Oleh: psikologi2009 | Oktober 10, 2012

PSIKOLOGI: Rasa Tersinggung Yang Benar dan Rasa Tersinggung Yang Salah

 

SEMUA orang bisa tersinggung. Penyebab atau alasannya bermacam-macam. Meskipun demikian ada rasa tersinggung yang benar dan rasa tersinggung yang salah. Hal ini jarang atau bahkan tidak pernah diketahui masyarakat luas. Bahkan mungkin belum ada yang membuat artikelnya. Akibatnya, rasa tersinggung juga bisa menimbulkan dampak yang bermacam-macam.

Ada dua macam rasa tersinggung

1.Rasa tersinggung yang benar

2.Rasa tersinggung yang salah

ad.1.Rasa tersinggung yang benar

Yaitu rasa tersinggung yang tidak sesuai dengan fakta positif

Antara lain:

a.Merendahkan martabat pribadi

Contoh:

Si A adalah karyawan sebuah BUMN. Dia sopan, disiplin dan semua pekerjaan di kantor dikerjakan secara sempurna. Namun ada teman sekantornya yang iri dan mengatakan Si A disayang atasannya karena Si A pandai menjilat. Padahal, Si A disayang atasannya karena hasil kerjanya baik. Si A pun punya alasan untuk tersinggung. Dia berhak menegur temannya itu.

b.Merendahkan martabat bangsa

Contoh:

Si A adalah bangsa Indonesia. Ketika di New Zealand diolok-olok sebagai bangsa koruptor. Oleh karena itu ketika Si A melamar kerja di New Zealand selalu ditolak karena dikatakan sebaga bangsa koruptor. Padahal, Si A adalah seorang yang jujur. Si A yang tersinggung dan menjelaskan bahwa tidak semua rang ndonesia itu korup.

c.Merendahkan agama

Contoh:

Si A adalah wakil gubernur dan kebetulan beragama nonmuslim. Namun ada komunitas yang cara berpikirnya picik mengatakan Si A itu kafir sebab dia nonmuslim. Si A tersinggung. Namun merasa tidak ada gunanya ntuk menanggapi komentar yang negatif itu. Lebih baik diam.

d.Dituduh melakukan sesuatu yang buruk padahal tidak melakukannya

Contoh:

Si A adalah seorang staf ahli di sebuah peusahaan. Karena berkali-kali cutter yang dibawanya hilang, maka di kantor dia menggunakan pisau lipat untuk memotong kertas. Tiba-tiba Si A didatangi beberapa satpam dengan tuduhan Si A akan membunuh seorang teman sekantornya. Padahal, itu fitnah belaka. Saksipun tidak ada. Stelah Si A menjelaskan duduk persoalannya, parav satpam itupun memakluminya.

e.Karena dianggap tidak mampu, padahal mampu

Contoh:

Si A itu kreatif dan inovatif. Salah satu hasil inovasinya adalah membuat kanopi/atap motor dari bahan acrylic. Namun ada orang yang menilai Si A bisanya cuma bisa membuat kanopi motor dari acrylic. Tidak mampu membuatvkanopi motor  dari bahan fiberglass. Padahal, Si A sudah beberapa kali membuat kanopi motor dari fiberglass. Masalahnya, orang yang mencela itu tidak mau bertanya dulu. Langsung menilai secara apriori. Si A yang tersinggung, suatu saat mennjukkan hasil karyanya yang terbuat dari fiberglass.

ad.2.Rasa tersinggung yang salah

Yaitu rasa tersinggung yang bersifat mengingkari fakta negatif

Antara lain:

a.Di pihak yang salah tetapi tidak mau disalahkan

Contoh:

Si B mengendarai motor dan ketika lampu menyala hijau, diapun langsung menjalankan motornya. Namun dari jurusan lain mendadak ada motor lain meluncur dan hampir menabrak Si B. Tentu, orang yang akan menabrak di pihak yang benar  karena lampu traffict lighnya telah menyala hijau. Si B tersinggung karena disalahkan. Padahal memang salah karena Si B mengendarai motor ketika lampu menyaa kuning berpindah ke warna merah.

b.Merasa tidak dihargai atau ditakuti

Contoh:

Si B masih berstatus pelajar. Jiwanya masih muda dan mudah emosional. Ketika lewat pelajar dari sekolah lain tepat di depannya dan tidak bilang permisi, Si B pun tersinggung karena merasa tidak dihargai. Perkelahianpun tidak bisa dihindarkan.

c.Karena faktor GR (gede rasa)

Contoh:

Si B membaca sebuah artikel yang bernada kritik. Dia merasa artikel itu menyindir dirinya. Padahal artikel itu bersifat umum. Diapun mencela penulisnya dengan komentar-komentar yang tidak pantas, tidak sopan dan tidak layak ditulis oleh orang yang menyandang predikat sarjana.

d.Bodoh tetapi tidak mau dikatakan bodoh

Contoh:

Si B itu karyawan yang bodoh. Sudah diberitahu jangan membakar sampah di rerumputan karena rumputnya bisa terbakar. Si B tetap ngotot membakar sampah dan ternyata rumputnya terbakar hebat. Alasannya, rumputnya masih hijau, mana mungkin terbakar. Majikannyapun mengatakan Si B bodoh. Namun Si B ngotot bahwa itu bukan salahnya. Si B tersinggung dan tak mengakui bahwa dia memang bodoh.

e.Tidak mau dikoreksi

Contoh:

Si  B membaca sebuah artikel berjudul :Nabi Muhammad SAW Tidak Pernah Ingin Menjadi Kaya”. Tanpa membaca artikelnya, Si B langsung memberi komentar dan ternyata komentarnya salah (out of topic). Penulispun mengoreksi kesalahan komentar Si B. Namun Si B tersinggung dan merasa tidak mau pendapatnya dikoreksi. Padahal pendapatnya salah.

Saran

-Boleh saja orang merasa tersinggung, tetapi harus ada alasannya yang rasional.

-Sebaiknya rasa ketersinggungan jangan ditunjukkan secara berlebihan.

 

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

 


Kategori