Oleh: psikologi2009 | November 14, 2012

PSIKOLOGI: Kesombongan Berkualitas dan Kesombongan Tidak Berkualitas

SOMBONG adalah perbuatan yang tidak disukai. Apapun alasannya. Namun sikap sombong bisa kita dapati dalam kehidupan nyata. Hasil pengamatan penulis, ternyata akhir-akhir ini ada dua macam kesombongan. Yaitu kesombongan berkualitas dan kesombongan tidak berkualitas.

Definisi kesombongan

Sombong/angkuh/mlete/kemlete/engkek/mekitik adalah sebuah sikap yang membangga-banggakan sesuatu yang dimiliki. Mulai dari yang bersifat nonfisik hingga bersifat fisik. Pada umumnya orang sombong karena kurang percaya diri, ingin mendapatkan perhatian atau pujian. Kesombongan bukanlah kepribadian. Tetapi manakala kesombongan itu berulang terus, maka kesombongan akan berubah menjadi kepribadian.

Kesombongan yang berkualitas

Yaitu kesombongan yang 100% sesuai dengan fakta yang dimiliki dan sudah sampai pada taraf yang “sempurna”. Tanpa ditanya dan tanpa diminta orang lain, dia berkata dan menunjukkan kepada orang lain tentang apa yang dia miliki atau yang telah dia lakukan.

Contoh:

Si A, lulus dari perguruan tinggi dengan predikat cumlaude. Tanpa ditanya dan tanpa diminta, diapun bercerita dengan bangga ke teman-temannya, saudara-saudaranya, tetangga-tetangganya dan dengan siapa saja, bahwa dia telah lulus dengan predikat cumlaude.

Di Indonesia, jumlah sarjana yang lulus cumlaude dan memiliki kesombongan jenis pertama ini jumlahnya sekitar 70% dari keseluruhan sarjana yang lulus cumlaude.

Kesombongan yang tidak berkualitas

Yaitu kesombongan yang baru sekitar 50% sesuai dengan fakta yang dimiliki dan belum sampai pada taraf yang “sempurna”. Tanpa ditanya dan tanpa diminta orang lain, dia berkata dan menunjukkan kepada orang lain tentang apa yang dia miliki atau yang telah dia lakukan.

Contoh:

Si B sudah satu tahun ini punya mobil baru. Mobil kreditan dan belum lunas. Tanpa ditanya dan diminta, diapun tiba-tiba rajin mengunjungi teman-temannya yang belum punya mobil. Dan dengan rasa bangga  dia berkata kepada teman-temannya bahwa dia sekarang sudah punya mobil baru.

Di Indonesia, para pemilik mobil pribadi kreditan yang mempunyai kesombongan jenis kedua ini sekitar 70% dari jumlah pemilik mobil pribadi kreditan.

Percaya silahkan. Tidak percaya silahkan.

Sumber foto : cardekho.com

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Kategori