Oleh: psikologi2009 | November 28, 2012

PSIKOLOGI: Semakin Banyak Orang Indonesia yang Mengidap Psikopat

PSIKOPAT bukanlah penyakit jiwa, kelainan jiwa ataupun gangguan kejiwaan. Psikopat adalah kelainan kepribadian. Sebuah kepribadian ang menyimpang dari norma-norma sosial, hukum maupun agama. Ada psikopat ringan, sedang dan berat. Walaupun psikopat bukan sakit jiwa, tetapi psikopat merupakan pintu masuk ke arah gangguan kejiwaan, kelainan kejiwaan dan penyakit jiwa.

Apakah psikopat itu?

Secara umum, psikopat adalah segala bentuk perilaku negatif, baik perilaku fisik, ucapan maupun tulisan yang bersifat menyimpang dari norma-norma sosial, hukum maupun agama di mana sebagain besar pengidapnya tidak menyadari kalau mereka mengidap psikopat.

Apa penyebab psikopat?

Belum ada penelitian yang menghasilkan kepastian. Namun sebuah penelitian tahun 2012 yang dilakukan Prof.Michael Poulin dari Universitas Buffalo menyebutkan bahwa dari diri tiap orang terdapat kode-kode gen jahat yang secara timbal balik bisa mempengaruhi pikiran maupun perasaan dan bisa menimblkan perilaku jahat, baik kejahatan fisik, ucapan maupun tulisan.

Bagaimana terjadinya perilaku psikopat?

Semua berangkat dari penyebab primer, yaitu pikiran dan perasaan. Manakala orang punya pikiran negatif dan atau perasaan negatif, maka hal tersebut akan mengaktifkan gen jahat. Selanjutnya akan mengakibatkan perilaku jahat, baik jahat ringan, sedang maupun berat. Di samping itu juga bisa karena diakibatkan penyebab sekunder, yaitu sulitnya mencari kerja, patah hati, gagal berusaha, pengangguran, kesulitan ekonomi, masalah rumah tangga dan lain-lain.

Ada berapa macam psikopat dilihat dari sudut institusi?

Psikopat bisa merupakan perorangan namun bisa juga merupakan kelompok. Psikopat kelompok dilihat dari jumlah orangnya merupakan psikopat terbanyak. Psikopat kelompok boleh juga dinamakan sebagai psikopat institusi. Pengaruh lingkungan yang buruk secara umum sangat mempengaruhi pikiran dan perasaan kelompok menjadi buruk pula.

Dengan demikian jumlah psikopat institusi cukup banyak.

Antara lain:

1.Psikopat pelajar/mahasiswa/antarwarga

Psikopat jenis ini akan menimbulkan perilaku tawuran antar pelajar/mahasiswa/warga. Pikian/perasaan buruk akan mengaktifkan gen jahat sehingga mereka melakukan tawuran. Juga termasuk demo-demo anarki, seks bebas, narkoba,geng motor dan perilaku buruk lainnya. Pikiran/perasaannya menjadi lemah. Gen jahat berkuasa. Maka tawuran bisa mengarah ke tindakan kriminal: penganiayaan hingga pembunuhan. Psikopat sekolah/kampus bentuknya antara lain : menyontek skripsi orang lain (plagiat), lulus karena menyogok guru/dosen dan lain-lain.

2.Psikopat Trias Politika

Psikopat Trias Politika berupa perilaku jahat : korupsi, kolusi, nepotisme, pungli, suap, sogok, jual beli remisi/grasi , jual beli pasal dan semacamnya. Juga termasuk  membuat undang-undang yang lebih pro asing daripada pro rakyat (karena dalam membuat undang-undang itu dapat uang suap dalam jumlah yang sangat besar). Juga, menjual sumber daya alam dengan harga murah karena pihak asing memberikan bantuan dana politik terhadap partai politik tertentu yang sangat besar. Termasuk juga berbuat curang dalam pemilu/pemilukada. Bahkan mereka yang diterima menjadi PNS dengan cara menyogok, juga termasuk kategori psikopat.

3.Psikopat Facebook dan Jejaring Sosial lainnya

Psikopat Facebook atau jejaring sosial ditandai dengan adanya status, komen dan tanggapan negatif yang bersifat: sinisme, SNOB (sok mengerti, sok tahu, sok pintar, sok suci, sok agamais), suka mencela atau menyerang pribadi pembuat status, suka menggurui, suka mencampuri urusan pribadi orang lain, membuat status-status porno, terlalu banyak memasang iklan, terlalu narsis, suka menyalahkan status orang lain,dll. Tulisan-tulisan yang bersifat umum maupun kritik sosial tidak temasuk dalam kategori psikopat, sebab sifatnya “indirect personal”. Survei di Amerika menunjukkan, 1 dari 8 Facebooker adalah pengidap psikopat.

4.Psikopat publik

Psikopat publik bisa dalam bentuk pencopetan, penipuan, perampokan, penodongan, perampasan,perkosaan dan kejahatan-kejahatan yang bersifat kriminal umum. Bisa terjadi di dalam ataupun di luar rumah.Termasuk di dalamnya KDRT, penyiksaan tehadap pembantu rumah tangga dan lain-lain. Juga termasuk perilaku suka pamer kekayaan, hedonisme dan semacamnya. Survei menunjukkan, 1 dari 100 warganegara/penduduk adalah pengidap psikopat.

5.Psikopat religi

Psikopat religi juga sering terjadi di Indonesia. Antara lain saling kafir-mengkafirkan atau saling sesat-menyesatkan secara langsung. Merusak tempat peribadatan. Melarang agama lain melakukan peribadatan. Mengatasnamakan agama atau Nabi atau Tuhan tetapi berperilaku anarki. Membawa-bawa ayat suci tetapi digunakan ntuk membela diri atau untuk menyerang pribadi orang lain.

Penyebab lemahnya pikiran

Kejahatan ataupun perilaku psikopat karena lemahnya pikiran seseorang atau kelompok orang. Penyebabnya antara lain:

1.Lemahnya pemahaman agama (agama dipahami hanya kulit-kulitnya saja)

2.Lemahnya sistem pendidikan nasional yang tidak berbasiskan logics dan ethics (budi pekerti)

3.Merosotnya wibawa tokoh-tokoh warga, tokoh adat, tokoh agama dan terutama merosotnya wibawa tokoh-tokoh regional maupun nasional.

Bagaimana solusinya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dibutuhkan jawaban tersendiri yang merupakan artikel tersendiri.

Kesimpulan

Perilaku psikopat secara umum akibat melemahnya rasionalitas dan emosionalitas sehingga mengaktifkan gen jahat dan manifestasinya adalah perilaku psikopat yang melanggar norma-norma sosial, hukum dan agama. Dan biasanya mereka adalah orang-orang yang tidak cerdas.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori