Oleh: psikologi2009 | September 29, 2012

PSIKOLOGI: Apa Sih Schizophrenia Itu?

RISET dasar kesehatan nasional tahun 2007 menyebutkan sekitar satu juta orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, sedang 19 juta orang lainnya menderita gangguan jiwa ringan hingga sedang. (Sumber: http://skizofrenia.co.id/content/bukan-gila-tapi-sakit-jiwa).

Data tersebut menunjukkan, betapa cukup banyaknya masyarakat kita yang mengalami gangguan kejiwaan, baik ringan, sedang maupun berat.

A.Definisi skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.[1] Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia)

B.Gejala

Delusi; merupakan keyakinan palsu yang biasanya melibatkan salah pengertian dalam pemahaman atau pengalaman.

Delusi penyiksaan – yakin kalau dia akan disiksa, dikuntit, ditipu, atau dimata-matai.

Delusi ketersinggungan – yakin kalau sebagian isi buku, surat kabar atau lirik lagu tertentu khusus ditujukan padanya.

Delusi penarikan pikiran atau penyisipan pikiran – keyakinan bahwa orang lain dapat membaca pikirannya, dan bahwa pikiranya dapat mempengaruhi oleh lain, atau bahwa pikiran-pikiran dan dorongan hati dapat dimasukkan kedalam pikirannya oleh kekuatan dari luar.

Halusinasi – pendengaran, penglihatan, penciuman, pencecapan ataupun perabaan. Halusinasi pendengaran adalah gejala yang paling umum. Seseorang bisa “mendengar” suara-suara seolah-olah orang mempergunjingkan tingkah lakunya, atau mengkritik dan melecehkannya.

Gangguan pikiran – berkaitan dengan pemikiran yang kacau, yang nampak jelas dalam bicaranya yang melantur, berganti-ganti topik pembicaraan, dan tidak jelas arahnya. Mungkin bicaranya hanya sedikit kacau atau bisa juga sangat membingungkan dan tidak dapat dimengerti.

Bertingkah laku aneh – bisa seperti kebodohan yang kekanak-kanakan, bingung atau berpenampilan acak-acakan, jorok dan tidak pada tempatnya; diam seperti patung, merupakan perilaku aneh yang ekstrim, di mana seseorang terus berada dalam sikap tubuh yang kaku dan menolak untuk digerakkan atau sebaliknya melakukan gerakan yang tidak bermanfaat dan tanpa tujuan.

Gejala negatif – termasuk punya emosi yang datar, miskin kata-kata (merujuk pada kurangnya daya pikir yang tercermin dalam banyaknya kata-kata yang diucapkan); anhedonia (merujuk pada berkurangnya kemampuan menikmati kesenangan); dan kurang pergaulan sosial (merujuk pada kurangnya minat bergaul dengan orang lain). Gejala-gejala negatif ini seringkali dikaitkan dengan hilangnya motivasi secara umum, tidak punya tujuan dan cita-cita. (Sumber: http://pranaindonesia.wordpress.com/cara-penyembuhan/phqanda-schizophrenia/)

C.Kucing bisa menyebabkan schizophrenia

Bila Anda memelihara kucing, sebaiknya kini tidak terlalu sering bermain dengan kucing Anda. Ilmuwan mengklaim parasit yang ditularkan kucing bisa menyebabkan schizophrenia pada pemiliknya.

Penelitian di Leeds University menunjukkan bahwa parasit mempengaruhi produksi dopamin, senyawa kimia yang membawa pesan ke otak untuk mengendalikan gerak, kognitif dan perilaku, sehingga memicu terjadinya schizophrenia dan gangguan bipolar lainnya. Selengkapnya baca di: http://www.jelajah.up2det.com/2012/02/kucing-bisa-menyebabkan-schizophrenia.html

Dengan memahami gejala-gejala schizophrenia, maka Anda bisa menilai orang-orang yang ada di sekitar Anda. Untuk pencegahan dan penyembuhannya, tentu saja sebaiknya dikonsultasikan kepada ahlinya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973


Kategori