Oleh: psikologi2009 | November 18, 2012

PSIKOLOGI: Apa Sih Beda Membodoh-bodohkan dan Mengatakan Bodoh?

PENULIS sering mendengar  orang mengucapkan kata “membodoh-bodohkan”. Tetapi kalau penulis bertanya, membodoh-bodohkan itu yang bagaimana? Apa bedanya dengan kata “mengatakan bodoh”. Samakah? Berbedakan? Lantas apa arti kata tersebut yang sebenarnya?

Terlebih dulu harus kita pahami bahwa ada dua titik tolak pembahasan yang berasal dari dua kata, yaitu “bodoh” dan “pandai” dan bisa dikembangkan berbagai alternatif sebagai berikut.

1.Pandai-pandai

2.Pandai-bodoh

3.Bodoh-pandai

4.Bodoh-bodoh

1.Pandai-pandai (Clever to Clever)

Yaitu orang yang pandai mengatakan bodoh kepada orang yang pandai

Orang pandai yang dibodoh-bodohkan orang pandai bukanlah orang bodoh.

Sebab, orang pandai yang dibodoh-bodohkan tentu punya argumentasi yang masuk akal.

Dengan demikian, orang pandai yang dibodoh-bodohan orang pandai akan mampu membuktikan bahwa dia bukan orang bodoh.

2.Pandai-bodoh (Clever to Stupid)

Yaitu orang pandai yang mengatakan bodoh kepada orang yang bodoh

Orang bodoh yang dibodoh-bodohkan orang pandai sebenarnya adalah  orang bodoh.

Sebab, orangbodoh yang dibodoh-bodohkan tentu tidak punya argumentasi yang masuk akal.

Dengan demikian, orang bodohyang dibodoh-bodohan orang pandai tidak akan mampu membuktikan bahwa dia bukan orang bodoh.

3.Bodoh-pandai (Stupid to Clever)

Yaitu orang bodoh yang mengatakan bodoh kepada orang yang pandai

Orang pandai yang dibodoh-bodohkan orang bodoh bukanlah orang bodoh.

Sebab, orang pandai yang dibodoh-bodohkan tentu punya argumentasi yang masuk akal.

Dengan demikian, orang pandai yang dibodoh-bodohan orang bodoh akan mampu membuktikan bahwa dia bukan orang bodoh.

4.Bodoh-bodoh (Stupid to Stupid)

Yaitu orang bodoh yang mengatakan bodoh kepada orang yang bodoh

Orang bodoh yang dibodoh-bodohkan orang bodoh adalah  orang bodoh.

Sebab, orang bodoh yang dibodoh-bodohkan tentu tidak punya argumentasi yang masuk akal.

Dengan demikian, orang bodoh yang dibodoh-bodohan orang bodoh tidak  akan mampu membuktikan bahwa dia bukan orang bodoh.

Kesimpulan

1.Membodoh-bodohkan adalah ucapan yang ditujukan kepada orang yang sebenarnya tidak bodoh.

2.Mengatakan bodoh adalah ucapan yang ditujukan kepada orang yang memang bodoh.

Ingat kata Plato

“Orang pandai tahu ciri-cirinya orang bodoh, sebab sebelum menjadi orang pandai dia adalah orang bodoh. Tetapi, orang bodoh tidak tahu ciri-cirinya orang pandai sebab sebelumnya dia tidak pernah pandai.

Saran

1. Mengatakan bodoh harus ada faktanya (tentu bodoh dalam kasus tertentu)

2.Kata bodoh sebaiknya dijadikan “shock therapy” dan menjadikannya sebagai sebuah motivasi untuk membuktikan bahwa dirinya bukanlah orang bodoh.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori