Oleh: psikologi2009 | Desember 4, 2012

PSIKOLOGI : Salah Faham Sekitar Indera Keenam

FACEBOOK-PsikologiSalahFahamSekitarInderaKeenam

TIAP orang sebenarnya mempunyai indera keenam. Hanya, ada yang bisa mengembangkannya dengan baik tetapi banyak juga yang tidak bisa mengembangkannya secara baik. Namun beberapa artikel tentang indera keenam banyak yang ditafsirkan secara keliru oleh sebagian masyarakat. Misalnya ada yang menanyakan apakah indera keenam bisa memprediksikan nomor togel yang akan keluar? Atau, bisakah indera keenam memprediksikan nasib seseorang di masa yang akan datang? Bisa atau tidak memang harus berdasarkan pemahaman seseoang tentang indera keenam itu sendiri.

Apakah indera keenam itu?
Indera keenam berperan sebagai indera untuk menangkap informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa diperoleh dengan indera biasa. Dalam bahasa inggris, indera keenam dikenal dengan istilah sixth sense. Adapun dalam istilah teknis parapsikologi, indera keenam dikenal dengan istilah extra sensory perception atau disingkat ESP (Sumber: Wikipedia).

Pada dasarnya indera keenam merupakan sinyal-sinyal  (bahasa awamnya: firasat) yang muncul secara tiba-tiba dan sinyal-sinyal itu harus diterjemahkan atau dijabarkan sendiri oleh manusia yang bersangkutan. Munculnya sinyal-sinyal tersebut tidak bisa dipaksakan melainkan melalui stimulus-stimulus berupa pikiran-pikiran ang terkonsentrasikan dengan baik.

Ada beberapa beberapa “citra” hasil penginderaan karena adanya indera keenam (hasil pengalaman beberapa orang).?

-Seseorang dapat melihat pancaran bioelektromagnetik dari tubuh seseorang (ini disebut “aura“ ) dalam warna dan kombinasi warna tertentu.

-Seseorang yang dapat melakukan pengobatan psi dapat melihat seseorang dalam citra seperti foto rontgen hitam putih. Yang normal berwarna putih dan yang sakit berwarna gelap (hitam).

-Seseorang dapat merasakan adanya benda logam atau bukan logam dengan merasakan adanya getaran atau, rasa seperti tertusuk jarum pada telapak tangannya.

-Seseorang dapat mendengar seseorang bersuara secara jelas padahal orang tersebut berada ditempat jauh.

-Seseorang dapat melihat bayang-bayang atau citra “makhluk halus”.

-Seseorang ditutup matanya tetapi dia dapat mengenal jalan dan tidak menabrak barang-barang yang ada didepannya (seakan akan seperti tidak ditutup matanya (Sumber Wikipedia)
Dari sudut psikologi, ada berapa macam indera keenam?
1. Telepathy (kemampuan membaca pikiran).

2. Clairvoyanc (kemampuan melihat peristiwa yang terjadi di tempat lain).

3. Precognition (kemampuan meramalkan kejadian yang akan datang).

4. Retrocognition (kemampuan buat melihat peristiwa di masa lampau).

5. Mediumship (kemampuan menggunakan roh sebagai medium).

6. Psychometri (kemampuan menggali informasi lewat sebuah benda).

Namun, tidak semua orang memiliki semua kemampuan indera keenam tersebut.

add.1.Telepathy

Yaitu kemampuan membaca pikiran. Biasanya, dengan memahami bahasa tubuh (body language, analisa bahasa) maka seseorang bisa membaca pikiran orang lain. Bisa mengetahui apa maksud di balik kata-kata yang diucapkan bahkan tidak diucapkan sekalipun. Bahkan melalui tulisan-tulisanpun bisa dibaca pikiran si penulis tersebut. Tetapi bisa juga mempengaruhi pikiran orang lain melalui kekuatan pikiran termasuk pikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

add. 2. Clairvoyance (kemampuan melihat peristiwa yang terjadi di tempat lain).

Indera keenam memang bisa menembus ruang dan waktu. Walaupun ada suatu kejadian di tempat lain, namun bisa dilihatnya. Tentu kata “melihat” di sini tiak dengan mata biasa, tetapi melalui “mata batin” yang sudah terasah dengan baik.

add.3. Precognition (kemampuan meramalkan kejadian yang akan datang).

Salah satu contoh manusia yang memiliki kemampuan ini adalah Jayabaya, Raja Kerajaan Kadiri. Sebagian prediksi-prediksinya telah terbukti. Untuk mempertajam indera keenamnya, Jayabaya sering bersemedi di suatu tempat yang sepi. Perisiwa-peristiwa di dunia terjadi karena hukum sebab-sebab, oleh karena itu bisa diprediksikan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Namun, prediksi itu muncul secara tiba-tiba. Itulah sebabnya, Jayabaya juga suka menggunakan bahasa-bahasa isyarat atau sinyal yang dijabarkan oleh Ronggowarsito.

add.4. Retrocognition (kemampuan buat melihat peristiwa di masa lampau).

Indera keenam yang ini sangat jarang yang mampu mengaktifkannya, sebab tergolong indera keenam yang sulit. Apa yang telah terjadi, bisa “dilihatnya” dengan jelas. Misalnya, peristiwa meninggalnya Bung Karno dan lain-lain.

add.5. Mediumship (kemampuan menggunakan roh sebagai medium).

Merupakan indera keenam yang paling langka. Ini juga bisa ada kaitannya dengan butir keempat, yait u kemampuan retrocognition.

add. 6. Psychometri (kemampuan menggali informasi lewat sebuah benda).

Indera keenam juga bisa melihat setiap benda sebagai sumber informasi. Misalnya dengan melihat pedang samurai yang sudah berusia ratusan tahun, seseorang bisa tahu siapa pemiliknya dan digunakan untuk apa pedang samurai itu.

Apakah indera keenam sama dengan paranormal?

Tentunya berbeda. Indera keenam berada pada wilayah metafisika-psikologi dan disebut parapsikologi.  Dasar kerjanya yait berupa sinyal-sinyal yang muncul secara tiba-tiba dan harus dijabarkan secara cerdas. Sedangkan paranormal wilayahnya metafisika-paranormal. Dasar kerjanya lebih bersifat “kira-kira” yang bisa benar dan bisa salah.

Bagamana cara mengaktifkan indera keenam?

Banyak cara dan sayangnya belum ada artikel atau buku yang membahas hal ini secara detail. Namun beberapa di antaranya yaitu belajar menebak angka-angka pada kartukartu yang dibalik, bersemedi (konsentrasi pikiran), memperdalam psikologi dan filsafat,latihan menjabarlan sinyal atau firasat, mempelajari body language dan face reading, menebak jumlah dadu yang akan keluar  dan lain-lain.

Pengalaman penulis

Sebenarnya cuku banyak pengalaman penulis. Salah satunya yaitu, sekitar tahun 1986, pernah bertugas di Jember. Saat libur, akan ke Surabaya  naik bus. Ketika bus akan berangkat, tiba-tiba ada sinyal yang memerintahkan penulis pindah ke bus belakang.  Tanpa pikir panjang penulis pindah. Tak lama kemuian bus di depan bus penulispun berangkat. Penjabarannya, sinyal it muncul saat penulis ada di dalam bus depan tadi, berarti ada sesuatu ang terjadi. Benar, setelah bus yang ditumpangi penulis berjalan lima belas menit, menemukan bus ang berangkat duluan mengalami kecelakaan berat. Sopir dan beberapa penumpang di depan  tewas semua (sebelumnya, penulis duduk di depan dalam bus tersebut).

Jadi, indera keenam bukanlah metafisika-paranormal, melainkan metafisika-psikologi. Munculnya secara tiba-tiba berupa sinyal-sinyal yang harus dijabarkan. Atau bisa muncul berdasarkan stimulus berupa pikiran-pikiran yang terkonsentrasikan. Biasanya, orang yang memiliki indera keenam adalah orang yang memiliki IQ tinggi dan mempunyai aura indigo. Meskipu demikian, untuk mengembangkan indera keenam tidak harus mempunyai IQ tinggi atau aura indigo.

Salah satu ciri orang yang memiliki indera keenam yaitu, ucapan-ucapan atau tulisan-tulisan atau karya-karyanya  biasanya sulit dipahami orang lain yang awam parapsikologi.

Semoga bermanfaat.

 

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori