Oleh: psikologi2009 | Agustus 21, 2012

PSIKOLOGI: Memancing Emosi Orang Lain Tidak Selalu Buruk

PERTAMA kali penulis menonton acara “Super Jail” yang ditayangkan tiap Sabtu sore dan Minggu sore di Trans7, penulis punya kesimpulan sementara bahwa acara itu memancing emosi orang lain dan itu tidak baik. Acara lain yang memancing emosi antara lain “Uuups Salah” yang juga ditayangkan di stasiun TV yang sama. Namun, setelah beberapa kali menonton dan menganalisanya, ternyata tidak selamanya memancing emosi orang itu tidak baik. Sebab, baik atau tidak baik tergantung daripada tujuannya.

A.Tujuan memancing emosi yang baik

Antara lain:

-Cuma sekadar bercanda

-Cuma ingin “ngerjain/njailin”

-Mengukur tingkat emosionalitas seseorang

-Menunggu munculnya komentar

-Melatih kesabaran orang lain

-Sebagai objek penelitian

-Memberikan sesuatu yang bersifat “surprise”

-Sebagai pencerahan

-Dan tujuan-tujuan positif lainnya

B.Tujuan memancing emosi yang tidak baik

Antara lain:

-Menantang berkelahi serius

-Menantang tawuran serius

-Menghina cacat fisik seseorang

-Mengatakan bodoh kepada orang yang tidak bodoh (disebutkan namanya)

-Menghina suka lain,agama lain,ras lain,bangsa lain dan golongan lain

-Mengatakan kafir langsung di depan orangnya

-Dan tjuan-tujuan negatif lainnya

C.Tanggapan atas pancingan emosi

Secara umum ada empat macam tanggapan.

1.Apriori negatif

Langsung memberikan tanggapan negatif. Dan biasanya langsung membenci orang yang memancing emosinya.

2.Apriori positif

Langsung memberikan tanggapan positif, Padahal, belum tentu mengerti maksudnya.

3.A posteriori negatif

Berpikir dulu, kemudian menanggapinya secara negatif

4.A posteriori positif

Diam saja, sebab dia tahu sedang dipancing emosinya

ad.1.Apriori negatif

Tanpa mempelajari terlebih dulu kalimat-kalimat atau ucapan-ucapan orang lain, langsung bereaksinegatif dan menyalahkan pendapat orang yang memancing emosinya

Cara berpikirnya cenderung dogmatis-negatif

ad.2.Apriori positif

Tanpa mempelajari terlebih dulu kalimat-kalimat atau ucapan-ucapan orang lain, langsung bereaksi positif  dan mendukung pendapat orang yang memancing emosinya

Cara berpikirnya cenderung dogmatis-positif

ad.3.A posteriori negatif

Dipelajari dulu kalimat atau ucapan orang yang memancing emosinya, namun komentar yang diberikan merupakan komentar yang salah

Cara berpikirnya afirmatif-negatif

ad.4.A posteriori positif

Dipelajari dulu kalimat atau ucapan orang yang memancing emosinya, dan komentar yang diberikan merupakan komentar yang benar

Cara berpikirnya afirmatif-positif

D. No Comments

Namun ada juga yang memilih bersikap diam saja. Entah karena tidak mengerti, entah karena tidak ingin berdebat, enah karena tidak tahu harus bicara apa, entah karena bijaksana,entah karena takut pendapatnya dianggap salah,entah takut dianggap bodoh dan lain-lain. Pokoknya diam. Tidak jelas sikap dan pendiriannya.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori