor yang rendah. Remisi besar yang bisa dibeli. Para penegak hukum yang mudah disuap. Saksi meringan yang merupakan saksi palsu bayaran. Barang bukti bisa diubah ataupun dihilangkan.

Psikopat

Namun hasil penelitian terakhir  yang menarik adalah, para pelaku korupsi ternyata semuanya adalah pengidap psikopat.

Apakah psikopat itu?

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan skizofrenia  karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut  dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut “orang gila tanpa gangguan mental” (Sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/01/22/gayus-seorang-psikopat/)

Apa penyebab psikopat?

Ada beberapa teori dan hasil penelitian tentang hal tersebut.

1. Teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas beberapa bagian otak.

2.Teori lain gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan  genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.

3.Teori  genetik dan lingkungan

Apa ciri khas perilaku psikopat?
Dr.Hare dalam bukunya “Without Conscience” mengatakan bahwa ciri khas pengidap psikopat yaitu “tidak mempunyai hati nurani” dan melakukan perbuatannya dengan penuh kesadaran.

Faktor pengendalian diri yang lemah

Dari uraian di atas, bisa ditarik benang merah bahwa, psikopat merupakan bentuk kelainan kepribadian di mana seseorang lebih kuat emosionalitasnya daripada rasionalitasnya. Akibat lemahnya kualitas otak akan menyebabkan kuatnya emosionalitas tersebut sehingga otak yang seharusnya punya fungsi mengontrol, menjadi tak mampu melakukan pengendalian.

Korupsi tanpa hati nurani

Oleh karena lemahnya pengendalian diri, maka pelaku korupsi bersikap tidak peduli. Hati nurani tidak perlu lagi. Dosa atau tidak dosa tidak penting. Soal sorga atau neraka itu urusan belakang. Apakah Tuhan ada atau tidak bukan pertimbangan sekarang. Yang penting memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memiliki kekayaan secepatnya. Menikmati kesenangan duniawi. Soal hukum bisa diatur.

Kesimpulan

Bagi orang yang bukan pengidap psikopat, kualitas otaknya baik, genetikanya baik, betapapun ada kemungkinan untuk korupsi, dia tak akan melakukannya. Sebab norma salah atau tidak salah yang melekat di otaknya bisa dibedakan dengan jelas. Sebaliknya, para pelaku koruptor adalah para pengidap psikopat. Hati nurani tidak perlu lagi bagi mereka. Bahkan agama cukup sebagai  formalitas. Cara berpikirnya pendek. Yang penting tujuan untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya harus tercapai. Bagi koruptor uang adalah segala-galanya. Agama cuma seremonial saja.

Solusi

Kalau memang Indonesia ingin bebas dari korupsi, maka semua calon PNS/TNI/Polri/politisi/pejabat publik dan lain-lain harus mengikuti tes psikologi yang ketat). Antara lain tes kepribadian (tes kepribadian khusus . Di samping itu, tentu perlu dibuat Sistem Pencegahan Korupsi yang Efektif.

 

Sumber gambar : maulanusantara.wordpress.com

 

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973
Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori