Oleh: psikologi2009 | November 24, 2012

PSIKOLOGI: Benarkah tiap Manusia Punya Gen Baik dan Gen Jahat?

Sumber foto: cemonfcava.blogspot.com

TAHUN 2012 para ilmuwan agak tersentak membaca hasil temuan Prof.Michael Poulin dari Universitas Buffalo yang menemukan adanya kode-kode gen jahat pada sekitar 700 responden yang diperiksa air liurnya. Artinya, di dalam penelitian DNA, terdapat kode-kode gen jahat pada manusia. Yang berarti, ketika bayi dilahirkan, maka gen jahat itu sudah dimilikinya. Hasil temuan ini juga menimbulkan reaksi di Turki, di mana ada gagasan dari seorang kepala sekolah bernama Mustafa Aydin unuk membunuh bayi-bayi yang memiliki gen jahat. Kepala sekolah itu akhirnya dipecat.  Benarkah tiap orang punya gen jahat? Apakah itu takdir? Bagaimana sih yang sebenarnya terjadi? Di bawah penulis mencoba membuat sebuah analisa.

Apakah teori tabularasa keliru?

Teori tabulasara mengatakan bahwa ketika bayi dilahirkan, maka dia tidak punya dosa sama sekali. Suci bersih. Teori ini hanya bicara dosa, tidak bicara soal perilaku baik atau perilaku jahat. Jadi, tidak ada hubungannya dengan gen baik maupun gen jahat sebab bayi itu belum mampu bepikir baik dan jahat. Jadi, teori tabularasa tidak keliru.

Apakah teori psikologi lingkungan keliru?

Psikologi lingkungan mengatakan bahwa, secara umum perilaku manusia ditentukan oleh faktor lingkungan. Kalau lingkungannya baik, maka seseorang bisa berperilaku baik. Kalau lingkungannya jahat, maka seseorang bisa berperilaku jahat. Itu secara umum. Teori ini tidak ada hubungannya dengan teori gen baik dan gen jahat. Jadi, teori psikologi lingkungan tidak keliru.

Apakah teori biologi keliru?

Teori biologi mengatakan bahwa yang disebut gen baik adalah apabila gen tersebut terbentuk secara sempurna. Teori ini bicara tentang kualitas gen yang berkualitas baik dan gen yang berkualitas tidak baik. Tidak ada hubungannya dengan gen baik dan gen jahat yang bisa menimbulkan perilaku baik dan perilaku jahat. Jadi, teori biologi tidak keliru.

Apakah gen baik dan gen jahat itu merupakan takdir?

Teori gen baik dan gen jahat memang  berbicara tentang “takdir” (dalam tanda petik) dan juga berhubungan dengan “takdir”. Tetapi sesungguhnya penelitian itu hanya mengatakan ada kode-kode gen jahat.

Apakah Nabi Adam juga mempunyai gen baik dan gen jahat?

Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa menjawab itu. Namun berdasarkan berbagai literatur, manusia sejak diciptakan mempunyai “freedom” (kebebasan untuk memilih) dan juga dalam lngkungan “determinisme” (keterbatasan). Nabi Adapun ketika digoda setan untuk memakan buah terlarang, punya kebebasa untuk memilih memakan atau tidak memakan. Ternyata, Nabi Agam memilih memakan buah-buahan itu dan akhirnya diturunkan ke bumi. Begitu menurut kepercayaan sebagian besar penganut agama. Jadi, bisa jadi gen jahat (dan gen baik) sudah ada sejak jaman Nabi Adam.

Kenapa Muhammad dipilih Tuhan sebagai Rasullulah?

Tuhan tentu mengetahui bahwa Muhammad memiliki gen yang baik dan rasionalitas serta emosionalitas yang baik. Sehingga yang aktif adalah gen baik dan bukan gen jahatnya. Atas dasar itulah Muhammad mendapatkan kepercayaan untuk menerima dan menyebarluaskan ajaran agama Islam. Tidak mungkin manusia yang dikuasai gen jahat akan menerima wahyu dari Tuhan.

Kenapa bangsa Israel atau kaum Yahud dibenci umat Islam?

Boleh jadi kam Yahudi lebih banyak menggunakan pemikiran dan perasaannya untuk memilih gen jahat daripada gen baik. Pemikiran dan perasaan itu ada kaitannya dengan lingkungan sejarahnya. Juga terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran ideologi Zionisme.

Apakah perilaku korupsi karena faktor gen jahat?

Sekali lagi, seseorang melakukan pebuatan jahat bukan karena takdir. Bukan karena gen jahat, sebab gen baik dan gen jahat adalah potensi. Tetapi manakala seseorang berpikiran untuk melakukan korupsi, maka gen jahat akan memberikan kontribusi terhadap pemikiran itu agar seseorang melakukan korupsi. Dengan demikian, korupsi hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak mampu mengendalikan rasionalitas dan emosionalitasnya, walaupun seseorang itu rajin beribadah sekalipun.

Bagaimana kaitannya dengan agama, terutama agama Islam?

Kalau menurut agama, orang berbuat jahat karena pikirannya dan perasaan  jahat dan pikiran jahat karena pengaruh dari bisikan setan. Sebaliknya pikiran dan perasaan  orang berbuat baik karena pikirannya baik dan pikiran baik karena pengaruh bisikan malaikat. Dan pikiran baik dan buruk itu akan mengaktifkan gen baik maupun gen jahat.

Apakah gen baik dan gen jahat merupakan keturunan kedua orang tua?
Masalah kode-kode gen maupun DNA mempunyai banyak variasi yang mungkin tidak bisa dihitung. Artinya, belum tentu kalau kedua orang tuanya baik, lantas anak-anaknya juga baik. Sebaliknya, belum tentu kalau kedua orang tuanya jahat maka anak-anaknya juga jahat.  Jadi, jawabannya adalah bisa “ya” dan bisa “tidak”. Yang pasti gen baik dan gen jahat (sebagai potensi) memang diturunkan dari kedua orang tuanya.

Teori potentia dan aktualita

Ketika penulis masih mahasiswa, penah membuat makalah mengenai perilaku manusia (dalam kaitannya dengan perilaku baik dan perilaku tidak baik). Intinya, manusia itu sebenarnya dalam posisi netral, memiliki “freedom” untuk memilih yang baik atau yang tidak baik. Baik atau tidak baik adalah merupakan “potentia”. Potentia tersebut akan menjadi “aktualita” manakala pikiran seseorang mengambil keputusan untuk memilih baik atau tidak baik berdasarkan “freedom” yang dimilikinya. Sedangkan pikiran seseorang dipengaruhi oleh suasana emosionalitasnya. Namun rasionalitas dan emosionalitas merupakan penentu.

Gen baik dan gen jahat sebagai potentia

Maka penulis mengambil kesimpulan bahwa gen baik atau gen jahat itu sudah ada sejak jaman Nabi Adam dan merupakan “potentia”. Gen tersebut akan menjadi aktif manakala rasionalitas dan emosionalitas memilihnya : memilih baik atau jahat. Jadi apa yang dikatakan Prof.Michel benar bahwa, gen jahat mempunyai kontribusi terhadap perilaku jahat seseorang manakala rasionalitas dan emosionalitas seseorang memilihnya.

Lantas, apakah berarti agama itu tidak ada gunanya?

Semua agama adalah baik bagi para pemeluknya. Semua agama punya tujuan yang baik. Agama adalah pedoman perilaku manusia agar selamat di dunia dan akherat. Namun, apakah seseorang akan berperilaku baik atau berperilaku buruk, tergantung kuat tidaknya seseorang dalam mengendalikan pikiran (rasionalitas) dan perasaan (emosionalitas). Sebab pemikiran dan perasaan yang baik akan mengaktifkan gen yang baik dan akan menimbulkan perilaku baik. Sebaliknya pemikiran dan perasaan yang jahat akan mengaktifkan gen jahat dan menimbulkan perilaku jahat.

Kesimpulan:

1.Adanya gen baik dan gen jahat sudah merupakan takdir.

2.Gen baik dan gen jahat merupakan potensi.

3.Gen baik atau gen jahat akan aktif kalau dipengaruhi pikiran dan perasaan seseorang.

4.Pikiran dan perasaan seseorang dipengaruhi oleh lingkungan, namun pilihan tetap ditentukan seseorang itu sendiri.

5.Walaupun memiliki gen jahat, kalau seseorang mempunyai pemikiran dan perasaan yang kuat untuk memilih gen baik, maka seseorang itupun akan menjadi orang yang baik.

Demikian analisa penulis terhadap teori gen baik dan gen jahat. Sebagai sebuah hasil analisa, tentu artikel ni bisa benar dan bisa juga tidak benar.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori