Oleh: psikologi2009 | September 9, 2012

PSIKOLOGI: Beberapa Motivasi Orang Asing Pindah ke Agama Islam

BANYAK orang Indonesia, terutama yang beragama Islam terburu-buru bangga atau senang kalau ada orang asing atau bule yang pindah ke agama Islam, yang biasa disebut kaum mualaf. Lebih senang lagi kalau Si Bule mau belajar bahasa Indonesia atau bahkan bahasa daerah. Padahal, motivasi Si Bule menjadi mualaf itu bermacam-macam. Ada motivasi positif dan ada juga yang negatif. Namun harus dipahami, bukan hanya Si Bule saja yang pindah ke agama Islam. Banyak juga bangsa Indonesia yang nonmuslim pindah menjadi muslim. Ada yang konsekuen dan ada yang tidak konsekuen.

A.Motivasi positif

Yaitu pindah dari agama lain ke agama Islam dengan tujuan yang positif.

B.Motivasi negatif

Yaitu pindah dari agama lain ke agama Islam dengan tujuan negatif

A.Motivasi positif

Antara lain:

1.Pertimbangan agama

Sesudah mempelajari agama Islam, maka timbul kesadaran bahwa agama Islam adalah agama yang lebih cocok baginya. Tanpa paksaan dari pihak lain dan tanpa pamrih apapun, Si Bulepun pindah ke agama Islam.

2.Pertimbangan cinta

Karena sudah merasa kecocokan (sesudah berpacaran dalam jangka waktu yang cukup lama), maka salah satu pihak berkeinginan untuk pindah ke agama Islam atas kesadarannya sendiri agar cintanya bisa berlangsung, bisa menikah seagama dan berjanji akan melaksanakan rukun iman dan rukun Islam sebaik-baiknya.

3.Pertimbangan toleransi

Karena tinggal di suatu tempat yang mayoritas Islam dan Si Bule merupakan minoritas sangat kecil, maka untuk menjaga ketenangan hatinya dan rasa toleransinya terhadap lingkungan, dengan kesadarannya sendiri Si Bule pindah ke agama Islam dan melaksanakan ajaran agama Islam dengan baik.

4.Pertimbangan politik

Dalam keadaan kegentingan yang sangat memaksa, maka demi kepentngan dirinya sendiri dan keluarganya, maka Si Bule sekeluarga menyatakan pindah ke agama Islam dengan niat yang sungguh-sungguh tanpa paksaan dari pihak manapun juga.

5.Pertimbangan hukum

Sebuah pernikahan tentu menyangkut banyak hal. Antara lain soal harta warisan. Oleh karena itu agar tidak timbul masalah di kemudian bagi dirinya sendiri atau anak-anaknya, maka pihak sumai/isteri yang semula hanya menikah secara administrasi di catatan sipil, akhirnya salah satu pindah ke agama Islam dan menikah lagi secara Islam. Bagaimana soal anak-anak yang lahir sebelum suami/isteri pindah ke agama Islam, itu soal lain.

B.Motivasi negatif

1.Pertimbangan nafsu

Pihak pria tertarik pihak wanita yang cantik dan seksi. Sementara pihak wanita tertarik ketenaran sang pria yang terkenal sebagai penyanyi, mubaliq dan kaya raya, maka keduanya sepakat untuk menikah. Namun masing-masing pihak yang keduanya bukan orang bule itu, pernikahannya hanya berdasarkan pertimbangan nafsu (dari pihak pria muslim) dan pertimbangan harta (dari pihak wanita).

2.Pertimbangan ingin menguasai tanah

Si Bule menikahi wanita Indonesia dan sebelumnya pindah ke agama Islam dan kemudian menikah secara Islam. Kebetulan wanitanya kaya dan punya tanah ribuan hektar. Entah bagaimana, dengan mudahnya Si Bule punya KTP Indonesia. Setahun kemudian semua tanah isterinya dibeli dan semuanya atas nama suami.

3. Pertimbangan bisnis

Si Bule dari negara nomuslim. Datang ke Indonesia belum bisa berbahasa Indonesia. Kemudian pindah ke agama Islam. Kemudian mengurus surat-surat. ntah bagaimana caranya, Si Bule mendapatkan KTP Indonesia. Karena sudah ber-KTP Indonesia dan sedikit-sedikit bisa berbahasa Indonesia, Si Bulepun mulai mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

4.Pertimbangan kewarganegaraan

Ada juga Si Bule yang menikahi wanita Indonesia hanya karena faktor keinginannya menjadi warganegara Indonesia karena di negaranya sendiri sangat sulit cari pekerjaan maupun cari uang. Si Bulepun menikahi artis cantik Indonesia. Entah bagaimana caranya, beberapa tahun kemudian Si Bule telah menjadi warganegara Indonesia secara resmi.

5.Pertimbangan poligami

Karena agamanya tidak membolehkan poligami , maka Si Bulepun pindah ke agama Islam. Kemdian menikahi satu, dua, tiga hingga empat wanita Indonesia. Bahkan ada pria Indonesia membujuk wanita-wanita nonmuslim untuk pindah ke agama Islam agar bisa hidup enak dan kaya dengannya. Maka pria muslim yang merupakan penyanyi dangdut terkenalpun menikahi satu,dua,tiga dan akhirnya mempunyai empat orang istri yang sebelumnya nonmuslim.

Sebenarnya masih ada beberapa motivasi lainnya, namun ke lima motivasi di ataslah yang sering terjadi di Indonesia. Jadi, sebaiknya kalau ada yang menjadi mualaf jangan langsung diacungi jempol, sebab mereka bisa saja punya mitivasi positif dan bisa juga negatif. Lebih parah lagi kalau Si Bule mualaf tersebut menikahi wanita Indonesia dengan sistem kontrak. Menikah secara Islam. Sesudah kontraknya selesai, merekapun bercerai secara resmi. Biasanya masa kerja Si Bule di Indonesia sudah berakhir dan harus kembali ke negaranya untuk berkumpul lagi dengan isteri resmi dan anak-anaknya.

Jika motivasinya positif, kita memang layak untuk memberikan apresiasai. Tetapi, kalau motivasinya negatif, sebaiknya kita tidak perlu memberikan apresiasi.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Kategori